MELIK

MELIK
Jro Balian


__ADS_3

Saat ini Wayan Rasta sudah bisa melihat Gandi , karena dia sudah membuka mata batinnya di rumah seorang Jro Balian ( dukun ) .


Keadaan Gayatri saat ini masih seperti kemarin.Dia hanya berbaring di tempat tidurnya. Dan Gandi masih setia menemani gadis itu.


" Gandi , ayo makan dulu . Biar Bapak sekarang yang menjaga Gayatri ," ucap Wayan Rasta pada Gandi. Saat ini yang bisa menjaga Gayatri di rumah itu hanya Gandi dan Wayan Rasta. Sebelumnya hanya Gandi yang menjaganya , tapi karena sekarang Wayan Rasta sudah membuka mata batinnya jadi dia bisa melihat mahkluk yang ingin mengganggu Gayatri. Dia sempat mengajak istri dan mertuanya untuk membuka mata batinnya , tetapi istri dan mertuanya takut melihat mahkluk atau Leak yang mengganggu Gayatri.


" Iya ,Pak , " sahut Gandi yang langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke dapur. Di dapur Luh Ani sudah menyiapkan makanan untuk Gandi.


Wayan Rasta menatap putrinya yang berbaring di tempat tidurnya. Gadis itu hanya diam saja dengan mata yang terbuka. Dia begitu takut memejamkan matanya walaupun Gandi dan Bapaknya sudah menjaganya.


" Pak , Apakah Jro Balian Andi ( dukun ) jadi kesini ? " tanya Luh Ani sambil duduk di samping suaminya.


" Jadi ,Bu. Dia datang nanti sore ," jawab Wayan Rasta


" Pak , Gandi anak yang baik ya ? Dia mau menjaga Gayatri hingga tidak pulang. Dia sangat membantu kita. Aku ingin melihat wajahnya , tapi takut membuka mata batinku. Aku takut melihat mahkluk / Leak yang rupanya aneh-aneh itu. Nanti aku malah tidak bisa tidur karena takut ." kata Luh Ani sambil menyuapi Gayatri makanan.


" Gandi memang anak yang baik. Wajahnya sangat mirib dengan wajah Kadek Ayu. Mungkin karena Ibunya seorang manusia , dia jadinya mirib manusia. Hanya saja kulit dan rambutnya seperti seorang bule. Kalau seandainya dia bisa di lihat oleh semua manusia mungkin dia akan di kira seorang bule. Yang pasti wajah Gandi sangat tampan. Tapi kalau saudaranya yang bernama Lio baru keturunan Wong Samar ( jin ) asli. Dia memiliki telinga yang panjang dan runcing, serta tidak memiliki garis di atas bibirnya," tutur Wayan Rasta pada istrinya.


Selesai makan , Gandi kembali ke kamar Gayatri .


" Gandi , bagaimana kabar Ibumu ? " tanya Wayan Rasta.


" Ibu baik-baik saja ,Pak . Saat ini Ibu sedang hamil," balas Gandi


" Gandi , aku takut. Ada yang datang ingin membunuhku," ucap Gayatri dengan wajah yang begitu ketakutan.

__ADS_1


" Gayatri , tenanglah. Di sini tidak ada siapa-siapa," ujar Gandi yang berusaha menenangkan Gayatri.


" Iya , nak. Gandi benar. Di sini tidak ada mahkluk apapun," sahut Wayan Rasta sambil melihat ke sekeliling ruangan itu.


" Tapi tadi ada mahkluk yang begitu menyeramkan berdiri di depan pintu. Kukunya sangat panjang, tubuhnya di penuhi dengan bulu berwarna merah darah , matanya berwarna merah , dan giginya juga sangat panjang," gumam Gayatri dengan wajah yang pucat pasi.


" Dari ciri-cirinya sepertinya itu Leak Barak . Kalau begitu aku akan coba melihat keluar ," ucap Gandi yang langsung pergi keluar.


Di luar rumah , Gandi memeriksa semuanya , namun dia tidak melihat siapapun di luar rumah dan di belakang rumah.


Gandi kembali ke kamar Gayatri dan duduk di samping Gayatri.


" Gandi , bagaimana nak ? Apa mahkluk itu ada di luar ? " tanya Wayan Rasta penasaran.


*************


Sore harinya


Wayan Rasta saat ini sedang menunggu Jro Balian ( dukun ) yang akan datang sore ini.


" Tok...tok...tok ...om swastyastu ," ucap seorang pria tua yang umurnya sekitar enam puluhan. Dia adalah Jro Balian ( dukun ) yang sedang di tunggu oleh Wayan Rasta. Karena Gayatri tidak bisa berjalan jadi Wayan Rasta meminta Jro Balian Andi untuk datang ke rumahnya.


Wayan Rasta lalu membuka pintunya lebar-lebar.


" Om swastyastu Jro," balas Wayan Rasta sambil mencakupkan kedua telapak tangannya di dada.

__ADS_1


Dia lalu mempersilahkan Jro Balian ( dukun ) masuk dan duduk di ruang tamu . Beberapa menit kemudian Luh Ani datang membawa minuman dan kue .


" Silahkan di minum dulu ,Jro," ucap Luh Ani


" Iya ,terima kasih ," jawab Jro Balian Andi sambil tersenyum.


Wayan Rasta lalu menceritakan semua yang di alami oleh Gayatri selama ini pada Jro Balian Andi. Dia juga mengajak Jro Balian ke kamar Gayatri agar Jro Balian bisa melihat kondisi Gayatri saat ini.


"Kira-kira putri saya kenapa , Jro ? Kemarin saya dapat membawanya ke rumah sakit, dan kata dokter putri saya hanya capek saja. Tapi hingga sekarang dia tidak bisa bangun, hanya berbaring di tempat tidurnya saja . Bahkan dia juga tidak mau tidur.Baru memejamkan mata beberapa menit dia sudah bangun sambil berteriak ketakutan ," tutur Wayan Rasta dengan raut wajah sedih.


" Putri Wayan Rasta adalah


seorang gadis yang Melik . Dan dia memiliki kelebihan Melik yang utama. Kelebihan yang ada pada dirinya sangat luar biasa dari yang lainnya, dan apalagi dia pernah mati suri. Banyak saya temukan orang Melik di luar sana tapi baru kali ini saya menemukan orang Melik yang luar biasa seperti putri Wayan. Gayatri tidak hanya di buru oleh para mahkluk halus atau Leak , tapi dia juga di sukai oleh para Dewa , terutama Dewa Siwa," tutur Jro Balian Andi.


Istilah Melik dalam tradisi masyarakat bali, yaitu sebuah anugrah terbesar dari Tuhan pada kelahiran seseorang. Bagi seorang anak yang dari kelahirannya memiliki kaitan dengan Melik , maka ini sangat berhubungan erat dengan hal- hal mistis. Melik ini sedikit mirip dengan Indigo.


" Yang Jro katakan memang benar. Sudah dari dalam kandungan putri saya di buru oleh macam-macam mahkluk aneh . Saya selama ini sangat berusaha sekali menjaga putri saya, tapi sekarang setelah melihat keadaannya seperti ini saya merasa telah gagal menjaga putri saya, Jro. " Wayan Rasta meneteskan air matanya. Dia begitu kasihan pada putrinya.


" Tapi menurut saya , Wayan sangatlah hebat karena bisa menjaga putri Wayan hingga tubuh dewasa. Biasanya orang yang memiliki kelebihan seperti Gayatri umurnya sangat pendek. Cepat sekali meninggal . Tapi putri Wayan saat ini sudah tumbuh dewasa," ungkap Jro Balian.


" Tapi tetap saja saya merasa takut , Jro. Apa lagi orang Melik umurnya pendek. Saya hanya takut kalau putri saya..." Wayan Rasta tidak melanjutkan kata-katanya. Air matanya langsung menetes lagi.


" Tidak usah takut . Saya lihat putri Wayan bukan gadis yang lemah. Dia gadis yang kuat," ucap Jro Balian sambil menatap ke arah Gandi. Jro Balian mengira kalau Gandi adalah bangsa Wong Samar ( Jin ) yang ingin mengganggu Gayatri.


" Maaf ,Jro . Anak laki-laki yang duduk di samping Gayatri adalah anak dari sepupu saya yang menikah dengan bangsa Wong Samar ( Jin ). Selama ini dia yang selalu menjaga putri saya ," terang Wayan Rasta menjelaskan.

__ADS_1


__ADS_2