MELIK

MELIK
Tri Datu


__ADS_3

Kerajaan Wong Samar ( Kerajaan Jin )


Gandi yang lagi tidur tiba-tiba di bangunkan oleh Ibunya.


" Gandi, ayo bangun nak ! " panggil Ibunya sambil menggoyang-goyangkan tubuh Gandi yang masih tidur nyenyak.


" Ibunda, biarkan aku tidur sebentar. Aku masih mengantuk," jawab Gandi dengan suara serak.


" Gandi, Ayahanda memanggil. Lebih baik temui dulu Ayahanda," ucap Ibunya sambil duduk di tepi tempat tidur.


" Aku tidak mau, dia memanggilku hanya untuk marah-marah padaku," ujar Gandi


" Cobalah temui Ayahanda. Kalau Gandi tidak mau nanti Ayahanda semakin marah. Tadi Ayahanda bilang kalau dia mau membicarakan masalah Gayatri " sahut Ibunya sambil mengelus rambut Gandi dengan sangat lembut.


"Apa ? " Gandi langsung bangun ketika nama Gayatri di sebut oleh Ibunya.


" Iya , Nak. Ayahanda mau membicarakan masalah Gayatri," sahut Ibunya


" Kalau begitu aku mau mandi dulu," Gandi beranjak dari tempat tidurnya dan pergi ke kamar mandi.


Beberapa menit kemudian Gandi sudah menuju ke ruangan Ayahnya.


" Salam Ayahanda ,"ucap Gandi dengan sedikit membungkuk


" Duduklah ! Aku ingin bertanya sesuatu denganmu," balas Raja Wong Samar


" Memangnya Ayahanda mau bertanya apa ? " tanya Gandi dengan alis mata terangkat.


" Kenapa kamu tidur di sini ? " ujar Raja Wong Samar sambil menatap Gandi


" Rumahku kan ada di sini ya tentu aku tidur di sini ," jawab Gandi


" Kamu sudah menikah, seharusnya kamu temani istrimu, bukannya malah tidur di sini,"


"Pernikahan itu tidak sah,karena Ayahanda yang memaksaku dan bahkan Gayatri dalam keadaan tidur," tutur Gandi dengan kèsal


" Tapi menurut bangsa kita dan juga di mata Tuhan kalian sudah sah menikah," jawab Raja Wong Samar

__ADS_1


" Baiklah, mulai sekarang aku akan tidur di rumah Gayatri. Lagian aku juga tidak betah berada di sini , karena Ayahanda selalu marah-marah," sahut Gandi


" Aku marah karena kamu yang selalu membuatku marah. Tapi saat ini aku ingin kamu membawa Gayatri kemari , karena aku ingin memperkenalkannya dengan keluarga kita dan rakyat kita, " kata Raja Wong Samar dengan mata yang sedikit melotot.


" Maaf, tapi aku tidak akan membawa Gayatri kemari karena dia seorang manusia," tolak Gandi dengan sedikit marah.


" Kamu itu selalu membuatku marah. Dari dulu hingga sekarang selalu saja menolak perintahku .Kamu memang anak yang tidak berguna ," teriak Ayahnya dengan wajah yang merah padam.


" Padahal dia adalah putraku, tapi malah seperti musuhku saja. Sorot matanya selalu penuh dengan kebencian," pikir Raja Wong Samar sambil menatap Gandi


" Ayahanda adalah orang yang sangat jahat. Dulu Ayahanda sendiri yang melarang bangsa kita berhubungan dengan bangsa manusia, tapi malah Ayahanda sendiri yang menikah dengan seorang manusia dan juga mengirimku untuk pergi ke dunia manusia. " sahut Gandi sambil melihat ekspresi Ayahnya


"Kalau seandainya nanti aku mati dan harus hidup kembali, maka aku akan meminta pada Tuhan agar aku tidak lahir menjadi anakmu," ucap Gandi dengan suara yang sangat keras


" Dasar anak kurang ajar," teriak Raja Wong Samar dengan wajah berapi-api sambil menendang meja yang ada di depannya hingga meja itu menjadi rusak.


" Sepertinya pembicaraan kita sudah selesai, kalau begitu aku pergi dulu," Gandi beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari ruangan Ayahnya begitu saja.


Raja Wong Samar yang melihat kelakuan putranya langsung merusak semua barang- barang yang ada di sana.


Namun Gandi tidak mau berhenti. Dia terus berjalan menuju pintu utama


" Gandi , berhenti dulu Nak !" teriak Ibunya


Gandi lalu menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang.


"Memangnya mau bicara apa lagi ? Kalau Ibunda ingin membahas mengenai Ayahanda lagi ,maka aku tidak akan pernah pulang untuk selamanya," ancam Gandi


" Tidak ,Nak. Ibunda ingin bicara masalah Kakek dan Nenekmu," ucap Ibunya sambil menatap Gandi


" Memangnya ada apa dengan Kakek dan Nenek ?"tanya Gandi dengan alis mata terangkat


" Gandi,tolong beritahu mereka mengenai pernikahanmu dan masalah Nenek Tari yang belajar ilmu Leak,"bisik Ibunya sambil menolek ke kanan dan ke kiri karena takut ada yang mendengar percakapannya.


" Tapi aku sudah berjanji pada Gayatri untuk merahasiakan pernikahan ini dulu ," balas Gandi dengan suara yang sedikit pelan


" Mau sampai kapan kamu akan merahasiakannya ? Takutnya malah muncul masalah yang lebih besar dari pernikanmu. Mereka juga adalah keluarga Ibunda sendiri. Kalau sampai terjadi sesuatu pada mereka atau Gayatri maka Ibunda tidak akan bisa memaafkan diri Ibunda sendiri," ucap Ibunya sambil meneteskan air matanya

__ADS_1


"Kenapa Ibunda tidak pergi dari sini ? Lalu tinggal di dunia manusia bersama Kakek dan Nenek ? Dari pada bersama Ayahanda yang setiap hari selalu marah-marah. Aku kasihan pada Kakek dan Nenek karena tidak ada yang menemaninya di saat usianya sudah tua seperti sekarang ini," ujar Gandi


" Ibunda sudah sangat lama berada di sini , dan sekarang Ibunda sudah menjadi Bangsa Wong Samar , jadi Ibunda tidak bisa kembali kesana. Hanya Ayahanda yang tahu caranya," ujar Ibunya sambil menunduk. Sebenarnya dia merasa menyesal karena dulu dia lebih memilih orang yang dia cintai dari pada orang tua yang telah membesarkannya dari kecil.


" Ibunda , Lio kemana ? Kenapa dari tadi aku tidak melihatnya ? " tanya Gandi merasa bingung.


" Pagi-pagi sekalu Lio sudah pergi ke rumahnya Gayatri,"balas Ibunya


" Untuk apa dia pagi-pagi sekali kesana ?"pikir Gandi merasa sangat kesal


Setelah mendengar kalau Lio pergi ke rumah Gayatri, Gandi juga langsung pergi ke sana.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=



" Ibu kenapa kita harus memakai Benang Tri Datu setelah sembahyank di sebuah Pura ? " tanya Gayatri merasa bingung


" Tri Datu merupakan susunan benang dengan nilai filosofis yang di yakini oleh umat Hindu memiliki sebuah kekuatan.Gelang ini di percaya sebagai bentuk anugrah dari Tuhan dan dapat menjauhkan kita dari marabahaya. Nama Tri Datu sendiri berasal dari kata Tri yang berarti tiga, dan Datu berarti kekuatan yang datang dari Dewa Tri mutri yakni Dewa Brahma, Dewa Wisnu dan Dewa Siwa.Di samping itu , Benang Tri Datu juga menyimbolkan Tti Kona yang berarti tiga fase kehidupan yang terdiri dari Utpati( kelahiran ), stiti ( hidup ) dan Pralina ( Mati )," terang Ibunya.


" Lalu kenapa gelang Tri Datu harus di taruh di kanan ?"tanya Gayatri merasa bingung


" Karena tangan sebelah kanan di yakini sebagai Kebenaran,"


" Bolehkah gelang ini di pakai pada tangan sebelah kiri ,Bu ? tanya Gayatri lagi.


" Tidak boleh. Gelang Tri Datu hanya boleh di pakai pada pergelangan tangan sebelah kanan saja," jawab Ibunya.


" Oh begitu, aku sekarang mengerti," sahut Gayatri


"Kenapa malah bertanya tentang Benang Tri Datu ? Memangnya ada apa ? " tanya Luh Ani sambil menatap putrinya.


" Aku kira benang Tri Datu ini hanyalah hiasan saja. Ternyata tidak ," kata Gayatri


" Sekarang kamu sudah mengerti kan? " tanya Ibunya sambil tersenyum


" Sudah Bu." Jawab Gayatri ikut tersenyum

__ADS_1


__ADS_2