MELIK

MELIK
Rencana gagal


__ADS_3

Setelah mendengar suara cicak itu , pandangan mata Gayatri semakin waspada dan jantungnya langsung berdebar-debar. Kemudian muncul mahkluk halus yang berwujud wanita bertubuh tinggi besar, bertelanjang dada, *********** panjang menggelayut sampai ke perut, berambut putih panjang terurai dan hanya menggunakan kamben. Wanita itu berdiri di dekat jendela kamar Gayatri sambil menatap wajah Gayatri yang terbelalak lebar.


" Ya , Tuhan , mereka tidak pernah membiarkan aku hidup dengan tenang. Rasanya tubuhku sangat lelah karena kurang istirahat . Mereka selalu saja datang ingin menggangguku," gumam Gayatri sambil meneteskan air matanya.


" Akhirnya aku bisa menendekatimu," ucap mahkluk itu dengan tatapan mata yang sangat tajam.


" Hi...hi...hi..." Suara tawa mahkluk itu yang terdengar melengking. Dia tertawa sambil mendekati Gayatri.


Tiba-tiba Gayatri merasakan tubuhnya tidak bisa di gerakkan sama sekali . Dia ingin berteriak minta tolong tapi suaranya tiba-tiba saja menghilang.


" Lebih baik kamu ikut denganku," ujar mahkluk itu yang sudah berdiri di depan Gayatri. Dia menyentuh wajah dan rambut Gayatri sambil tertawa. Gayatri yang tampak ketakutan hanya mengeluarkan air matanya.


" Bapak,Ibu , aku takut." Gumam Gayatri yang terus menangis.


" Hii...hii...hii...tidak akan ada yang datang menolongmu saat ini,"


" Dewa Siwa. Tolong ,bantu aku Dewa ! " batin Gayatri sambil menutup matanya karena merasa begitu takut. Raut wajahnya juga sudah pucat pasi karena ketakutan.

__ADS_1


Keajaiban lalu muncul tanpa Gayatri ketahui. Ada banyak anak ular dan berwarna -warni muncul dari tubuh Gayatri. Ular tersebut lalu menyerang mahkluk itu hingga dia terluka dan pergi. Setelah mahkluk itu pergi si ular lalu menghilang.


Gayatri lalu merasakan tubuhnya bisa di gerakkan kembali. Dia membuka matanya dengan pelan-pelan.


" Kemana wanita tadi ? " gumam Gayatri sambil melihat ke sekelilingnya. Namun dia tidak melihat ada siapapun di kamarnya.


" Terima kasih Dewa , kamu selalu menolongku," ucap Gayatri. Dia begitu yakin kalau Dewa Siwa yang sudah menolongnya tadi. Walaupun mahkluk itu sudah pergi , tapi Gayatri tetap waspada .


Berkali-kali dia menguap , tapi gadis itu tidak berani untuk tidur. Dia berusaha menahan rasa kantuknya. Karena dia sudah sering mengalami , jika dia tidur pasti akan ada yang datang untuk menyakitinya.


Dua menit kemudian Gandi datang dengan wajah murung. Dia langsung duduk di samping Gayatri tanpa bicara apapun.


" Aku hanya sedih karena rencana kita gagal. Nenek Tari saat ini sudah melalukan ritual Ngelek , sedangkan Bapakmu tidak ada di depan rumah. Mungkin Bapakmu mendadak ada urusan , jadi dia tidak bisa datang," ucap Gandi


" Sabarlah , kita bisa melakukannya lain kali," balas Gayatri. Sebenarnya Gayatri juga merasa sedih , karena rencananya gagal . Apalagi dia sampai rela bergadang dan di ganggu mahkluk yang aneh-aneh, tapi mau bagaimana lagi ? Dia juga tidak bisa berbuat apa-apa. Coba kalau dia memiliki ponsel , pasti dia bisa menghubungi Bapaknya dan menanyakan semuanya.


" Maaf ya , Gayatri. Pasti tadi saat aku pergi ada yang datang mengganggumu. Pasti kamu sangat ketakutan sekali. Kamu tenang saja , aku akan coba membantumu agar kamu memiliki ponsel. Kalau kamu memiliki ponsel maka kita jadinya sedikit gampang menjalankan rencana kita. Dan aku jadinya tidak perlu meninggalkanmu lama-lama seperti tadi," ujar Gandi . Dia begitu yakin kalau tadi Gayatri pasti menangis karena ketakutan.

__ADS_1


" Ya tidak apa-apa ," jawab Gayatri sambil tersenyum


" Kalau begitu sekarang lebih baik kamu tidur . Aku yakin kamu pasti sangat mengantuk," kata Gandi


Gayatri lalu memejamkan matanya, sedangkan Gandi seperti biasa duduk di samping Gayatri sambil membaca buku milik Gayatri untuk menghilangkan rasa bosan.


♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤


Besok paginya


Jam 06 : 25 terdengar suara ribut - ribut dari ruang tamu. Saat ini Gayatri masih libur , jadi dia belum bangun. Apalagi gadis itu tidur larut malam sekali , jadinya dia begitu mengantuk , hingga tidak mendengar ada suara ribut - ribut dari ruang tamu.


Gandi yang mendengar suara keributan langsung beranjak dari tempat duduknya dan menuju ke ruang tamu. Mata Gandi terbelalak lebar melihat Bapaknya Gayatri yang sedang bicara dengan nada marah pada Nenek Tari . Gandi berusaha mendengarkan apa yang mereka ucapkan , hingga dia jadi mengerti apa permasalahannya.


Gandi lalu kembali ke kamar Gayatri untuk membangunkan gadis itu.


" Gayatri , ayo bangun ! " panggil Gandi sambil menepuk-nepuk pipi Gayatri berkali-kali. Namun Gayatri tidak membuka mata sama sekali. Baru kali ini dia begitu kesulitan membangunkan Gayatri.

__ADS_1


" Sepertinya Gayatri sangat mengantuk sekali. Semenjak gelang Gayatri tidak ada kekuatan sama sekali , kalau siang hari Gayatri tidak pernah tidur siang. Malamnya juga dia tidur larut malam sekali. Aku jadi kasihan padanya. Bagaimana nasib Gayatri kalau seandainya aku tidak menjaganya saat malam hari ? Ternyata memiliki kelebihan seperti Gayatri sangatlah sulit. Hidup tidak pernah tenang , mau tidur juga susah sekali. Tapi aku akan selalu menjaganya ,"gumam Gandi sambil menatap wajah Gayatri yang saat ini masih tidur begitu nyenyak.


__ADS_2