
" Ibu, kenapa kita mesti merayakan hari Raya Galungan ? " tanya Gayatri seraya menatap Ibunya yang sedang membuat kue untuk di pakai di hari Raya Galungan.
" Hari Raya Galungan adalah hari suci di mana umat hindu merayakan turunnya para dewa dan para leluhur ke bumi dan menemui keturunannya."
" Jadi roh leluhur kita yang sudah suci akan turun dari surga dan menemui keluarganya ,Bu ?"
" Iya , benar. Biasanya roh leluhur kita kadang datang lewat mimpi agar keluarganya tahu kalau dia telah pulang," terang Luh Ani.
" Wah, hebat. Apa roh leluhur kita pernah datang ke mimpi Ibu ? "
" Tentu pernah . Setiap hari raya Galungan Ibu sering bermimpi ada leluhur kita yang berkunjung kesini,"
" Ibu , kalau seandainya umat Hindu tidak merayakan hari raya Galungan , apakah akan terjadi sesuatu yang buruk ? " tanya Gayatri seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Kata Galungan sendiri berasal dari bahasa Jawa Kuno yang berarti bertarung atau menang, Galungan juga berasal dari Dungulan yang berarti menang. Di kalender Bali wuku ke sebelas bernama Dungulan sedangkan di Jawa bernama Galungan, namanya memang berbeda tetapi memiliki arti sama yaitu kemenangan. Menurut Lontar Purana Bali Dwipa, hari raya Galungan tersebut pertama kali dirayakan di Bali pada hari Purnama kapat tepat Budha Kliwon Dungulan, tanggal 15 , tahun saka 804 atau 882 masehi. Namun, ritual perayaan ini pernah terhenti selama bertahun-tahun,"
__ADS_1
" Lalu apa yang terjadi ,Bu ?"
" Akibatnya raja-raja yang berkuasa di Bali kala itu banyak yang wafat dalam usia muda. Selain itu , Pulau Dewata juga terus-menerus diguncang berbagai bencana, demikian dikisahkan dalam Lontar Sri Jayakasunu. Hingga akhirnya, pada masa pemerintahan Raja Sri Jayakasunu, perayaan Galungan diadakan kembali. Awalnya, sang raja heran mengapa raja-raja sebelumnya berumur pendek dan Bali sering dilanda musibah. Raja Sri Jayakasunu pun bersemedi. Dalam pertapaannya, dia mendapatkan bisikan yang dipercaya berasal dari Dewi Durga. Dari wangsit itu, terkuat alasan mengenai berbagai keanehan yang terjadi selama ini, yaitu karena rakyat Bali sudah melupakan peringatan Galungan.Atas perintah Raja Sri Jayakasunu, perayaan Galungan kembali dihidupkan, dan terus diadakan secara turun-temurun hingga saat ini."
" Lalu kenapa dulu sempat terhenti ,Bu ? " tanya Gayatri dengan penasaran.
" Dahulu di Bali ada seorang raja angkara murka bernama Mayadenawa. Raja yang sangat sakti ini kerap berbuat adharma atau kejahatan. Dengan kesaktiannya, Mayadenawa tak hanya menguasai Bali, tapi juga pulau Lombok, Blambangan, bahkan hingga tanah Bugis. Lantaran merasa paling sakit, Mayadenawa memerintahkan rakyatnya untuk menyembah dirinya. Dewa-dewa dilarang disembah, bahkan banyak pura dan tempat beribadah yang dihancurkan atas perintah Raja lalim itu. Kelakuan Mayadenawa yang sudah melampaui batas membuat rakyat resah . Hingga akhirnya, seorang pemuka agama yang juga pemangku Agung Pura Besakih bernama Mpu Sangkul putih bersemedi untuk memohon petunjuk dari Tuhan. Mpu Sangkul Putih akhirnya mendapat ilham. Dia diberi petunjuk agar pergi ke Jawa Dwipa atau India untuk meminta bantuan. Mpu Sangkul Putih melaksanakan wangsit yang didapatnya itu, dan akhirnya mendapat bantuan. Menurut mitologinya, bantuan itu diberikan oleh Dewa Indra, Dewa yang menguasai cuaca. Singkat cerita, terjadilah pertempuran hebat antara kubu Mayadenawa dan pasukan milik Dewa Indra. Pasukan pimpinan Mayadenawa kewalahan . Raja yang kejam itu beberapa kali melakukan tindakan licik ,namun tetap saja Mayadenawa kalah. Mitologi inilah yang menjadi dasar peringatan Hari Raya Galungan , bahwa dharma atau kebaikan akan mampu mengalahkan adharma alias kejahatan," tutur Luh Ani menjelaskan.
" Oh begitu, aku baru tahu semua itu. Lalu kalau hari Raya Kuningan ,Bu ? " tanya Gayatri lagi
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di Kerajaan Wong Samar.
Saat ini Gandi masih berada di kerajaan Wong Samar. Dia belum bisa kembali ke dunia manusia karena dia harus bicara dengan Ayahandanya mengenai masalah yang terjadi di Kerajaannya.
__ADS_1
Gandi merasa bingung harus melakukan apa saat ini. Di dalam hatinya yang paling dalam pria itu ingin memilih Gayatri dan tinggal di dunia manusia, tetapi rakyat Wong Samar tidak terima kalau Gandi tinggal di dunia manusia dengan status yang sudah menikah dengan Gayatri. Tapi kalau dia memilih Kerajaannya, maka dia harus melupakan Gayatri untuk selamanya.
" Gandi, sekarang kita harus melakukan apa ? " tanya Lio seraya duduk di samping Gandi.
" Aku juga tidak tahu. Rasanya kepalaku mau pecah memikirkan semuanya. Apa aku bawa saja Gayatri kemari ? "
" Gayatri adalah gadis yang memiliki kelebihan, dia bukan manusia biasa seperti Ibunda. Kalau Gayatri di bawa ke sini pasti akan ada yang ingin memangsanya," terang Lio menjelaskan.
" Tapi bukankah Gayatri saat ini tidak bisa di mangsa semenjak dia tidak makan daging ? " tanya Gandi seraya menaikkan sebelah alisnya.
"Tapi tetap saja , kalau ada yang mengganggu Gayatri dan dia tidak bisa menahan amarahnya maka kerajaan kita bisa hancur. Lagian orang yang memiliki kelebihan khusus seperti Gayatri tidak boleh tinggal di sini terlalu lama karena kita berbeda denganya. Kalau dia tinggal di sini terlalu lama maka umurnya pasti tidak akan lama lagi. Berbeda dengan Ibunda, kalau Ibunda adalah wanita biasa. Walaupun begitu, setelah adikmu bertambah dewasa , maka Ibunda juga pasti akan menjadi Wong Samar . Para manusia biasa yang tidak memiliki kelebihan khusus nantinya tidak akan bisa melihat Ibunda. Hanya manusia yang memiliki mata batin yang bisa melihatnya, dan itu karena Ibunda sudah terlalu lama ada di sini," terang Lio.
" Kamu memang benar. Rasanya tidak ada solusi sedikitpun yang muncul di kepalaku. Gayatri pasti akan sangat sedih jika mengetahui semua ini. Selama ini dia hanya dekat denganku saja. Aku juga begitu menyayanginya. Tidak pernah terlintas di pikiranku untuk meninggalkannya. Aku selalu merasa nyaman dan bahagia jika berada di dekatnya. Apalagi kami sudah bersama-sama sedari kecil. Bermain bersama , bercerita dan tertawa bersama. Itu sungguh menyenangkan dari pada berada di sini dan mendengar Ayahanda yang setiap hari selalu marah-marah padaku. Apalagi orang tua Gayatri sangat baik padaku. Sebenarnya aku tidak terlalu membutuhkan ikatan pernikahan ini , karena bagiku berada di dekatnya dan tertawa bersama dengannya saja rasanya sudah sangat senang , tapi Ayahanda sendiri waktu itu yang menikahkan kami secara paksa. Aku memang mencintai Gayatri , tapi aku sadar kalau aku berbeda dengannya. Ini semua gara-gara Ayahanda," ucap Gandi dengan air mata yang sudah menetes
" Ya kamu memang benar. Ini semua karena Ayahanda . Kalau begitu lebih baik kita temui Ayahanda. Siapa tahu Ayahanda punya solusi dalam menyelesaikan masalah ini," kata seraya beranjak dari tempat duduknya. Gandi lalu mengikuti Lio dari belakang dengan tatapan mata yang kosong.
__ADS_1