
2 hari kemudian ...
Hari ini jam 19:25 Wayan Rasta akan mengantar Gayatri ke rumah Ibu Tari . Kemarin Ibunya marah-marah pada Wayan Rasta karena tidak pernah membawa Gayatri kerumahnya.
Ketika melintasi jalan yang ada sebuah pura ,entah kenapa, mendadak sepeda motornya mati. Suasana jalanan di sana sudah sangat sepi , karena jalan itu dekat dengan persawahan yang gelap gulita tanpa lampu penerangan.
Wayan Rasta dan Gayatri mulai panik karena tidak ada yang bisa di mintai tolong. Dalam kepanikan mereka, nampak sebuah cahaya yang bergerak dari persawahan menuju ke jalan. Ketika cahaya tersebut mulai mendekati mereka, Wayan Rasta dan Gayatri sangat terkejut, karena cahaya tersebut berasal dari sesosok mahkluk seperti ular yang sangat besar dan panjang yang sedang berjalan menyeberangi jalan dan menuju ke areal sebuah Pura.
Dalam seketika tubuh Wayan Rasta dan Gayatri tidak bisa di gerakan saat melihat mahkluk ular raksasa itu. Wujud mahkluk tersebut tidak terlalu jelas di lihat oleh Wayan Rasta dan Gayatri , karena mata mereka menjadi silau dengan cahaya yang ada di atas kepala serta ekor sang ular raksasa . Saking terangnya pancaran sinar dari kepalanya ,wajah sang ular raksasa sampai tidak terlihat . Tubuh ular tersebut sangat panjang sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama untuk melintasi jalan tersebut.
Ketika sang ular raksasa sudah memasuki areal Pura, tubuh Wayan Rasta dan Gayatri bisa di gerakan dan motornya juga dalam seketika mau menyala.
" Pak, ular tadi besar sekali ya ?" tanya Gayatri dengan alis mata terangkat
" Itu adalah ular penjaga Pura ini, sekarang lebih baik kita lanjutkan perjalanannya," ucap Wayan Rasta pada Gayatri yang masih menatap ke arah Pura itu.
" Iya ,Pak ." Jawab Gayatri yang langsung naik ke atas motor Bapaknya.
Beberapa menit kemudian mereka telah sampai di depan rumah Ibu Tari.
" Tok...tok...tok...om swastyastu ," ucap Wayan Rasta sambil mengetuk pintu rumah Ibunya.
"Tok...tok...tok...om swastyastu ," Wayan Rasta mengetuk pintu rumah Ibunya berkali-kali karena Ibu Tari tidak kunjung membuka pintu.
" Kayaknya Nenek sudah tidur,Pak. Mungkin Nenek kira aku tidak jadi kemari,"sahut Gayatri sambil ikut mengetuk pintu rumah Neneknya.
__ADS_1
5 menit kemudian Ibu Tari akhirnya membuka pintu. Dari raut wajahnya sangat terlihat kalau dia baru saja bangun tidur.
" Ternyata kalian yang datang, Ibu kira kamu tidak jadi membawa Gayatri kemari makanya Ibu tidur lebih awal," kata Ibu Tari sambil menatap Wayan Rasta dan Gayatri secara bergantian
" Maaf ,Bu. Tadi aku sangat sibuk di rumah ,jadi baru bisa mengantar Gayatri," ujar Wayan Rasta sambil menatap Ibunya
" Kalau begitu ayo masuk ke dalam ! " kata Ibu Tari sambil merangkul pundak Gayatri
" Maaf ,Bu . Aku mau langsung pulang saja, kasihan istriku sendiri di rumah ," jawab Wayan Rasta
" Ya sudah , hati-hati di jalan."
" Iya ,Bu. Om shanti shanti shanti om ," ucap Wayan Rasta
"Om shanti shanti shanti om," jawab Ibu Tari.
" Gayatri , sudah makan Nak ? " tanya Neneknya
" Sudah Nek," sahut Gayatri
" Kalau begitu sekarang Gayatri tidur dulu, besok Nenek akan mengajak Gayatri jalan-jalan," kata Neneknya sambil mengusap rambut Gayatri dengan lembut.
" Iya ,Nek."Sahut Gayatri
Ibu Tari lalu mengantar Gayatri ke kamarnya.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
__ADS_1
Di Kerajaan Wong Samar ( Kerajaan Jin )
Kedua tangan Gandi dan Lio saat ini di ikat oleh Raja Wong Samar. Setelah itu Gandi di paksa untuk memakai baju pengantin. Kadek Ayu yang melihat semua itu hatinya merasa tidak tenang. Dia lalu menemui suaminya .
" Suamiku, aku mohon jangan nikahkan Gandi dengan Gayatri. Gayatri adalah putri dari sepupuku sendiri," ucap Kadek Ayu sambil menatap suaminya yang sedang memakai baju.
" Maaf istriku, untuk saat ini aku tidak bisa menuruti keinginanmu itu , karena aku sudah berjanji dengan Ayahku sendiri. Dan kalau kamu menggagalkan pernikahan ini, maka aku akan menyakiti kedua orang tuamu," ancam Raja Wong Samar pada istrinya. Kadek Ayu yang mendengar ancaman dari suaminya langsung diam membeku.
" Wayan Rasta ,maafkan aku karena aku tidak bisa berbuat apa-apa untuk putrimu, aku tidak ingin terjadi sesuatu dengan kedua orang tuaku,"gumam Kadek Ayu dengan wajah yang begitu sedih.
" Gandi, kenapa Ayahanda mengikat kita seperti ini sih ? " tanya Lio sambil menatap Gandi
" Aku juga tidak tahu,tapi sepertinya Ayahanda lagi merencanakan sesuatu," balas Gandi.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ibu Tari yang melihat Gayatri sudah tidur langsung masuk ke kamar Gayatri sambil membawa sebuah sarana berupa air dan bunga.
" Om Dewa sirep, bhuta-bhuti sirep, asu sirep, bawi muwang gumatat-gumitit sirep, teka rep sirep wong manusa kabeh adesa, kedep sidhi mandi mantrakku," Ibu Tari memantrai sarana air dan bunga itu dengan mantram Aji Sesirep. Setelah di mantrai air itu di percikkan ke arah Gayatri.
Aji sesirep adalah ilmu gaib yang berada di pulau Jawa dan Bali . Dimana ilmu ini dapat membuat orang lain menjadi tertidur pulas.
Gayatri langsung tertidur seperti orang pingsan.
" Bu, apa Gayatri beneran tidak akan bangun ? Soalnya aku takut dia bangun dan mengadu dengan Bapaknya," kata Ketut Erni sambil menatap Ibunya
" Tenang saja, dia tidak akan bangun hingga acaranya selesai. Lebih baik kamu bantu Ibu memakaikan baju pengantin ini, " ucap Ibu Tari kepada Ketut Erni
__ADS_1
" Iya ,Bu. " Jawab Ketut Erni yang langsung membantu Ibunya.