MELIK

MELIK
Tetesan darah


__ADS_3

" Gayatri , bagaimana sekarang ? Apakah Bapakmu jadi kesini ?" tanya Gandi


" Tadi waktu bicara di telepon aku sudah mengingatkan Bapakku , dan mudah-mudahan Bapak jadi kesini," sahut Gayatri


Karena sekarang adalah malam kajeng kliwon , jadi mereka ingin membuktikan pada Wayan Rasta kalau Nenek Tari belajar Ilmu Leak.


" Gayatri , kenapa masih di sini ? Ayo ke kamar tidur," perintah Nenek Tari sambil menutup tirai


" Iya ,Nek , " balas Gayatri yang langsung menuju ke kamarnya.


" Gayatri , lebih baik sekarang kamu tidur saja dulu. Nanti kalau Nenek Tari sudah mulai melakukan ritual Ngeleak , maka aku akan membangunkan kamu," terang Gandi sambil mengambil buku novel milik Gayatri.


" Baiklah. Tapi ingat awasi terus Nenek Tari ," balas Gayatri yang kemudian menuju ke jendela kamarnya karena ingin menutup jendela kamarnya yang masih terbuka.


Di halaman rumah Nenek Tari terdapat pohon mangga yang begitu besar , dan buahnya juga banyak. Sebelum menutup jendela kamarnya , Gayatri menatap ke arah pohon mangga itu . Gadis itu seperti melihat ada orang yang tengah duduk di bawah pohon mangga . Dia mengedipkan mata untuk memperjelas penglihatannya , setelah itu dia menyipitkan matanya agar apa yang dia lihat semakin jelas. Gayatri melihat ada sesosok wanita bertubuh anjing sedang menatapnya. Wajah wanita itu begitu cantik. Sosok wanita bertubuh anjing itu berjalan mendekati jendela kamar Gayatri. Melihat sosok wanita itu yang semakin dekat dengannya , Gayatri langsung berjalan mundur. Gadis itu memilih mundur karena dia tidak tahu apakah wanita bertubuh anjing itu baik atau jahat.


" Gandi , Gandi ," ucap Gayatri dengan wajah yang pucat pasi. Gandi yang sedang membaca buku Novel langsung meletakkan bukunya.


" Ada apa ? Kenapa wajahmu pucat begitu ? " tanya Gandi dengan bingung


" Gandi , aku melihat sesosok wanita bertubuh anjing di bawah pohon mangga. Dan dia berjalan menuju jendela kamarku," jawab Gayatri dengan wajah ketakutan.


Gandi lalu menuju ke jendela , dan mencari sosok yang di bilang oleh Gayatri, namun dia tidak melihat ada siapapun di sana. Wanita bertubuh anjing itu telah menghilang saat Gandi akan datang.

__ADS_1


" Gayatri, tidak ada siapapun disini. Mungkin tadi kamu salah lihat," ujar Gandi


Gayatri begitu yakin kalau tadi dia melihat sesosok wanita bertubuh anjing di sana. Gadis itu lalu mendekati Gandi dan mencari sosok wanita tadi , namun yang di katakan oleh Gandi memang benar. Di sana tidak ada siapapun.


" Tapi aku benaran melihat sesosok wanita bertubuh anjing di sana , " ucap Gayatri


" Kalau begitu tunggulah di sini sebentar, aku akan coba keluar melihatnya," sahut Gandi yang langsung keluar lewat jendela.


" Gandi ,jangan lama-lama,"teriak Gayatri.


Semenjak tidak memakai gelang , Gayatri jadi bergantung pada Gandi. Kemanapun gadis itu pergi ,maka Gandi pasti akan bersamanya. Malamnya juga Gandi selalu menjaganya. Dia sampai rela menahan rasa kantuk demi menjaga keselamatan gadis itu.


Gayatri lalu melihat keluar jendela sambil menatap Gandi yang sedang mencari sosok wanita tadi.


" Apa ini ? " ucap Gayatri sambil menyentuh kepalanya yang sedikit basah.


Gayatri mendongakkan kepalanya ke atas.


"Tes...tes ...tes..." Gayatri menyentuh wajahnya yang sedikit basah.


" I_ini darah ," gumam Gayatri dengan mata membulat.


Gayatri mendongakkan kepalanya lagi , namun dia melihat tidak ada apapun di atas sana.

__ADS_1


" Gandi...Gandi ..." Gayatri berteriak memanggil Gandi . Dia lalu menuju ke tempat tidurnya , namun tiba-tiba jendela kamarnya tertutup dengan sendirinya.


" Siapa kamu ? Kalau berani tunjukan wajahmu ," teriak Gayatri dengan begitu kesal.


" Gayatri, ada apa ? Apa ada masalah ? Tadi Nenek mendengar suara Gayatri sedang berteriak , makanya langsung kemari," ucap Nenek Tari sambil memegang gagang pintu kamar Gayatri


" Tidak ada apa-apa kok ,Nek . Tadi hanya ada cicak jatuh di sini,"balas Gayatri berbohong.


" Beneran tidak ada apa-apa ? Mau Nenek temenin ? " ujar Nenek Tari


" Tidak usah ,Nek. Aku berani kok tidur sendiri," sahut Gayatri


" Ya sudah, kalau begitu sekarang lebih baik Gayatri tidur ,"


" Iya ,Nek ," jawab Gayatri yang langsung tidur merebahkan tubuhnya di tempat tidurnya.


" Gayatri , kenapa tadi kamu mesti berteriak ? Nenek Tari kan jadinya sampai kemari," kata Gandi sambil duduk di samping Gayatri


" Tadi ada darah menetes mengenai kepala dan wajahku. Setelah itu jendelanya tertutup sendiri. Makanya aku berteriak memanggilmu. Tapi malah Nenek Tari yang datang," ucap Gayatri


" Tadi aku sudah memeriksa semuanya , tapi di luar tidak ada apa- apa. Sekarang tidurlah dulu, " ujar Gandi


Gayatri merasa bingung sendiri, karena jelas-jelas tadi ada darah menetes dan jendela kamarnya juga tertutup sendiri. Dia merasa bingung memikirkan cara agar Gandi percaya kalau yang di lihat tadi adalah nyata. Menurutnya sangat sulit membuktikan hal seperti ini.

__ADS_1


Diam -diam Gayatri meneteskan air matanya. Gadis itu merasa sangat capek di ganggu terus. Bahkan mau tidur saja dia harus di jaga. Seperti sekarang ini , Gandi saja bilang tidak ada apa-apa di luar ,apalagi kalau dia mengadu dengan manusia biasa , pasti dia akan di anggap sudah gila.


__ADS_2