MELIK

MELIK
Terkena racun buatannya sendiri


__ADS_3

" Kakek , siapa itu Bawi Srenggi ? " tanya Rara seraya menatap Kakek Parjo .


" Sebelum menjadi iblis, Bawi srenggi adalah seorang Gandarwa ( penghuni surga ) yang bertugas menjaga gerbang Surga Indraloka. Dia memiliki saudara bernama Gudug Pasu. Mereka berdua sama-sama memiliki keinginan untuk mempersunting Dewi Sri. Mereka pun bertarung mengadu kesaktian. Lalu datanglah Dewa Siwa dan mengatakan bahwa Dewi Sri telah turun ke Bumi bersama Kakaknya Dewa Rambut Sedana untuk mensejahterakan rakyat di bumi. Mengetahui hal itu mereka pun memutuskan turun ke Bumi. Bawi Srenggi menuju barat laut dan Gudug Pasu menuju timur laut. Setelah berbulan-bulan mencari, Bawi Srenggi hanya berjumpa dengan serumpun bambu kuning, dan dia mencari di dalam rumpun bambu itu. Tiba-tiba terdengar suara ' Oh Bawi Srenggi , memang Dewi Sri telah turun ke bumi, di timur laut adanya, ketika kau bertemu cekung tanah di sanalah Dewi Sri berada'. Begitu mendengar suara itu Bawi Srenggi segera menuju ke tempat yang ditunjukkan oleh suara tadi. Sampailah dia di sebuah sawah di Kerajaan Medang Kemulan dan mengetahui Dewi Sri ada di sana dia menghancurkan sawah itu demi menemukan Dewi Sri. Hal itu membuat Dewi Sri murka dan mengutuk Bawi Srenggi menjadi setan babi hutan yang ganas. Bawi Srenggi sangat marah akan hal itu. Dia mengamuk,rumah warga di hancurkannya, dan pepohonan ditumbangkannya. Mengetahui kemunculan iblis babi tersebut, Raja Medang Kemulan mengerahkan pasukannya untuk membunuh iblis itu, namun mereka dibanting habis oleh Bawi Srenggi."


" Lalu Kek ? "


" Tiba-tiba terdengar suara gaib, bahwa iblis babi itu hanya bisa dibunuh dengan bambu kuning runcing. Sang Raja Medang Kemulan pun membuat bambu runcing dan segera menyerang iblis babi itu bertubi-tubi, membuat tubuh si iblis terluka parah.Ketika sekarat Bawi Srenggi berkata ' Hai Raja, kini kau telah berhasil membunuhku, namun aku belum berhasil mempersunting Dewi Sri, selama itu pula aku akan terus mencari Dewi Sri'. Setelah itu I Bawi Srenggi pun tewas , darahnya berubah menjadi candang api. Nafasnya berubah menjadi candang kubal. Kukunya berubah menjadi candang getep. Ekornya menjadi candang kibul. Semua itu merupakan hama bagi tumbuhan padi," tutur Kakek Parjo menjelaskan.


" Wah , hebat sekali. Ternyata semua yang ada di dunia ini memiliki kisah tersendiri. Oh iya Kek, di Bali sering diadakan Calon Arang, kira-kira apa tujuannya diadakan Calon Arang ? " tanya Rara seraya fokus menatap Kakek Parjo.


" Pementasan Calonarang adalah salah satu seni teater Bali yang sangat disakralkan oleh masyarakat Bali, terutama pementasan Calonarang yang dilaksanakan di Pura . Ini merupakan perantara bagi masyarakat untuk memperoleh anugerah dari Ida Sesuhunan yang berstana di Pura tersebut . Namun masyarakat AWAM saat ini hanya beranggapan bahwa pentas Calonarang itu hanya sebatas mengarak mayat sambil nantang Leak. Bagi mereka yang benar-benar suka menyaksikan Pentas Calonarang sudah pasti tahu makna dari pementasan tersebut. Tujuan utama dari Pentas Calonarang adalah ' Ngeruwat Bhumi' yaitu membersihkan alam semesta. Dalam Pentas Calonarang para Bhuta Kala dan segala kekuatan bersifat gelap dipanggil lalu dengan mempetaskan sebuah pertunjukan seni mereka semua di sucikan agar tidak lagi mengganggu kehidupan manusia. Terlepas dari berbagai kisah-kisah legendaris yang dilakonkan. Pentas Calonarang merupakan simbolis turunnya Dewi Parwati dan Dewa Siwa.Atribut Tingga atau Tragtag dalam Pentas Calonarang merupakan simbol surga dimana Dewi Parwati, Ibu dari alam semesta bersemayam. Beliau turun dari Tingga ke panggung pementasan yang merupakan simbol bumi. Dewi Parwati turun ke bumi berwujud sebagai Dewi Durga yang dipersonifikasikan sebagai sesuhunan Rangda. Beliau turun bersama para bidadari yang berubah menjadi berbagai macam Bhuta berwujud menakutkan. Kemudian Dewi Durga bertemu dengan Dewa Kala Rudra yaitu perwujudan dari Dewa Siwa yang di personifikasikan sebagai sesuhunan Barong. Setelah itu beliau diberikan berbagai macam persembahan Banten agar bisa disucikan kembali Dewi Durga menjadi Dewi Parwati. Dan para Bhuta juga di sucikan kembali menjadi mahkluk surgawi sehingga seluruh bencana, wabah,dan berbagai macam kekuatan Negatif sirna," tutur Kakek Parjo seraya tersenyum.


" Aku baru tahu kalau tujuan diadakan calonang adalah untuk mensucikan Dewi Durga dan para Bhuta. Aku kira tujuan di adakan calonang hanya untuk menatang para Leak,"kata Rara


" Tapi sekarang Rara sudah tahu kan ? " tanya Kakek Parjo seraya menaikkan alisnya.

__ADS_1


" Ya ,Kek," sahut Rara seraya tersenyum.


Sedangkan Gandi saat ini sedang pergi menuju ke rumah Nenek Tari. Wayan Rasta meminta Gandi melihat Nenek Tari, karena dia curiga kalau ini semua adalah perbuatan Ibunya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Di rumah Nenek Tari


Tadi malam,Nenek Tari pergi ke rumah Wayan Rasta dalam wujud seorang Leak. Dia ingin mengganggu cucunya dan memberinya racun, namun rencananya itu malah gagal . Racun yang ingin dia masukkan ke dalam mulut Gayatri, tetapi malah masuk ke mulutnya sendiri. Nenek Tari lalu terluka dan jatuh sakit karena terkena racun buatannya sendiri dan karena terkena racun ular yang melindungi Gayatri.


Tadi pagi Ketut Erni begitu terkejut melihat keadaan Ibunya yang terluka. Nenek Tari saat ini berbaring lemah di tempat tidurnya. Ketut Erni terus menangis melihat keadaan Ibunya yang seperti itu. Saat melihat keadaan Ibunya yang seperti itu, Ketut Erni hanya bisa meminta tolong pada Neneknya.


" Ibumu saat ini sudah tidak bisa diselamatkan lagi. Saat ini dia masih bisa bernafas karena di dalam tubuhnya masih ada Barang Pengeleakannya. Kalau Barang Pengeleakan itu di wariskan , maka Ibumu pasti langsung meninggal,"terang Neneknya.


Ketut Erni langsung menangis histeris mendengar ucapan Neneknya. Dia tidak ingin kehilangan ibunya, karena hanya ibunya yang selama ini selalu ada untuknya.

__ADS_1


" Nenek juga tidak terima dengan semua ini. Tidak ada seorang Ibu yang tidak sedih melihat Putri kesayangannya telah pergi," ungkap Neneknya yang juga meneteskan air matanya.


"Kalau begitu kita harus membalas perbuatan mereka karena sudah membuat Ibuku seperti ini,"kata Ketut Erni dengan wajah berapi-api.


" Kamu memang benar. Kita harus membalas perbuatan mereka. Nenek akan membantumu membalas perbuatan mereka," balas Neneknya dengan wajah yang juga terlihat begitu marah. Dia tidak terima putrinya seperti itu.


Gandi yang melihat hal itu langsung pergi ke rumah Wayan Rasta.


" Bapak, ada masalah penting," ucap Gandi pada Wayan Rasta.


Kakek Parjo yang saat ini masih di sana langsung keluar dari kamarnya karena merasa penasaran.


" Masalah apa , nak ? "


" Ternyata Nenek Tari selama ini hanya berpura-pura kalau dia sudah berubah. Apa Nenek Tari dapat ke sini membawa makanan ? " tanya Gandi penasaran.

__ADS_1


" Iya, benar. Dia memang dapat kesini sambil membawa makanan untuk semuanya. Memang ada apa di makanan itu ? " tanya Wayan Rasta yang sudah tidak sabar.


"Makanan yang di berikan untuk Gayatri bumbunya sudah di campur dengan daging," ucap Gandi seraya menatap Wayan Rasta dan Kakeknya.


__ADS_2