
Di rumah Ibu Tari..
Semenjak Ibu Tari belajar ilmu Leak, suaminya sekarang menjadi tunduk dengannya.Pak Danar tidak pernah lagi marah-marah dengannya, dan apapun yang di katakan oleh istrinya dia langsung menurutinya.
Memasak,mencuci baju, dan membersihkan rumah di lakukan oleh suaminya. Kalau anaknya menginap di rumahnya,dia baru mengerjakan pekerjaan rumah. Karena agar anak-anaknya tidak curiga terhadapnya.
Hari ini dia tidur siang di kamarnya, sedangkan Pak Danar tidur di ruang tamu.Namun tiba-tiba ada makhluk gaib mengganggunya. Makhluk itu mendorong-dorong ranjangnya,setelah itu dia merasakan seperti ada air menetes di wajahnya. Ibu Tari tetap tidak memperdulikannya , akan tetapi makhluk itu terus mengganggunya.
" Argh sial ! Siapa yang sudah berani mengganggu tidur siangku ini, " gerutu Ibu Tari dengan wajah berapi-api .
"Ha...ha..ha.."terdengar suara tawa yang begitu keras, tetapi dia tidak melihat ada siapapun disana.
Makhluk itu terus mengganggunya, hingga Ibu Tari tidak tahan dengan gangguannya.
" Siapa sebenarnya yang menggangguku ini ? Sepertinya aku harus bertanya dengan Biang(Ibu ) , " ucap Ibu Tari yang langsung ke luar dari kamarnya.
Dia pergi ke rumah Biangnya tanpa berpamitan dengan suaminya. Semenjak belajar Ilmu Leak ,dia tidak pernah izin setiap akan keluar rumah.
Beberapa menit kemudian ,dia telah sampai di depan rumah Biangnya.
" Om swastyastu ," ucap Ibu Tari sambil mengetuk pintu rumah itu.
" Om swastyastu," balas Ibunya yang langsung membuka pintu untuknya.
Dia langsung masuk ke rumah itu dengan wajah yang terlihat cemberut.
__ADS_1
" Kenapa dengan wajahmu itu ? Setiap kesini selalu saja cemberut," kata Ibunya sambil menatapnya.
Dia lalu menceritakan kejadian tadi dengan Biangnya ( Ibu ) . Namun tiba-tiba suara tawa itu terdengar lagi.
" Ha...ha...ha.." suara tawa itu terdengar seperti mentertawakannya
"Yang mengganggumu itu adalah Raja Wong Samar ,"jawab Ibunya sambil melihat ke arah lain.
" Apa itu Wong Samar Biang ? Apa dia sejenis hantu ? " dia bertanya sambil duduk di samping Ibunya.
" Wong Samar adalah bangsa Jin yang tinggal di tengah hutan. Dan dia adalah makhluk tidak terlihat ,tetapi dia ada di sekitar kita. Wujudnya sama seperti manusia biasa, kegiatan dan tempat tinggalnya juga sama seperti kita. Tetapi kita tidak bisa melihatnya, hanya dia yang bisa melihat kita. Dulu kakekmu juga pernah berteman dengan Wong Samar ( bangsa Jin ). " terang Ibunya.
" Biang(Ibu) ,bagaimana ceritanya Kakek bisa berteman dengan Wong Samar ( bangsa Jin ) ? "dia bertanya sambil menatap Ibunya.
" Aku jadi ingin memiliki benda itu Biang( Ibu )," ucapnya sambil tersenyum.
" Di bangsa Wong Samar (bangsa Jin) benda itu sangatlah langka . Yang Ibu dengar dari Kakekmu ,kalau benda itu hanya ada 3 saja ,dan sekarang benda itu sudah di ambil sama Raja mereka. " jawab Ibunya
" Lalu , apakah Kakek bisa mengantar wanita itu ? "
" Bisa, setelah melihat kampung Wong Samar ( bangsa Jin ) , Kakekmu langsung masuk ke kampung mereka. Kampung mereka itu sama seperti kampung kita ,dan aktivitas yang mereka lakukan juga sama. Saat Kakekmu bingung mencari rumah wanita itu, tiba-tiba saja ada seorang Ibu yang sedang berjualan di Pasar menghampirinya , dan setelah itu dia mengantar Kakekmu ke rumah wanita itu. Setelah sampai di rumah wanita itu, suami dari wanita itu berterima kasih banyak dengan Kakekmu, karena sudah menolong istrinya. Kemudian, suami dari wanita itu mengantar Kakekmu pulang, dan mengambil benda itu lagi. Semenjak itu Kakekmu jadi berteman dengan Wong Samar. Sesudah bayinya lahir , mereka membuat acara untuk anaknya yang baru saja lahir. Dan waktu itu mereka juga datang kesini membawa makanan untuk Kakekmu ,dan katanya mereka berterima kasih karena sudah menolong istrinya waktu itu. Setelah itu, mereka jadi sering kesini membawa makanan untuk Kakekmu," Terang Ibunya.
" Lalu kenapa mereka tidak pernah datang kesini lagi ? " dia bertanya dengan alis mata terangkat.
" Dulu di desa ini banyak perempuan di hamili oleh Wong Samar ( bangsa Jin ). Dan yang menghamilinya adalah Wong Samar yang sifatnya jahat ."
__ADS_1
" Ternyata mereka ada yang jahat juga Biang( Ibu ) ? Lalu kenapa perempuan di sini mau di hamili oleh Wong Samar ( bangsa Jin ) ?"
" Kan sudah Biang kasih tahu tadi , mereka itu sama seperti kita. Manusia saja ada yang sifatnya jahat, apalagi Wong Samar. Dan dulu perempuan disini tidak tahu kalau yang menghamili mereka adalah Wong Samar ( bangsa Jin ) . Mereka mengira sedang berhubungan badan dengan suaminya sendiri,karena Wong Samar yang jahat itu berubah wujud hingga wajahnya sama persis dengan suami dari perempuan disini. Semenjak itu, Raja Wong Samar ( bangsa Jin ) sangat marah dan melarang rakyatnya berhubungan baik dengan manusia. Karena kita berbeda alam. Terkecuali kalau ada manusia yang mau tinggal di bangsa Wong Samar ( bangsa Jin ) ,maka dia akan mengizinkannya ,"
" Lalu bagaimana dengan bayi dari perempuan yang di hamili oleh Wong Samar Jahat itu ? "
" Bayi itu hidup di dunia manusia bersama Ibunya,"jawab Ibunya
" Biang( Ibu ) ,apa sekarang anak itu masih ada di dunia manusia ? " tanya Ibu Tari semakin penasaran.
" Ya tentu masih, sekarang dia tinggal di dekat sungai. Kenapa kamu bertanya mengenai anak itu terus ? Apa kamu ingin berkenalan dengannya ? Kalau kamu ingin berkenalan ,maka besok Biang akan mengantarmu kesana."
" Aku tidak ingin berkenalan dengannya , aku hanya bertanya saja . Lalu kenapa Raja Wong Samar menggangguku ? " tanya Ibu Tari merasa takut.
" Biang( Ibu ) juga tidak tahu. Kalau begitu Biang akan coba bertanya dengannya ." Jelas Ibunya
" Kalau dia menggangguku karena ingin menghamiliku ,maka bilang kepadanya kalau aku ini sudah tua. Jadi suruh dia mencari wanita yang lebih muda ," katanya sambil memasang wajah cemberut.
" Kamu tenang saja, dia tidak menginginkanmu , tetapi dia menginginkan cucumu. Anak Wayan Rasta."
Mata Ibu Tari terbelalak lebar mendengarnya.
" Untuk apa dia menginginkan cucuku itu ? "tanya Ibu Tari penasaran.
" Raja Wong Samar ( bangsa Jin ) ingin menikahkan cucumu itu dengan anaknya," terang Ibunya.
__ADS_1