
Tubuh Gandi penuh dengan luka cambukan , Ibunya langsung menangis saat melihat tubuh putranya yang seperti itu.
" Suamiku, kenapa kamu melakukan itu pada Gandi ? Apa kamu tidak kasihan kepadanya ? " tanya Kadek Ayu dengan mata berkaca-kaca.
" Aku melakukan itu karena dia tidak menuruti apa yang aku perintahkan. Aku menyuruhnya untuk mencari tahu apa kelemahan Gayatri tapi dia malah menolongnya. Tidak usah sedih karena melihat Gandi terluka, nanti juga lukanya akan sembuh. " Terang Raja Wong Samar( Raja Jin ) sambil menatap istrinya
" Kenapa kamu harus menyakiti gadis itu ? Kalau aku berada di posisi Gandi,aku juga pasti akan menolong gadis itu.Bukannya aku juga seorang manusia ? " tanya Kadek Ayu dengan mata berkaca-kaca.
" Tapi kamu dan Gayatri sangatlah berbeda. Gayatri adalah seorang gadis yang memiliki kelebihan, sedangkan kamu sama sekali tidak memiliki kelebihan yang sama dengan Gayatri." Jawab Raja Wong Samar sambil menghapus air mata istrinya.
Raja Wong Samar ( Raja Jin ) sangat mencintai istrinya. Kadak Ayu adalah seorang manusia biasa. Dulu saat Kadek Ayu berada di dunia manusia, dia pergi berenang ke pantai bersama orang tuanya. Namun saat itu musibah tiba-tiba menimpanya, Kadek Ayu tenggelam di Pantai ,dan orang tuanya tidak bisa menyelematkannya. Kedua orang tuanya menggira kalau Kadek Ayu sudah meninggal dunia, padahal putrinya masih hidup karena di selamatkan oleh Raja Wong Samar. Kadek Ayu di rawat selama 1 bulan lebih oleh Raja Wong Samar. Seiring berjalannya waktu ,benih-benih cinta tumbuh di hati mereka berdua ,hingga mereka memutuskan untuk menikah. Semenjak itu Raja Wong Samar tidak pernah mengizinkan istrinya untuk pergi ke dunia manusia. Dia takut istrinya tidak kembali bersamanya lagi.
" Aku ingin menemui Gandi dulu, dia sepertinya belum makan apapun." Kata Kadek Ayu
" Iya , pergilah ! " balas suaminya sambil mengecup keningnya.
Kadek Ayu lalu mengambilkan makanan ,dan setelah itu menemui Gandi yang ada di kamarnya.
" Gandi,ayo bangun nak ! " ucap Kadek Ayu sambil menyentuh bahu Gandi.
" Iya Ibunda," sahut Gandi yang langsung bangun.
"Maafkan Ayahanda ya sayang ? " Kata Kadek Ayu sambil mengusap rambut putranya.
" Apa Ibunda tidak merindukan Kakek dan Nenek yang ada di dunia manusia ?" tanya Gandi sambil menatap Ibunya.
__ADS_1
" Tentu Ibunda merindukan mereka, tapi Ayahandamu tidak mengizinkan Ibunda menemui mereka. Ayahanda takut kalau nanti Ibunda tidak kembali kesini lagi, " ucap Ibunya sambil meneteskan air matanya.
" Kalau begitu biar Gandi yang menemui mereka. Berikan saja alamat mereka kepadaku, nanti aku dan sahabatku yang akan menemui mereka. Bagaimana ? Apa Ibunda setuju ? " tanya Gandi
" Wah ! Ternyata anak Ibu memang pintar," puji Kadek Ayu. "Kalau begitu nanti Ibunda kasih alamatnya, tapi kamu harus janji supaya Ayahanda tidak mengetahui masalah ini." Terang Kadek Ayu sambil tersenyum.
" Ya ,Ibunda. Aku janji akan merahasiakan semuanya." Balas Gandi
Besoknya..
Hari ini Gandi ingin mengajak Gayatri untuk mencari Kakek dan Neneknya.
" Ibu ,aku mau ke rumah temanku dulu ya ? Aku ingin bermain di sana, " Ujar Gayatri berbohong
" Iya, tapi jangan nakal di sana dan jangan pernah membuka gelang ini lagi," ucap Luh Ani mengusap rambut Gayatri
Gayatri lalu pergi bersama Gandi untuk mencari Kakek dan Neneknya.
" Gandi ,bagaimana nanti kamu bicara dengan Kakek dan Nenekmu ? Mereka pasti tidak bisa melihatmu." Tanya Gayatri dengan bingung
" Aku akan menggunakan ilmuku , agar mereka bisa melihatku," balas Gandi
Gandi dan Gayatri sudah berjalan cukup jauh, dan sekarang mereka akan melewati sebuah sungai.
" Gayatri ,tunggu dulu."Kata Gandi
__ADS_1
"Ada apa ? Apa kamu capek ? " tanya Gayatri sambil menoleh ke belakang.
" Aku ragu melewati sungai itu, " ucap Gandi sambil menunjuk ke arah sungai itu.
"Kenapa begitu ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.
" Di sana ada I Bake. " Jawab Gandi.
Gandi merasa takut kalau nanti Gayatri terluka karena dirinya.
" I Bake ? Apa itu I Bake ? Namanya terdengar aneh sekali ," kata Gayatri
" I Bake adalah salah satu jenis Bhuta Kala atau mahkluk halus dalam keyakinan bali. Mahkluk ini tinggal di pinggiran sungai berarus deras, tepi-tepi curang atau tegalan dekat sungai. Bake di kenal suka mengganggu manusia, bahkan dia tidak segan-segan untuk membunuh siapapun yang masuk ke wilayahnya." Tutur Gandi dengan wajah terlihat cemas
" Wujudnya seperti apa ? " tanya Gayatri dengan wajah yang terlihat penasaran
" Bake berwujud menyerupai manusia, berkulit hitam legam,bertubuh tinggi kurus dengan lengan yang sangat panjang, tapi kadang juga tubuhnya tinggi besar, dan di penuhi sisik besar. Bake kerap muncul ketika terjadi air bah di sungai atau banjir.Mahkluk ini sangat membenci keberadaan manusia , dan tidak suka bila ada manusia yang masuk ke wilayahnya, karena itulah mereka suka menyembunyikan manusia yang sedang mandi di sungai atau pemancing. Konon Bake bisa menciptakan aliran air yang deras atau pusaran air untuk menenggelamkan orang. Ketika merasa terganggu dengan manusia yang memasuki wilayahnya, Bake akan menyilapkan mata orang tersebut sehingga dia akan berenang menuju perairan yang deras, kemudian dia akan membuat kaki dan tangan korban tidak bisa di gerakkan, setelah si korban tenggelam cukup dalam, maka Bake akan menyeretnya." Tutur Gandi sambil menatap ke arah sungai itu.
" Seram juga ya ? " ucap Gayatri
" Bake juga di katakan mengganggap manusia yang tenggelam sebagai permainan atau hiburan. Mereka suka mempermainkan orang yang tenggelam seperti menunggangi atau menyeretnya ke sana kemari sampai si korban kehabisan nafas dan tewas. Selain itu Bake juga suka mencuri bagian tubuh manusia. Ketika ada mayat manusia yang hanyut di sungai dan ada bagian tubuhnya seperti telinga, jari, dan bahkan alat vital yang menghilang secara misterius ,maka pasti Bake yang mencurinya."Terang Gandi
" Tidak usah takut dengannya, bukannya aku sudah memakai gelang. Kamu tenang saja, selama melewati sungai ini ,aku akan terus berdoa. Kamu juga saat ini bersamaku, aku yakin kamu tidak akan membiarkan aku terluka," ucap Gayatri sambil tersenyum
" Aku hanya merasa takut saja, aku takut tidak bisa melindungimu,dan aku takut kehilangan sahabat sepertimu. Kamu tahu kemarin aku sangat sedih sekali, rasanya aku ingin ikut saja bersamamu. Hanya kamu sahabat yang aku miliki, bahkan di bangsaku aku tidak memiliki seorang sahabat ,karena aku hanya tinggal di dalam kerajaan saja." Sahut Gandi dengan wajah terlihat sedih.
__ADS_1
" Selama ini kamu selalu melindungiku, dan aku juga tidak memiliki sahabat disini. Teman-temanku tidak suka berteman denganku. Mereka bilang kalau mereka tidak mau berteman denganku karena aku di sukai sama banyak mahkluk aneh . Mereka takut di gangguin juga , jadi mereka selalu menjauhiku. Di Sekolah aku juga lebih banyak sendiri." Ucap Gayatri sedih
"Tidak usah di pikirkan, aku akan selalu menjadi sahabatmu." Balas Gandi sambil tersenyum.