
Sore harinya...
" Gayatri, kamu mau tidak ikut aku ke rumahku ? Ke bangsa Wong Samar ( bangsa Jin )," ucap Gandi
" Untuk apa aku pergi ke sana ?" tanya Gayatri terlihat bingung
" Seperti yang Ayahku ucapkan kemarin. Ayahku ingin memperkenalkanmu dengan keluarga besarnya . Bagaimana ? Kamu mau tidak ikut ke rumahku ? " tanya Gandi sambil menatap Gayatri yang terlihat sedang berpikir.
" Tapi aku takut dengan keluargamu. Nanti kalau mereka ingin membunuhku bagaimana ? " ujar Gayatri terlihat takut.
" Tenang saja ,aku yang akan melindungimu di sana. Aku yang akan menjamin keselamatanmu,"terang Gandi.
" Hmm ,baiklah kalau begitu. Aku mau pergi ke sana. Aku percaya kalau kamu pasti bisa melindungiku ," ucap Gayatri
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam hari...
Saat Nenek Tari telah tidur , Gandi lalu membawa Gayatri pergi ke bangsa Wong Samar ( bangsa Jin ) . Setelah sampai di sana , Gandi langsung membawa Gayatri ke kamarnya. Tidak ada yang menyadari ke datangan Gandi dan Gayatri.
" Lio , kenapa di luar begitu sepi ? Kemana para penjaga ? " tanya Gandi sambil menaikan sebelah alisnya.
" Aku tadi sengaja menyuruh para penjaga ke Aula , agar mereka tidak mengetahui ke datangan kalian ," sahut Lio
" Wah, ternyata kamu memang pintar ," puji Gandi sambil menepuk bahu Lio.
" Aku sudah pintar dari lahir. Kamu saja yang tidak sadar akan ke pintaranku,"
" Lio, tolong panggilkan Ibunda ya ?" ujar Gandi pada Lio.
" Baiklah , tunggulah sebentar." Lio lalu keluar dari kamar Gandi.
Tidak menunggu begitu lama, ada yang membuka pintu kamar Gandi dari luar. Gayatri yang merasa takut langsung bersembunyi di belakang Gandi.
" Salam ,Ibunda," ucap Gandi dengan badan sedikit membungkuk.
" Gandi, apakah yang di belakangmu adalah Gayatri ? " tanya Ibunya sambil menatap Gayatri yang bersembunyi di belakang Gandi.
" Iya, Ibunda,"sahut Gandi
Kadek Ayu lalu mendekati Gandi.
__ADS_1
" Gayatri , ayo kemari nak ," panggil Kadek Ayu pada Gayatri.
" Gayatri , tidak usah takut. Ibuku ini adalah anak dari Kakek Parjo ," balas Gandi
" Salam Tante," ucap Gayatri
" Wah, ternyata putrinya Wayan Rasta sangat cantik sekali. Pantas saja kalau Gandi tidak mau jauh-jauh dengan Gayatri," ujar Kadek Ayu sambil membelai rambut panjang Gayatri
" Terima kasih ,Tante," balas Gayatri
" Oh iya, Gayatri sekarang kelas berapa ? " tanya Kadek Ayu sambil menatap Gayatri
" Kelas 1 SMA Tante ," jawab Gayatri
" Gandi , ayo sekarang perkenalkan Gayatri pada keluarga kita yang lain. Jangan biarkan Gayatri terlalu lama di sini, nanti Nenek Tari bingung mencarinya," ucap Kadek Ayu pada putranya.
" Tenang saja Ibunda . Ayahanda katanya akan bicara mengenai masalah ini pada Nenek Tari . Bukannya Nenek Tari yang menikahkan aku pada Gayatri ,jadi mana mungkin dia bingung. Yang ada dia pasti sangat senang , karena rencananya berjalan dengan lancar," kata Gandi
Gandi lalu mengajak Gayatri keluar dari kamarnya menuju ke Aula Raja . Raut wajah Gayatri begitu pucat , dan jantungnya berdebar begitu cepat. Dia terlihat begitu takut. Tangannya terus menggenggam tangan Gandi.
" Gandi ,aku takut," bisik Gayatri
" Tidak usah takut, aku akan selalu bersamamu dan melindungimu," bisik Gandi
Setelah sampai di Aula , Raja Wong Samar ( Raja Jin ) langsung menyambut kedatangan Gayatri.
" Selamat datang menantuku . Ayo kemari, duduklah di sini," ucap Raja Wong Samar menyuruh Gayatri duduk di kursi yang ada di sebelahnya.
Raja Wong Samar lalu memperkenalkan Gayatri pada keluarga besarnya dan juga sahabatnya yang datang di acara tersebut.
Ketika acara telah selesai , Gandi ingin mengajak Gayatri kembali ke dunia manusia , namun tiba-tiba Kadek Ayu memanggil putranya.
" Gandi , tunggu dulu," panggil Kadek Ayu
" Ada apa Ibunda ? " ujar Gandi dengan alis mata terangkat
" Gandi, sudah dua hari Kakek menanyakan Gandi terus. Kakek juga saat ini sedang sakit , temuilah dia sebentar , nak ."
" Tapi saat ini aku sedang bersama Gayatri . Ibunda kan tahu sendiri bagaimana sifat Kakek. Dia orangnya sangat kejam ," sahut Gandi
Dari jauh semua sepupu Gandi menatap ke arah Gayatri terus. Melihat hal itu Gayatri semakin takut ,dan menggenggam tangan Gandi dengan begitu erat.
__ADS_1
" Kalau sekarang kamu tidak menemui Kakek, maka nanti dia pasti akan marah-marah dengan Ibunda lagi,"
Gandi menghela nafas sambil menatap Gayatri.
" Baiklah kalau begitu , aku akan menemui Kakek ," ucap Gandi
" Gayatri , ayo ke kamarku dulu. Tunggu aku sebentar di sana. Aku akan menemui Kakek di kamar itu, " sambil menunjuk ke arah kamar yang tidak jauh dari kamar Gandi.
" Kalau begitu Tante tinggal dulu ya ? Maafkan Tante , karena tidak bisa menemani Gayatri. Di Aula masih ada tamu, jadi Tante harus ke sana dulu," ucap Kadek Ayu pada Gayatri
" Iya ,Tante aku mengerti," jawab Gayatri.
" Gayatri , aku sudah membuat pelindung di kamar ini. Jadi tidak akan ada yang bisa menyakitimu. Kamu juga tidak boleh keluar dari kamar ini ," kata Gandi sambil menatap Gayatri.
" Tapi jangan lama-lama ya ? " ujar Gayatri yang masih terlihat takut.
" Iya tenang saja . Aku cuma ingin melihat keadaan Kakek sebentar saja kok," sahut Gandi sambil mengusap rambut Gayatri
Gandi lalu meninggalkan Gayatri di kamarnya sendirian. Setelah ke pergian Gandi, sepupu Gandi lalu menghampiri Gayatri.
Mereka ingin masuk ke kamar Gandi, namun mereka tidak bisa masuk. Walaupun tidak bisa masuk, namun mereka tetap ingin mengganggu Gayatri dari luar kamar Gandi.
" Hey Gayatri , keluarlah. Kami adalah sepupunya Gandi. Kami datang karena ingin berkenalan secara langsung denganmu," teriak sepupu Gandi
Mendengar ada yang berteriak , Gayatri yang lagi sendirian semakin takut. Mereka memanggil Gayatri hingga berkali-kali , namun Gayatri tidak menghiraukan ucapan mereka .
" Gandi bilang kalau mereka sangat jahat, jadi aku mesti hati-hati dengan mereka ," gumam Gayatri
" Kurang ajar gadis itu, dia sombong sekali," gerutu mereka .
Mereka lalu membuat sebuah asap . Asap itu kemudian masuk dari celah pintu kamar Gandi. Mereka sengaja membuat itu agar Gayatri tidak kuat berada di dalam .
" Kenapa dia tidak keluar juga ya ? " tanya Muel
" Mungkin dia tidak mau keluar karena kita masih ada di sini. Lebih baik kita pergi sebentar saja," balas Cio
" Kamu benar. Lebih baik kita pergi sebentar ,lalu setelah itu kita kesini lagi," jawab Muel
Mereka lalu pergi meninggalkan kamar Gandi.
Di dalam kamar Gandi sudah penuh dengan asap .Gayatri yang ada di dalam kamar itu langsung terbatuk-batuk. Dia juga merasa kesulitan untuk bernafas.
__ADS_1
" Rasanya aku tidak kuat berada di sini. Sekarang aku harus bagaimana ? Kalau aku keluar , nanti mereka menyakitiku, tapi kalau aku berada di sini lama-kelamaan mungkin aku bisa mati karena tidak bisa bernafas, " gumam Gayatri merasa bingung
" Tapi sepertinya mereka sudah pergi, lebih baik aku keluar dan mencari Gandi," ucap Gayatri yang langsung membuka pintu.