MELIK

MELIK
Tidak mau pergi


__ADS_3

Gayatri langsung menoleh saat Gandi bicara seperti itu.


"Apa maksudmu bicara seperti itu ?" Tanya Gayatri dengan alis mata terangkat


" Karena kamu sudah meninggal, jadi mana mungkin orang yang masih hidup bisa melihat orang yang sudah meninggal. " ujar Gandi sambil menatap Gayatri.


" Kenapa kamu bilang seperti itu ? Aku ini masih hidup ."Kata Gayatri dengan wajah yang terlihat kesal.


"Tapi aku bicara sejujurnya Gayatri. Kalau kamu tidak percaya , kamu bisa melihat sendiri jenazahmu nanti." Ujar Gandi dengan wajah yang sedih


"Aku tidak percaya dengan ucapanmu, " teriak Gayatri sambil menangis terisak-isak.


Dia lalu menghampiri Bapaknya.


" Bapak ," kata Gayatri yang mencoba memeluk Bapaknya, namun Wayan Rasta malah menembus tubuh Gayatri.


Mata Gayatri langsung terbelalak lebar melihat hal itu . Apalagi saat Wayan Rasta melihat jenazah dirinya sendiri, Gayatri semakin menangis histeris.


" Ibu , Bapak , aku ada disini. Aku tidak ingin berpisah dengan kalian , " teriak Gayatri yang terus menangis.


Gandi hanya bisa diam saja melihat hal itu. Di dalam hatinya dia merasa kasihan dengan sahabatnya itu, tapi dia juga tidak bisa membantunya.


"Gayatri tenangkan dirimu , kamu harus ikhlas. " Ucap Gandi.


Gayatri harus segera pergi ke dunianya, karena kalau sampai bangsa Wong Samar( bangsa Jin ) melihat roh Gayatri ,maka Gayatri pasti akan di jadikan bangsa Wong Samar (bangsa Jin)." Pikir Gandi


Besok paginya...


Semua keluarganya ,dan juga tetangganya sudah datang ke rumah Wayan Rasta untuk mempersiapkan upacara untuk jenazah Gayatri.


Ibu Tari yang mendengar Gayatri telah meninggal wajahnya langsung terlihat marah.


" Kurang ajar, siapa yang sudah berani melakukan ini pada Gayatri ? Padahal aku sudah berjanji dengan Raja Wong Samar ( Raja Jin ) tapi sekarang Gayatri malah sudah meninggal." Pikir Ibu Tari dengan wajah kesal

__ADS_1


Ibu Tari juga berniat mencuri jenazah Gayatri, namun dia tidak bisa melakukannya karena jenazah itu di lindungi oleh Gandi


" Aku bahkan juga tidak bisa membawa jenazahnya," gerutu Ibu Tari yang masih terlihat kesal.


Luh Ani masih saja menangis di samping jenazah putrinya.


Gayatri juga masih menangis melihat semua itu, dia terus berada di samping orang tuanya walaupun orang tuanya tidak bisa melihatnya.


" Gayatri , lebih baik kamu pergi ke alammu . Apa kamu sudah bertemu dengan Dewa Yama ? " tanya Gandi sambil duduk di samping Gayatri.


Gayatri lalu menatap Gandi , gadis itu tidak tahu siapa itu Dewa Yama.


" Siapa itu Dewa Yama ? Dan kenapa aku harus bertemu dengannya ? " tanya Gayatri merasa bingung.


Gandi mengerutkan alisnya karena merasa bingung dengan jawaban Gayatri .


" Jadi kamu tidak tahu siapa itu Dewa Yama ? " tanya Gandi lagi


" Tidak ," jawab Gayatri sambil menggelengkan kepalanya.


" Dalam ajaran agama hindu,Dewa Yama adalah Dewa akhirat, Hakim Agung yang mengadili roh orang mati, untuk mempertimbangkan apakah suatu roh layak mendapat surga atau mendapat neraka.Dewa Yama di lukiskan sebagai seorang tua yang berkuasa di singasana neraka, dan dia memiliki dua wajah yang tidak terlihat sekaligus. Wajah yang sangar dan menyeramkan terlihat oleh roh orang-orang yang hidupnya penuh dengan perbuatan salah, sedangkan wajah yang lembut dan berwibawa terlihat oleh roh-roh yang hidupnya penuh dengan perbuatan baik. Dialah Dewa yang pertama kali di jumpai oleh roh orang mati saat berangkat menuju wilayah surgawi, sehingga dia juga bergelar Dewa kematian. Tugasnya yang utama adalah mengadili roh orang mati, dengan di dampingi asistennya yang di sebut Citragupta." Tutur Gandi


" Lalu apa tugas Citragupta ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.


"Citragupta adalah juru tulis. Dia mencatat semua amal baik dan buruk manusia di gulungan kertas atau lontar. Dan dia hafal betul apa saja yang dilakukan setiap jiwa.Citragupta biasa di gambarkan sebagai seorang pria tua berjubah pendeta yang tengah duduk di depan sebuah buku besar atau tengah menulis di sebuah lontar." Tutur Gandi lagi.


" Aku jadi takut , "balas Gayatri


" Tidak usah takut. Oh iya ,seharusnya kamu sudah bertemu dengan Para duta Yama atau Kingkara. Karena mereka biasanya yang akan membawa jiwa orang yang telah mati ke hadapan Citragupta. Citragupta kemudian akan membacakan tindak - tanduk si mati dari buku Agra-samdhani ( Buku besar ) yang merupakan kumpulan seluruh catatan perilaku manusia di dunia. Setelah Citragupta selesai membacakan segala hal tentang si mati,lalu Dewa Yama akan memutuskan ke mana jiwa si mati harus pergi." Jelas Gandi menjelaskan pada Gayatri.


" Tapi aku tidak bertemu dengan Para duta Yama atau Kingkara," sahut Gayatri yang juga merasa bingung.


" Tadi saat kamu bangun, kamu berada di mana ? " tanya Gandi menatap Gayatri

__ADS_1


"Tadi saat aku bangun , aku sudah berada di perempatan jalan." Terang Gayatri


" Seharusnya dia mencarimu kemari, tapi kenapa dia tidak mencarimu kemari ? " tanya Gandi dengan bingung


" Aku tidak tahu kalau mengenai hal itu," kata Gayatri menunduk.


" Kalau begitu coba kamu tunggu dia di perempatan jalan tadi. " Ucap Gandi memberi saran.


" Tapi aku tidak mau berpisah dengan keluargaku ," jawab Gayatri dengan sedih


" Kalau kamu terlalu lama disini, nanti makhluk halus lain menangkapmu. Apalagi kalau bangsa Wong Samar ( bangsa Jin) tahu ,kamu pasti di ajak ke tempat mereka,karena kamu memiliki kelebihan ," kata Gandi yang terlihat cemas.


Gandi takut Ayahnya tahu kalau Gayatri sudah meninggal, karena kalau Raja Wong Samar tahu maka Gayatri pasti akan di bawa ke bangsa Wong Samar (bangsa Jin) .


" Aku tidak ingin berpisah dengan keluargaku," ucap Gayatri sambil meneteskan air mata.


Dia menatap kedua orang tuanya yang terus menangis melihat jenazahnya.


" Ibu, Bapak, aku menyayangi kalian. Seharusnya malam itu aku mendengarkan ucapan kalian, tapi aku malah melepaskan gelang itu. Aku tidak ingin berpisah dengan kalian," kata Gayatri yang terus menangis.


" Gayatri ,kamu harus ikhlas . Jangan menangis lagi,kalau nanti kamu merindukan mereka, maka kamu bisa melihatnya kemari." Ujar Gandi


" Memangnya bisa seperti itu ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.


" Kata Ibuku bisa,tapi aku kurang tahu juga." Jawab Gandi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


" Baiklah , kalau begitu aku akan pergi ke perempatan jalan tadi." Kata Gayatri.


" Kalau begitu, aku akan mengantarmu ke sana. Tapi sebelum itu aku akan memantrai jenazahmu dulu, agar tidak ada makhluk halus yang memakan jenazahmu. Tapi mantra ini hanya bertahan 1 jam di jenazah ini, " terang Gandi


" Baiklah kalau begitu. Oh iya, terimakasih karena kamu sudah menjaga jenazahku, kamu memang sahabat paling baik." Balas Gayatri.


" Iya sama-sama," jawab Gandi dengan wajah sedih. Gandi merasa sedih karena sebentar lagi dia akan berpisah dengan Gayatri.

__ADS_1


Gandi lalu menghampiri jenazah Gayatri dan setelah itu memantrai jenazah itu.


Setelah selesai dia mengajak Gayatri pergi dari sana. Berkali-kali Gayatri menoleh ke belakang sambil menangis melihat orang tuanya .


__ADS_2