
Di rumah Nenek Tari
" Gayatri, Nenek lagi membuat pisang goreng. Apakah Gayatri suka ? " ujar Nenek Tari sambil meletakkan sepiring pisang goreng di atas meja.
Gayatri hanya diam saja sambil menatap pisang goreng yang ada di depannya.
" Gayatri , kenapa malah diam saja ? " ujar Nenek Tari sambil menyentuh bahu Gayatri.
" I-iya Nek ,aku suka," jawab Gayatri tampak gugup.
" Pasti suaminya sudah menceritakan semuanya. Aku harus hati-hati dengan cucuku ini, " gumam Nenek Tari di dalam hatinya.
" Gayatri, tidak usah takut. Pisang gorengnya aman kok. Tadi aku sudah melihatnya sendiri ketika Nenekmu membuatnya,"bisik Gandi
" Gandi, kamu kok tidak pernah tidur di rumahmu ? Apakah orang tuamu nanti tidak khawatir padamu ?" tanya Gayatri merasa tidak enak dengan Gandi.
" Tenang saja, yang menyuruhku untuk menemanimu adalah Ibuku sendiri. Ibu begitu khawatir dengamu," sahut Gandi.
" Wah ! Ibumu baik sekali ," balas Gayatri sambil tersenyum.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jam 00 : 00
Seperti biasa Gayatri tidur di temani oleh Gandi. Mereka tidur begitu lelap hingga tidak sadar kalau dari tadi ada sesosok Leak Rangda dengan taring panjang,lidah yang panjang,payudara yang panjang ,kuku yang sangat panjang ,dan dengan rambut acak-acakan.
Leak Rangda itu tersenyum menatap Gayatri yang tengah tidur.Setelah itu dia duduk di atas pergelangan kaki Gayatri sambil menatap gadis itu begitu lama. Gayatri yang menyadari ada sesuatu yang berat di pergelangan kakinya dia langsung membuka matanya.
Mata Gayatri langsung terbelalak lebar melihat ada sesosok yang begitu menyeramkan duduk di kakinya.
" Kenapa dia bisa menyentuhku ? Padahal aku masih memakai gelang yang di berikan Jro Balian ( Dukun ) itu ? "pikir Gayatri merasa bingung dan tampak ketakutan.
__ADS_1
Leak Rangda itu mengarahkan kedua tangannya ke arah wajah Gayatri sambil tersenyum. Gayatri semakin ketakutan , dia ingin memanggil Gandi ,namun dia begitu kesulitan mengeluarkan suaranya.
" Gandi, tolong aku! " gumam Gayatri di dalam hatinya sambil meneteskan air matanya.
Gayatri juga merasakan tangannya terasa berat, tapi dia berusaha menggerakkan sebelah tangannya. Dengan gerakan tangan yang begitu pelan dan gemetar ,Gayatri menyingkirkan bantal guling yang di pakai sebagai pembantas antara dirinya dan Gandi. Namun Gayatri tetap belum bisa menyentuh Gandi . Gayatri lalu mengambil lagi bantal guling yang tadi , dan setelah itu dia mendorong bantal guling itu berkali-kali hingga Gandi membuka matanya.
" Gayatri , kenapa kamu..." Gandi tidak melanjutkan ucapannya setelah melihat Leak Rangda yang ingin menyentuh wajah Gayatri.
Gandi langsung menendang tubuh Leak Rangda itu menggunakan kekuatannya hingga tubuhnya terpental ke tembok. Leak Rangda itu merasa kesakitan dan setelah itu menghilang.
Gandi menghampiri Gayatri yang menangis dan ketakutan.
" Gayatri, tenanglah! Leak itu sudah pergi , jadi kamu tidak usah takut," ucap Gandi sambil menenangkan Gayatri .
" Tubuhku lemas sekali. Aku bingung kenapa Leak itu bisa menyentuhku ? Bukankah aku masih memakai gelang ini ? " ujar Gayatri merasa bingung
" Aku juga bingung. Kalau begitu coba kamu sentuh aku," kata Gandi
" Kalau nanti kamu kesakitan bagaimana ? " tanya Gayatri
Gayatri lalu menyentuh tangan Gandi, namun Gandi tidak merasakan rasa sakit sedikitpun.
" Bagaimana ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.
" Aku tidak merasakan apa-apa. Ada apa dengan gelang ini ? " ujar Gandi sambil menatap gelang yang ada di pergelangan tangan Gayatri.
" Kenapa bisa seperti itu ? " tanya Gayatri merasa bingung sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Coba aku pinjam gelangmu itu, aku akan mengeceknya," kata Gandi
Gayatri lalu melepas gelang itu ,dan memberikannya pada Gandi.
" Gayatri , saat ini tidak ada kekuatan apapun di gelangmu ini. Aku jadi bingung, kenapa bisa seperti ini ," ucap Gandi terlihat sangat bingung.
__ADS_1
Mata Gayatri membulat mendengarnya.
" Kalau gelang itu tidak ada kekuatan lagi , berarti semua Leak dan mahkluk halus lainnya akan bisa menyentuhku dong ? " tanya Gayatri
" Iya benar . Tapi tenang saja, nanti aku yang akan mencari tahu semuanya, dan nanti aku yang akan melindungimu," balas Gandi.
"Baiklah ,terimakasih," sahut Gayatri terlihat tidak bersemangat.
"Tidak usah di pikirkan gelang itu. Aku yang akan melindungimu . "Gandi memeluk Gayatri yang tengah melamun memikirkan nasibnya nanti.
Tiba-tiba Raja Wong Samar ( Raja Jin ) datang dan berdiri di depan mereka. Gayatri terlihat terkejut melihat Raja Wong Samar. Di lihat dari wajahnya , Gayatri sudah tahu kalau itu adalah Wong Samar ( bangsa Jin ) ,karena wajahnya mirib Lio.
" Ayahanda ?" ucap Gandi sambil menatap Raja Wong Samar.
" Kenapa Ayahanda kemari ? " tanya Gandi merasa bingung.
" Gandi, aku menyuruhmu agar membawa Gayatri ke Kerajaan Wong Samar. Ayahanda ingin mengenalkan Gayatri dengan keluarga besar kita. Tapi kamu tidak pernah mendengarkan ucapan Ayahanda," ucap Raja Wong Samar menatap tajam ke arah Gandi dan Gayatri.
"Aku tidak akan membawa Gayatri ke kerajaan kita, " bantah Gandi
" Ayahanda hanya ingin mengenalkan Gayatri, dan setelah itu kamu boleh membawanya kemari lagi," balas Raja Wong Samar
" Aku tetap tidak mau," tolak Gandi dengan wajah merah padam
Gandi menggenggam dengan begitu erat tangan Gayatri.
" Kalau kamu tidak mau , maka aku akan menyakiti Kakek dan Nenekmu," ancam Raja Wong samar dengan wajah terlihat marah.
" Ayahanda memang sangat keterlaluan," teriak Gandi terlihat begitu emosi.
" Gayatri ,menantuku. Tolong, datanglah ke Kerajaan kami," ucap Raja Wong Samar sambil menatap Gayatri
" Gayatri , jangan dengarkan ucapannya," sahut Gandi sambil menatap Gayatri.
__ADS_1
" Terserah apa katamu. Yang penting kamu harus membawa Gayatri ke Kerajaan kita. Kalau tidak maka Ayahanda akan menyakiti Kakek dan Nenekmu," ancam Raja Wong Samar yang langsung pergi meninggalkan Gayatri dan Gandi.