MELIK

MELIK
Mimpi


__ADS_3

Sudah banyak Jro Balian ( dukun ) yang datang mengobati Gayatri , namun salah satu dari mereka tidak ada yang bisa mengobati Gayatri. Semuanya mengatakan hal yang sama dan itu membuat Wayan Rasta dan Luh Ani merasa sedih memikirkan kondisi putrinya.


Mereka seperti tidak memiliki semangat hidup karena tidak ada yang bisa mengobati Gayatri.


" Luh Ani , kemarin malam Ibu dapat bermimpi tentang Gayatri. Di dalam mimpi Ibu Gagatri sedang memakai baju serba putih. Dia tersenyum pada Ibu dan setelah itu dia menghilang," ucap Ibunya sambil meneteskan air matanya.


" Aku juga , Bu. Di dalam mimpiku Gayatri mengemasi semua pakaiannya. Dia bilang mau pergi dan tinggal bersama Kakek Danar. Aku tidak bisa melihat putriku pergi ,Bu. " Luh Ani sudah menangis terisak-isak.


" Lebih baik kita berdoa agar Tuhan menyembuhkan Gayatri," balas Ibunya sambil memeluk Luh Ani yang saat ini masih menangis.


Suara tangisan Luh Ani hingga di dengar oleh Gayatri. Gadis itu tidak tega melihat keluarganya yang terus memikirkan keadaannya.


Semua tetangga dan keluarganya juga sudang datang menjenguk Gayatri dan mendoakan gadis itu agar cepat sembuh. Kadek Ayu dan Kakek Parjo juga datang menjenguk Gayatri.


" Ibu ,Bapak , maafkan aku jika selama ini selalu menyusahkan kalian. Kalau memang aku harus pergi , maka aku ikhlas . Tolong, jangan menangisi aku jika aku memang harus pergi. Semua yang berjiwa pasti akan mati sesuai ajalnya. Siapapun yang di takdirkan mati pasti akan mati meski tanpa sebab dan siapapun yang di kehendaki tetap hidup pasti akan hidup, jadi kalian tidak perlu sedih memikirkan aku. Kalau kalian sedih seperti sekarang ini, maka aku juga ikut sedih melihatnya," ucap Gayatri sambil menatap mereka.


" Gayatri, jangan bicara seperti itu , nak.   Bapak yakin kalau kamu pasti akan segera sembuh," balas Wayan Rasta sambil mengusap dengan lembut rambut putrinya.


" Lebih baik sekarang Gayatri tidur dulu ya ? " ujar Luh Ani yang berusaha menahan air matanya agar tidak menetes di depan putrinya.


" Iya ,Bu ." Gayatri berusaha menunjukan senyum manisnya di depan orang tuanya..


Mereka lalu keluar dari kamar Gayatri.


" Gandi , apakah kamu tidak mengantuk atau lelah ? Setiap hari hanya duduk sambil menatapku saja," ucap Gayatri sambil menatap Gandi yang duduk di sampingnya.


" Tidak kok . Aku tidak pernah merasakan lelah sama sekali jika ada di dekatmu. Sekarang tidurlah dulu," ujar Gandi. Pria itu sebenarnya merasakan tubuhnya begitu lelah , tetapi dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Gayatri.

__ADS_1


Gayatri lalu memejamkan matanya. Tumben gadis itu merasa begitu mengantuk sekali. Biasanya dia begitu kesulitan memejamkan mata karena perasaan takutnya yang teramat besar. Tapi kali ini rasa takutnya mendadak hilang.


Ketika Gayatri sudah tertidur , gadis itu tiba-tiba bermimpi yang sangat aneh. Dia bermimpi melihat seekor monyet menginjak tubuh Bapaknya yang sedang tertidur . Monyet itu tersenyum senang melakukan itu.


" Pergi, jangan lakukan itu ! " Mata Gayatri terpejam tapi bibirnya terus meracau tidak jelas. Kepalanya terus bergerak ke kanan dan ke kiri.


" Aku mohon pergi, jangan lakukan itu !"racau gadis itu kembali sembari terisak - isak tanpa mengeluarkan air mata. Hanya bibirnya saja yang mengeluarkan tangisan.


Gandi memandang wajah gadis itu yang masih meracau tidak jelas. Gandi merasa bingung melihat Gayatri yang seperti itu . Pria itu lalu membangunkan Gayatri.


" Gayatri, bangun Gayatri ," ucap pria itu sambil mengusap rambut gadis itu dengan lembut.


Tidak menunggu waktu lama , Gayatri lalu membuka matanya. Terlihat dengan jelas rasa takut yang terpancar di wajahnya.


" Gandi, aku takut sekali. Mimpi itu terasa seperti nyata," ucap Gayatri . Dia dapat merasakan seperti akan terjadi sesuatu pada Bapaknya.


" Aku bermimpi ada seekor monyet menginjak- nginjak tubuh Bapakku ," sahut Gayatri sambil menatap Gandi.


" Sepertinya ada yang punya niat jahat pada Bapakmu," jawab Gandi.


" Punya niat jahat ? Tapi siapa yang ingin melakukan hal itu pada Bapak ? Selama ini Bapak tidak pernah memiliki musuh ? " ujar Gayatri dengan suara pelan tetapi masih bisa di dengar oleh Gandi.


" Kamu tenang saja . Itu masalah gampang . Aku akan menyuruh Lio untuk menyelidiki semuanya," terang Gandi sambil menggenggam tangan gadis itu.


Gandi lalu memanggil Lio. Tidak menunggu waktu lama Lio sudah berdiri di samping Gandi.


" Gandi , tumben kamu memanggilku . Apa kamu butuh bantuanku ? " tanya Lio yang langsung menatap Gandi

__ADS_1


" Iya benar. Aku memang butuh bantuanmu," ucap Gandi


" Memang bantuan apa ? Baru kali ini kamu butuh bantuanku ," ujar Lio yang sudah tidak sabar menunggu jawaban Gandi.


" Lio , saat ini ada yang berniat ingin menyakiti Bapaknya Gayatri. Karena aku tidak bisa meninggalkan Gayatri jadi aku ingin minta tolong padamu untuk menyelidiki semuanya ,"tutur Gandi menjelaskan.


" Ternyata orang itu kejam juga ya ?Anaknya sudah sekarat , tapi sekarang dia mau menyakiti Bapaknya. Kalau begitu aku pergi dulu ," balas Lio yang langsung menghilang.


Tiga jam kemudian Lio datang dan langsung duduk di samping Gandi.


" Bagaimana ? Apa kamu sudah menemukan orangnya ? " tanya Gandi merasa penasaran. Pria itu dari tadi sudah tidak sabar menunggu kedatangan Lio.


" Orangnya adalah Nenek Tari, " jawab Lio


Mata Gayatri dan Gandi terbelalak lebar mendengar ucapan Lio.


" Mana mungkin Nenek Tari ingin menyakiti anaknya sendiri ? Aku tidak percaya. Pasti kamu salah orang," ucap Gayatri yang tidak percaya dengan ucapan Lio.


" Gayatri bicara benar. Mana mungkin Nenek Tari seperti itu," balas Gandi yang juga tidak percaya dengan ucapan Lio.


" Begini saja. Kalau kamu tidak percaya dengan ucapanku maka lebih baik kamu sendiri yang datang ke rumah Nenek Tari. Masalah Gayatri biar aku yang menjaganya," saran Lio pada Gandi.


" Baiklah. Kalau begitu tolong jaga Gayatri sebentar saja. Aku akan ke rumah Nenek Tari sekarang juga ," terang Gandi.


Gandi lalu meninggalkan Lio dan Gayatri.


Mohon maaf baru up. Saat ini author lagi sakit. Jangan lupa like, vote dan komentarnya🙏

__ADS_1


__ADS_2