MELIK

MELIK
Melupakan hal yang penting


__ADS_3

" Wayan , mungkin yang akan saya sampaikan akan membuat kalian sedih . Tapi kalian harus kuat demi Gayatri,"


" Memangnya kenapa dengan putri saya ,Jro ? " tanya Wayan Rasta dengan alis mata terangkat. Perasaan Wayan Rasta saat ini sudah tidak tenang , begitu juga dengan yang lainnya. Jantung mereka sudah berdebar-debar.


" Setelah saya lihat , kondisi Gayatri saat ini sangat tidak baik. Mungkin bulan ini dia akan meninggal," terang Jro Balian yang langsung menunduk.


Mata mereka langsung terbelalak lebar mendengar ucapan Jro Balian ( dukun ). Air mata mereka juga menetes begitu saja. Begitu juga dengan Gayatri. Walaupun keadaannya seperti itu , tapi dia masih bisa mendengar apa yang Jro Balian katakan barusan. Air mata gadis itu berlahan tumpah. Gadis itu begitu takut dengan kematian. Dia begitu takut dengan tempat yang pernah dia lihat waktu mati suri.


Air mata Gandi tiada hentinya menetes. Dia tidak ingin melihat Gayatri pergi meninggalkannya seperti dulu. Apalagi setiap hari dia hanya bersama Gayatri. Kemanapun Gayatri pergi , dia selalu mengikutinya.


" Dewa , tolong jangan ambil Gayatri . Aku tidak kuat di tinggalkan. Lebih baik kamu ambil nyawaku saja , asalkan Gayatri bahagia ," pikir Gandi yang terus menangis.


" Wayan , sepertinya kamu melupakan suatu hal yang sangat penting hingga putri kalian menjadi seperti ini ," ungkap Jro Balian sambil menatap Wayan Rasta.

__ADS_1


" Hal penting apa itu ,Jro ? " tanya Wayan Rasta yang terlihat bingung.


" Apakah kamu belum melakukan penebusan banten ? Orang yang memiliki kelebihan seperti Gayatri harus di tebus dengan sebuah banten suci hingga tiga kali. Penebusan bantennya bisa di lakukan selama enam bulan sekali atau setahun sekali hingga genap tiga kali. Dan yang terakhir baru melakukan upacara mewinten. Tapi sepertinya kamu melupakan itu ? Karena Gayatri belum di tebus dengan banten suci makanya keadaannya seperti sekarang ini. Di sakiti sedikit saja oleh mahkluk itu sudah langsung seperti ini," terang Jro Balian menjelaskan.


Upacara Mewinten adalah upacara yadnya yang bertujuan untuk membersihkan diri secara lahir dan batin.


Mereka langsung terdiam mendengar ucapan Jro Balian ( dukun ) . Yang di katakan oleh Jro Balian memang benar, mereka melupakan upacara penting tersebut.


Orang tua Gayatri langsung menyalahkan dirinya sendiri atas semua yang terjadi pada putrinya saat ini.


" Iya ,Jro. Apa kami bisa menyelamatkan putri kami jika besok kami melakukan penebusan banten itu ? " tanya Luh Ani penasaran. Air matanya terus mengalir setelah mendengar semuanya. Hatinya begitu sakit melihat kondisi putrinya yang seperti sekarang ini. Mana mungkin dia kuat kehilangan putrinya. Tidak akan ada seorang Ibu yang kuat melihat putrinya pergi untuk selamanya . Apalagi kalau melihat jasad putrinya di bakar di depan matanya.


" Melakukan penebusan banten harus mencari hari baiknya. Dan kalian pasti tahu itu kan ? Tapi untuk bulan ini tidak ada hari baiknya," ungkap Jro Balian yang juga merasa kasihan pada Gayatri.

__ADS_1


Mata mereka semakin membulat mendengar semuanya.


" Itu berarti putri saya tidak bisa di tolong sama sekali ,Jro ? " tanya Wayan Rasta. Tubuhnya mendadak lemas mendengar semuanya. Dia kira keadaan putrinya tidak separah ini , tapi ternyata dugaannya salah.


" Sekarang ini tidak akan ada yang bisa menolong Gayatri . Saat ini hanya Tuhan saja yang bisa menolongnya . Kalian berdoa saja , mudah-mudahan ada keajaiban dari Tuhan," ucap Jro Balian sambil menepuk bahu Wayan Rasta.


Luh Ani yang mendengar itu langsung menangis histeris dan pingsan.


******


Beberapa hari kemudian ...


Sudah seminggu Gayatri sakit. Tubuh Gadis itu saat ini semakin kurus . Wajahnya juga semakin pucat seperti seorang mayat.

__ADS_1


Saat ini mereka berusaha tersenyum di depan Gayatri. Dia yakin Gayatri sangat sedih mendengar semuanya. Begitu juga dengan Gandi yang selalu menghibur Gayatri agar tersenyum.


Pagi ini mereka menunggu kedatangan seorang Jro Balian. Dan ini adalah Jro Balian yang ke tujuh . Semua Jro Balian yang datang ke rumahnya , tidak ada yang mampu mengobati Gayatri. Dan mereka juga mengatakan hal yang sama .


__ADS_2