MELIK

MELIK
Kakek Awo


__ADS_3

Mata mereka terbelalak lebar setelah mendengar isi surat yang di baca oleh Wayan Rasta. Saat ini di pikiran mereka hanya ada Gayatri. Mereka begitu khawatir dengan keadaan Gayatri. Mereka terus berpikir mengenai nasib Gayatri setelah ini.


" Bagaimana keadaan Gayatri saat ini ? Ibu jadi khawatir dengan cucu Ibu," ucap Ibu mertua Wayan Rasta.


"Iya ,Bu. Aku juga cemas pada putriku itu," sahut Luh Ani


" Kalian tidak usah khawatir , bukankah Gandi selalu bersama Gayatri, " balas Kakek Surya


" Mudah-mudahan Gandi dan Gayatri tahu kalau gelang itu sudah tidak ada kekuatannya," balas Wayan Rasta dengan wajah khawatir


" Kalau begitu ,coba hubungi Ibu Tari . Tanya padanya bagaimana keadaan Gayatri," sahut Luh Ani memberi solusi.


" Kamu memang benar, kalau begitu aku akan menghubungi Ibu dulu," kata Wayan Rasta yang langsung mengambil ponselnya.


Beberapa menit kemudian ,Wayan Rasta telah selesai bicara dengan Ibunya di telepon.

__ADS_1


" Gayatri baik-baik saja, tadi aku juga sempat bicara pada Gayatri. Kata Gayatri dia sudah tahu gelangnya tidak ada kekuatannya lagi. Kemarin saat dia tidur , ada yang mengganggunya tapi untung saja Gandi menolongnya. Sekarang kalau dia tidur , Gandi yang bergadang menjaga Gayatri tiap malam. Kalau Gandi ikut tidur pasti ada yang mengganggu Gayatri saat tidur. Kalau siang hari Gandi baru tidur , sedangkan Gayatri di jaga sama Lio," tutur Wayan Rasta


" Kasihan Gandinya ,Pak ," ucap Luh Ani.


" Lio itu siapa ? " tanya Kakek Surya terlihat bingung


" Lio itu adalah anak angkatnya Kadek Ayu. Orang tua Lio sudah meninggal jadi suami Kadek Ayu mengangkat Lio menjadi anaknya, karena kebetulan orang tua Lio bersahabat dengan suaminya Kadek Ayu," terang Wayan Rasta


" Kalau begitu sekarang kita harus mencari seorang Jro Balian ( dukun ) yang sakti. Kalau tidak menemukan Jro Balian yang cocok terpaksa Gayatri tidak boleh makan daging sesuai petunjuk almarhum Jro Balian," jawab Kakek Surya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Bangsa Wong Samar ( Bangsa Jin )


Di Kerajaan Wong Samar , Kakek Gandi yaitu Kakek Awo sedang marah-marah dengan Raja Wong Samar.

__ADS_1


" Siapa sebenarnya gadis yang membuat kekacauan di istana ini ? " teriak Kakek Awo pada Raja Wong Samar.


" Ayah, dia adalah istri Gandi. Aku sudah menikahkan Gandi dengan seorang manusia ,"


" Apa ? Jadi dia manusia yang pernah kamu ceritakan itu ? Tapi kenapa dia bisa membuat kekacauan seperti itu di sini ? Dia seperti bukan manusia biasa ," ujar Kakek Awo dengan wajah yang merah padam


" Ayah ,roh gadis itu di reinkarnasi puluhan kali oleh para Dewa . Jadi dia terlahir kembali dengan membawa kesuciannya, hingga auranya lebih bagus dari pada manusia pada umumnya. Ayah bisa melihat sendiri sinar di Cakra Siwanya yang ada di kepala gadis itu , sinar Cakra Siwa gadis itu bersinar sangat tinggi hingga dia banyak di buru oleh bangsa Leak dan mahkluk halus lainnya. Karena kalau sinar Cakra itu kita dapatkan maka kesaktian kita akan bertambah. Darahnya yang langka juga sama tapi lebih tinggi sinar Cakra Siwanya. Gadis itu juga pernah meninggal tapi dia hidup kembali. Gadis itu sangat luar biasa. Aku bahkan sampai menyuruh Gandi untuk mendekati gadis itu ,tapi anak itu malah melindungi gadis itu. Bahkan tidak pernah pulang demi melindungi gadis itu," tutur Raja Wong Samar dengan wajah marah. Dia semakin marah saat mengingat Gandi yang selalu melawannya saat diajak bicara, dan selalu melindungi Gayatri


" Lalu apa rencanamu selanjutnya ? Ayah ingin kamu segera mendapatkan gadis itu , setelah mendapatkan gadis itu kita berhenti berhubungan dengan para manusia," ucap Kakek Awo


" Saat ini aku masih memikirkan cara selanjutnya. Kita tidak bisa terburu-buru mengambil gadis itu, karena itu sangat berbahaya. Gadis itu di lindungi oleh Dewa Siwa," terang Raja Wong Samar.


" Kalau begitu kamu harus segera memikirkan rencana selanjutnya. Lakukanlah dengan hati-hati , agar tidak melukai bangsa kita , "


" Ayah tenang saja, aku akan melakukannya dengan sangat hati-hati," sahut Raja Wong Samar sambil tersenyum licik

__ADS_1


__ADS_2