MELIK

MELIK
Kerauhan


__ADS_3

" Kakek , sebenarnya apa itu kerauhan ?"tanya Gayatri pada Kakek Parjo.


" Kerauhan adalah sebuah tradisi yang diwariskan oleh para leluhur sejak dahulu di Bali. Kerauhan merupakan sebuah pembuktian tentang kemahakuasaan Tuhan beserta manifestasinya. Namun perlu di ingat bahwa kerahuan tidak terjadi di sembarang tempat. Kerauhan di laksanakan pada tempat tertentu dan dengan ritual keagamaan yang melibatkan pemuput upacara seperti sulinggih dan pemangku. Kerauhan secara sederhana berarti kedatangan. Apa yang datang tidak lain adalah suatu kekuatan gaib atau makhluk lainnya. Kekuatan yang datang dari dunia lain itu lalu memasuki atau meminjam tubuh seseorang untuk dijadikan sebagai media untuk mengkomunikasikan suatu yang bersifat informasi dari dunia lain ke dunia kita sehingga bisa diterima maksudnya. Jenis kerauhan dalam ritual upacara secara umum dapat dikategorikan menjadi empat,"


" Apa saja itu ,Kek ? "


" Yang pertama yaitu Merangkak (tubuh menyentuh tanah). Kerauhan dengan gerakan merangkak, yang masuk ke tubuh orang yang kerauhan adalah kendaraan suci dari Ide Bhattara atau Bhattari. Yang kedua yaitu Ngurek ( menusuk diri dengan senjata tajam ). Kerauhan dengan gerakan Ngurek yang masuk ke tubuh orang ini adalah Pepatih Ida Bhattara atau Bhattari."



" Kakek , siapa itu Bhattara atau Bhattari ? " tanya Gayatri seraya menaikkan sebelah alisnya.


" Bhattara atau Bhattari adalah utusan Tuhan sebagai pelindung umat manusia dalam tradisi Hindu,"


" Lalu yang ke tiga apa ,Kek ? " tanya Gayatri penasaran


" Yang ketiga yaitu Menari-nari. Kerauhan dengan gerakan menari-nari yang masuk ke tubuh orang tersebut adalah seorang bidadari. Lalu yang keempat adalan Diam. Kerauhan dengan tanpa gerakan (diam ) yang masuk ke tubuh orang ini adalah Ida Bhattara atau Bhattari. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada tradisi kerauhan dalam ritual upacara agama Hindu adalah ketika kerauhan yang merasuki bukanlah roh jahat ataupun setan. Melainkan roh yang suci atau baik yang akan memberikan petunjuk bagaimana melaksanakan ritual, sehingga melalui perantara itu masyarakat dapat mengetahui apakah ritualnya itu lengkap sempurna atau kurang. Itupun kalau terjadi di area Pura tapi kalau terjadi di luar area Pura di sebut dengan Kerangsukan. Sebagai umat Hindu kamu harus tahu bagaimana ciri-ciri orang Kerauhan."


"Ciri-cirinya bagaimana ,Kek ? " tanya Gayatri lagi.


" Orang kerauhan biasanya kedua matanya tertutup, dan badannya terasa dingin. Sedangkam kalau kerangsukan terjadi akibat badan kasar manusia di rasuki roh halus , jin maupun roh jahat lainnya. Ciri-cirinya berupa mata terbuka dan tingkah laku maupun perilakunya tidak menunjukan sifat Dewa,"


" Kakek , bagaimana cara menguji kalau orang itu benar-benar kerauhan ? " tanya Gayatri seraya menatap Kakek Surya.


" Untuk menguji orang kerauhan dan apalagi saat ini sedang marak terjadi. Ada dua cara yang dapat di lakukan. Pertama di uji dengan api. Orang yang benar-benar kerahuan tidak akan merasa panas jika menginjak ataupun terkena api. Yang kedua bisa di uji dengan air. Orang yang benar-benar kerauhan ketika di siram dengan air dia tidak akan basah. Orang kerauhan juga memiliki tingkatan. Kerauhan dengan tingkat kesadaran hilang total dan kerauhan dengan tingkat setengah sadar. Orang yang kerauhan dengan tingkat kesadaran hilang total , dia tidak akan mengingat apa-apa setelah dirinya sadar.Sementara kerauhan dengan tingkat setengah sadar, dia masih bisa mendengar suara, namun tidak dapat mengendalikan ucapan dan gerakan tubuhnya. " terang Kakek Parjo.


" Oh begitu. Aku baru mengerti sekarang. Terima kasih, Kek." Balas Gayatri seraya tersenyum.

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sore harinya, Gayatri berpamitan pada Nenek Ratih dan Kakek Parjo. Dia pulang membawa seekor anjing pemberian Kakek Parjo.


Di tengah jalan Gayatri dan Gandi istirahat di sebuah sungai.


" Gandi , sungainya indah sekali ya ? " ujar Gayatri seraya menatap Gandi yang dari tadi diam saja.


" Gandi , kamu kenapa ? Aku lihat dari tadi kamu hanya diam saja," kata Gayatri seraya menatap Gandi dengan bingung.


" Aku juga tidak tahu, entah kenapa perasaanku tiba-tiba saja tidak enak," sahut Gandi seraya menatap air sungai yang ada di depannya.


" Kalau begitu cobalah nanti pulang ke rumahmu agar perasaanmu menjadi lebih tenang,"


" Baiklah, aku akan ke sana setelah kamu sampai di rumah," balas Gandi yang kemudian merebahkan tubuhnya sebentar. Sedangkan Gayatri sedang asyik bermain dengan anjingnya.


Gayatri lalu melihat ke sekelilingnya. Betapa kaget dia saat melihat dengan mata kepalanya sendiri, ada sesosok mahkluk mengerikan berwujud menyerupai manusia bertubuh kecil. Yang membuatnya semakin ngeri, makhluk tersebut memiliki ukuran kepala yang besar dengan satu buah bola mata besar yang menyerupai sosok Bhuta Togtog-sil pada lukisan dan ukiran kuno Bali. Setelah itu terdengar suara tangisan , keramaian dan penampakan bocah-bocah gundul yang semakin membuat bulu kuduknya merinding.


Gayatri lalu membangunkan Gandi yang ketiduran.


" Gandi, ayo bangun! " ujar Gayatri seraya menggoyang-goyangkan tubuh Gandi hingga pria itu membuka matanya.


Gandi merentangkan kedua tangannya , setelah itu menatap Gayatri yang saat ini duduk di sampingnya.


" Maaf ,Gayatri. Aku malah ketiduran,"


" Gandi ,sepertinya tempat ini ada penghuninya . Lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita,"sahut Gayatri seraya menatap ke sekeliling sungai itu.

__ADS_1


" Yang ada penghuninya adalah sungai ini. Tidak usah takut , bukankah mereka sudah tidak bisa menyakitimu ? Kamu juga sekarang sedang bersamaku. Tidak ada yang bisa menyakitimu selama aku ada di sampingmu," balas Gandi tersenyum.


" Jadi kamu sudah tahu kalau tempat ini ada penghuninya ? " tanya Gayatri dengan mata terbelalak lebar.


" Sudah kok. Saat kita baru sampai di sini, ada sabung ayam di sebelah sana," kata Gandi seraya menunjuk ke sebuah tempat yang tidak jauh dari sungai itu.


" Di tempatmu ada sabung ayam juga ? "


" Ya tentu ada dong. Kan kamu juga pernah kesana," sahut Gandi.


" Aku tidak tahu kalau masalah sabung ayam. Pertama aku ke sana saat tersesat di pasar, lalu yang kedua hanya diam di rumahmu . Itupun di ganggu oleh sepupumu,"


" Apa yang ada di sini , di bangsaku juga ada. Ya sudah, lebih baik kita pulang karena ini sudah terlalu sore, " ajak Gandi seraya beranjak dari tempat duduknya.


Ketika Gayatri telah sampai rumah , dia begitu terkejut saat mendengar cerita Bapaknya kalau Nenek Tari datang ke rumahnya untuk minta maaf.


" Untunglah kalau Nenek sudah sadar akan kesalahannya," ucap Gayatri tanpa curiga sedikitpun


" Tapi apa dia benar-benar sudah menyadari ke salahannya ? Aku takut dia punya rencana di balik itu semua ," kata Gandi memberi pendapat.


" Yang di ucapkan oleh Gandi ada benarnya juga ,Pak." Ucap Luh Ani


" Gandi , kalau begitu nanti kamu pergi ke rumah Nenek Tari dan selidiki semuanya," sahut Wayan Rasta seraya menuju ke meja makan.


" Iya ,Pak ," sahut Gandi


" Kalau begitu ayo kita makan dulu," ajak Wayan Rasta seraya memberikan piring pada Gandi.

__ADS_1


__ADS_2