
Besoknya
" Gayatri , berarti mulai sekarang kamu harus bisa tidak makan daging. Kakek percaya Gayatri pasti bisa melakukannya. Apalagi Gayatri sudah berjanji pada Dewa Siwa ," ucap Kakek Surya sambil menatap Gayatri yang sedang makan kue.
" Iya ,Kek. Aku akan berusaha melakukannya," sahut Gayatri yang kemudian mengambil air putih ke dapur.
" Kakek , Paman Budi yang ada di depan rumah Kakek kenapa selalu sendiri ? Istrinya kemana ? " tanya Gayatri . Menurut Gayatri , tetangga Kakeknya itu sangatlah baik. Setiap pulang dari kebun dia selalu memberikan buah-buahan pada Rara - adiknya.
"Dia tidak memiliki seorang istri. Paman Budi sudah bersumpah akan menjadi Sukla Brahmacari," ungkap Kakek Surya
" Sukla Brahmacari itu apa ,Kek ? " tanya Gayatri seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Sukla Brahmacari adalah sebutan bagi orang yang telah bersumpah tidak akan kawin alias melajang seumur hidupnya. Bahkan dia tidak pernah membicarakan tentang perkawinan sampai di hari tuanya. Hal itu bukan karena seorang Sukla Brahmacari tidak mampu alias lemah syahwat atau tidak suka terhadap lawan jenis , melainkan dia sudah mampu lepas dari nafsu duniawi. Lalu dia ingin memperoleh ilmu pengetahuan serta cintanya hanya ditunjukan kepada Tuhan," tutur Kakek Surya sambil meneguk secangkir kopi.
" Wah , sangat hebat sekali," sahut Gayatri
Saat asik mengobrol dengan Kakek Surya , tiba - tiba terdengar ada suara ribut-ribut dari luar.
" Ada apa ya ,Kek ? Kok di luar ramai sekali ? " ujar Gayatri sambil mengintip dari jendela.
" Kakek juga tidak tahu . Coba nanti kita tanya sama Nenek. Bukankah Nenek juga ada di depan ?"
Tidak berselang lama Neneknya akhirnya datang.
" Nenek , kenapa di depan ramai sekali?" tanya Gayatri pada Neneknya yang baru saja masuk ke dalam.
"Tadi anaknya Ibu Sumi menghilang saat sedang bermain mainan motor-motoran di sekitar rumahnya," terang Neneknya
" Anaknya yang umur berapa , Nek ? Soalnya setahuku Ibu Sumi punya dua anak," sahut Gayatri.
" Anaknya yang baru berumur empat tahun. Yang namanya Mita . Mita sempat di tinggal sebentar saja oleh Kakaknya , setelah Kakaknya kembali Mita sudah tidak ada lagi di tempatnya bermain. Kakak dan Ibunya mengira kalau Mita hanya bermain di sekitar pekarangan , namun setelah tiga jam, Mita tidak kunjung kembali. Keluarga Ibu Sumi pun panik dan mencari Mita ke tempat-tempat dekat rumahnya, namun mereka tidak bisa menemukan Mita,"
" Lalu kemana anak itu ,Nek ? " tanya Gayatri lagi. Gandi yang duduk di samping Wayan Rasta juga ikut mendengarkan semuanya.
" Saat mereka dan keluarganya yang lain sedang bingung mencari , tiba- tiba ada seorang warga mendatangi mereka dan berkata bahwa dia melihat anak tersebut berjalan bergandengan tangan dengan seorang Nenek , lalu masuk ke sekitar kebun. Mendengar hal itu mereka pun semakin panik dan menyadari jika anaknya di bawa oleh sosok Wong Samar ( jin ) . Mereka pun terus mencari Mita ke berbagai tempat. Setelah hampir dua jam mencari , akhirnya tetangganya menemukan Mita di dalam kandang sapi. Mita terlihat sedang duduk terdiam di atas tumpukan kotoran sapi. Tetangganya pun menggendong Mita dan menghampiri keluarganya. Kemudian Ibunya bertanya pada Mita kenapa duduk di atas kotoran sapi, lalu Mita berkata bahwa dia diajak oleh seorang Nenek yang menyebut dirinya sebagai Dadong Paku. Nenek itu menyuruh Mita menunggu di atas tumpukan kotoran sapi lalu dia meninggalkan Mita untuk pergi mencari makanan."
__ADS_1
" Untung gadis itu segera di temukan ," sahut Wayan Rasta
" Tadi Nenek dengar dari Ibunya, kalau Mita bisa terlepas dari di mensi lain karena mendengar panggilan dari keluarganya. Lalu tadi ada seorang Jro Balian ( dukun ) mengatakan bahwa Wong Samar yang bernama Dadong Paku mengira kalau Mita adalah cucunya, karena sama-sama berpakaian warna merah," tutur Neneknya
" Kasihan anak itu , tapi untung dia cepat di temukan ," sahut Gayatri.
*************
Siang harinya
" Gayatri , nanti malam Nenekmu akan mulai menjalankan rencananya untuk menyakiti Bapakmu ," ungkap Gandi
" Lalu apa yang harus kita lakukan agar rencana Nenek gagal ?" tanya Gayatri yang tampak bingung. Perasaan gadis itu mendadak menjadi tidak tenang setelah mendengar semua itu. Dia tidak ingin melihat orang tuanya sakit.
" Tadi aku ke rumah Kakek Parjo dan menceritakan semuanya, lalu Kakek Parjo bilang dia punya solusi menyelesaikan masalah ini,"
" Kalau begitu ayo kita sekarang ke rumah Kakek Parjo , nanti keburu malam ," ucap Gayatri yang langsung menarik tangan Gandi.
Dia lalu mencari Bapaknya untuk minta izin pergi ke sana.
" Bapak ada di belakang rumah bersama Kakek Surya. Memangnya ada apa ? " tanya Luh Ani seraya menengok ke belakang.
" Aku mau minta izin pergi ke rumah Kakek Parjo bersama Gandi," jawab Gayatri
" Tumben mau ke sana ? " tanya Luh Ani seraya mengangkat sebelah alisnya.
" Ada sedikit masalah ,Bu. Nanti malam aku ceritain . Sekarang aku sedang buru-buru sekali,"ucap Gayatri yang langsung meninggalkan Ibunya.
Di belakang rumah , Wayan Rasta bersama Kakek Surya sedang mencari buah mangga.
" Bapak , aku mau izin pergi ke rumah Kakek Parjo bersama Gandi," ucap Gayatri sambil menghampiri Bapaknya.
" Tumben pergi kesana ? Apa ada masalah ? " tanya Wayan Rasta penasaran.
" Nanti aku ceritain ,Pak. Sekarang aku lagi buru-buru ," ucap Gayatri
__ADS_1
" Kalau begitu kamu bawa saja motor Bapak biar cepat sampai di sana. Sekalian juga kamu bawa beberapa mangga ini dan berikan pada Kakek Parjo," balas Wayan Rasta sambil memasukkan beberapa buah mangga ke dalam kantong plastik.
"Gandi , Bapak titip anak Bapak ya ? Bapak yakin kalau kamu pasti bisa menjaganya," ujar Wayan Rasta sambil menepuk bahu Gandi.
" Bapak tenang saja , aku pasti akan menjaganya," balas Gandi
Gayatri lalu pergi ke rumah Kakek Parjo bersama adiknya dan juga Gandi.
Satu jam kemudian mereka akhirnya sampai di depan rumah Kakek Parjo.
" Tok... tok...tok...Om swastiastu ," ucap Gayatri sambil mengetuk pintu rumah Kakek Parjo.
" Om swastiastu ," balas Nenek Ratih seraya membuka pintu rumahnya
" Wah , ternyata kalian yang datang. Ayo masuk ! " ujar Nenek Ratih sambil membuka pintu rumahnya lebar-lebar.
" Terima kasih, Nek. Oh iya Nek , ini ada sedikit buah mangga dari Bapak," ucap Gayatri yang langsung memberikan buah mangga yang dia bawa.
" Kenapa mesti repot-repot bawa beginian ? Kalau begitu nanti kita potong sama-sama ya ? Sekarang ayo masuk ! "
Gayatri lalu masuk ke dalam di ikuti oleh Gandi dan adinya.
" Akhirnya kalian datang juga. Kakek sudah dari tadi menunggu kedatangan kalian," kata Kakek Parjo sambil tersenyum dan mempersilahkan mereka duduk.
" Kakek sudah tahu kalau aku akan datang ke sini ? " tanya Gayatri seraya menaikkan alisnya.
" Iya ,Kakek tahu dari Gandi," balas Kakek Parjo sambil tersenyum.
" Gayatri , Kakek sudah mendengar semuanya dari Gandi mengenai rencana Nenek Tari. Menurut Kakek ,kita harus segera menggagalkan rencana Nenek Tari,"
"Lalu apa yang harus kita lakukan ,Kek ? " ujar Gayatri dengan wajah yang sudah sangat khawatir.
" Kita harus pergi ke rumah seorang Jro Balian untuk meminta Penangkal Leak darinya. Dulu saat Nenek Ratih mengandung anak pertama , dia pernah di ganggu oleh para Leak.Kakek lalu pergi ke rumah seorang Jro Balian ( dukun ) untuk meminta sebuah Penangkal. Tetapi penangkal itu hanya bisa di gunakan untuk orang yang tidak memiliki kelebihan apapun. Contohnya seperti Gayatri sendiri. Kalau orang tua dan adik Gayatri baru bisa menggunakannya karena dia tidak memiliki kelebihan apapun," terang Kakek Parjo.
" Tidak masalah , Kek . Aku juga mencari Penangkal itu untuk mereka bukan untukku. Kalau begitu antarkan aku kesana ,Kek," ucap Gayatri sambil menatap Kakek Parjo.
__ADS_1
" Baiklah. Kalau begitu ,ayo sekarang kita kesana. Nanti keburu sore," kata Kakek Parjo yang langsung beranjak dari tempat duduknya.