
Gandi merebahkan tubuhnya di tempat tidur Gayatri.
" Gayatri , bolehkah aku menginap di sini ? " tanya Gandi sambil menatap Gayatri yang lagi mengikat rambutnya.
" Boleh , memang kapan aku tidak mengizinkanmu untuk menginap di sini?" tanya Gayatri sambil berjalan mendekati Gandi "Pasti kamu bertengkar lagi dengan Ayahmu ya ? " Gayatri menatap Gandi yang terlihat sangat sedih.
" Kok kamu bisa tahu sih ? " tanya Gandi dengan alis mata terangkat.
" Tentu dong aku tahu, sudah terlihat dengan jelas di wajahmu itu," ucap Gayatri dengan tebakan yang sangat tepat.
"Ayahku mengangkat seorang anak laki-laki yang usianya seumuran denganku. Dan sekarang dia menjadi saudaraku. Kamu tahu , Ayahku tidak pernah bicara yang lembut padaku, tapi dengan anak itu dia selalu bicara yang lembut. Kalau aku berada di Kerajaan Ayahku selalu marah-marah denganku, makanya aku merasa tidak nyaman berada di sana. Dan aku merasa nyaman jika berada di rumahmu. Karena di sini aku tidak pernah melihat adanya pertengkaran," jelas Gandi dengan wajah yang terlihat sangat sedih
" Sabar ya ,Gandi. Kalau kamu nyaman disini, kamu boleh kok tidur disini," terang Gayatri
" Gayatri, kamu harus hati-hati ya ? Nama anak itu adalah Lio, jika Lio datang ingin mendekatimu, maka kamu harus hati-hati dengannya karena Ayahku menyuruh Lio untuk mendekatimu dan mencari kelemahanmu, " tutur Gandi.
Sebelumnya ,Gandi sudah menceritakan semuanya tentang niat Ayahnya pada Gayatri.
" Ya Gandi, aku akan hati-hati." Ucap Gayatri. "Kalau begitu aku keluar dulu, aku harus membantu Ibuku," kata Gayatri yang langsung beranjak dari tempat duduknya.
" Ya ,pergilah ! Aku juga ingin tidur," balas Gandi
Gayatri lalu keluar dari kamarnya dan langsung pergi untuk membantu Ibunya membuat canang.
" Ibu , kenapa hari ini banyak sekali membuat canang ? " tanya Gayatri merasa bingung
" Tetangga kita ada yang mau pergi Melukat, jadi dia memesan banyak canang untuk di pakai besok pagi " terang Luh Ani
" Bu, apa itu Melukat ? tanya Gayatri merasa bingung
__ADS_1
" Melukat berasal dari kata sulukat yakni 'Su' bermakna baik dan 'Lukat ' bermakna penyucian.Jadi Melukat merupakan upacara pembersihan pikiran dan jiwa secara spiritual dalam diri manusia. Dan Melukat sudah di lakukan secara turun-temurun oleh umat hindu hingga saat ini," tutur Luh Ani sambil tersenyum
" Ibu, siapa saja yang boleh ikut Melukat ? "
" Semua orang boleh ikut Melukat asal orang tersebut mau dan percaya," balas Luh Ani
" Bu, kapan-kapan aku juga ingin Melukat," jawab Gayatri
" Kalau begitu besok kita pergi Melukat" kata Luh Ani sambil membungkus canang yang sudah jadi.
************************************
Malam harinya
Saat Gayatri tidur, tiba-tiba ada banyak sekali cacing tanah di lantai kamarnya. Lalu ada sebuah potongan kepala manusia yang melayang-layang di atas tempat tidur Gayatri. Gandi dan Gayatri yang tengah tidur tidak menyadari semua itu.
" Tes...tes...tes...," tetesan darah yang berasal dari potongan kepala itu mengenai wajah Gayatri yang tengah tertidur. Tetesan darah itu lalu berubah menjadi ulat belatung hingga menutupi wajah Gayatri. Gayatri yang merasakan ada sesuatu yang bergerak-gerak di wajahnya tidak berani untuk membuka mata. Dalam keadaam masih berbaring di tempat tidur ,Gayatri berusaha membangunkan Gandi.
" Gandi, tolong bangunlah ! Aku sangat takut, " gumam Gayatri di dalam hatinya.
Sudah berkali-kali Gayatri mendorong-dorong tubuh Gandi menggunakan bantal yang ada di sampingnya namun Gandi tidak juga bangun, hingga akhirnya Gayatri memutuskan untuk menyentuh tubuh Gandi. Kalau tubuh Gandi di sentuh maka dia akan merasakan kesakitan karena Gayatri menggunakan gelang.
"AH ! " teriak Gandi yang merasakan sangat kesakitan.
"Gayatri, kenapa ka..." Gandi langsung terdiam , dia tidak melanjutkan ucapannya saat melihat Gayatri yang di penuhi dengan ulat belatung dan di lantai juga ada banyak sekali cacing tanah.
"Gayatri, tunggulah sebentar." Ucap Gandi.
Gandi lalu memusnahkan semua cacing dan ulat belatung itu menggunakan ilmunya.
__ADS_1
" Gayatri ,bukalah matamu." Kata Gandi sambil menatap sahabatnya itu.
Gayatri yang merasakan kalau yang bergerak di wajah dan lehernya sudah menghilang langsung membuka matanya.
" Gayatri, kamu tidak apa-apa ? " tanya Gandi dengan wajah yang terlihat cemas.
" Aku baik-baik saja, tapi apa yang ada di wajahku tadi ? Soalnya aku merasakan sangat geli ,karena ada yang bergerak- gerak di wajah hingga ke leherku,"ujar Gayatri.
" Yang ada di wajahmu itu ulat belatung," jawab Gandi
"Apa ? " teriak Gayatri dengan mata membulat. Dia begitu terkejut mendengar jawaban Gandi.
" Iya benar, ada banyak sekali ulat belatung di wajah hingga ke lehermu," kata Gandi lagi sambil menatap wajah Gayatri .
Gayatri langsung meraba wajah dan lehernya karena ingin memastikan kalau semua ulat-ulat itu benar-benar sudah tidak ada di wajah dan lehernya.
" Untung ulat itu sudah pergi, kamu tahu aku paling takut dengan ulat." Jawab Gayatri.
" Tenang saja, aku akan selalu melindungimu, " balas Gandi
Tiba-tiba Gandi dan Gayatri mendengar suara orang tertawa di luar jendela kamar Gayatri.
Gayatri lalu membuka jendela kamarnya, dan setelah itu mereka melihat seorang anak laki-laki berdiri sambil menatap dengan tajam ke arah Gayatri.
" Kira-kira dia siapa ya? " ucap Gayatri yang terlihat bingung
Gandi terus menatap anak itu dengan matanya yang tiba-tiba berubah menjadi merah.
"Gandi, apa kamu tahu siapa anak itu?" tanya Gayatri sambil menatap Gandi yang terlihat sangat marah .
__ADS_1
" Dia itu adalah Lio . Pasti dia di suruh kemari oleh Ayahku ,ternyata dia sangat jahat sekali." Kata Gandi sambil mengepalkan tangannya.
Di balik pintu ,Luh Ani dan Wayan Rasta merasa bingung karena Gayatri bicara sendiri.