MELIK

MELIK
Papasangan


__ADS_3

Di rumah Nenek Tari.


Dari bangun pagi Nenek Tari terus marah - marah. Ketut Erni merasa bingung melihat sikap Ibunya yang seperti itu.


" Ibu , Ibu kenapa lagi sih ? Bukankah Ibu sudah menjalankan rencana Ibu ? " tanya Ketut Erni seraya mengangkat sebelah alisnya.


" Ibu memang sudah menjalankan rencana Ibu , tapi rencana Ibu gagal ," jawab Ibunya dengan wajah merah padam.


" Kok bisa gagal ,Bu ? tanya Ketut Erni dengan mata membulat. Dia kira rencana Ibunya berjalan dengan lancar , tapi ternyata malah gagal.


" Ibu juga tidak tahu. Padahal Ibu sudah mencobanya berkali-kali , tapi tetap gagal,"


" Lalu sekarang kita harus bagaimana , Bu ? Aku takut Bli Wayan memberitahu orang lain mengenai apa yang dia lihat," ucap Ketut Erni dengan wajah yang sudah terlihat pucat. Dia takut keluarga suaminya mengetahui semuanya. Jika keluarga suaminya tahu kalau dia penekun Ilmu Leak maka rumah tangganya pasti akan hancur. Walaupun Ibunya sudah meyakinkannya kalau Kakaknya tidak mungkin memberitahu siapapun , tapi setelah melihat rencana Ibunya gagal rasa takutnya itu muncul lagi. Meskipun Ibunya mengatakan kalau Kakaknya tidak akan memberitahu siapapun karena dia tidak memiliki sebuah bukti tapi mereka bisa saja mencari buktinya sendiri.


" Kamu tenang saja , Ibu akan menjalankan rencana Ibu yang kedua,"


" Rencana apa ,Bu ? " tanya Ketut Erni dengan penasaran. Sebelumnya dia begitu cuek dengan rencana Ibunya , karena dia yakin kalau Ibunya bisa melakukannya sendiri. Tapi setelah tahu kalau rencana Ibunya gagal dia jadi penasaran dengan rencana yang di buat oleh Ibunya.

__ADS_1


" Ibu berencana mau menanam papasangan di rumah Wayan Rasta,"


"Papasangan ? Kenapa namanya terdengar aneh sekali ? " ujar Ketut Erni yang terlihat bingung.


"Papasangan adalah benda yang di isi kekuatan gaib atau magis , serta di tanam di dalam tanah atau di sembunyikan secara rahasia di tempat tertentu dengan tujuan untuk membencanai seseorang. Benda tersebut dapat berupa tulang , taring binatang , gigi binatang , daun rontal yang telah di rajah , rambut , kertas yang di rajah , dan kain yang telah di beri lukisan gaib," terang Ibunya


" Di rajah itu maksudnya bagaimana ,Bu ? "


" Rajah atau rerajahan merupakan suatu suratan atau tulisan dan tanda-tanda berupa gambar yang di pakai sebagai jimat penolak bala atau membuat penyakit. Yang tentunya sudah di beri mantra."


" Yang kerap di pergunakan adalah bagian dari tubuh binatang berupa tulang dan taring dari anjing , babi , kera , serta tulang ayam . Taring dari babi jantan yang besar , tulang anjing berbulu merah di sembelih pada hari kajeng kliwon dan di ambil tulang atau taringnya merupakan bahan yang paling ampuh sebagai papasangan. Setelah di beri rerajahan berupa gambaran magis berbentuk aksara sakti , serta senjata dari para Dewa sambil di mantrai. Papasangan itu lalu di tanam di pekarangan orang yang akan di bencanai. Benda papasangan itu harus di tanam di lingkungan rumah orang yang akan di kenai atau di sembunyikan di tempat yang sering di lalui oleh orang tersebut , karena tidak bisa di kirim dengan kekuatan gaib. Benda papasangan tersebut harus dekat dengan orang yang akan di bencanai. Malahan yang terbaik adalah di tempatkan di tempat tidurnya , sehingga dapat kontak yang lama. Pada waktu menaruh atau menanam papasangan ini hendaknya tidak di ketahui orang lain. Bila di ketahui maka kesaktian atau keampuhan dari benda tersebut akan lenyap." terang Ibunya yang saat ini sudah duduk di samping Ketut Erni.


" Cara membuatnya bagaimana ,Bu ? " tanya Ketut Erni semakin penasaran.


" Kalau ingin membuat papasangan dari tulang anjing dan taring babi yang panjang, terlebih dahulu beri tulang dan taring itu rerajahan berupa gambar magis berbentuk aksara sakti serta nama orang yang akan di kenai papasangan. Lalu di ikat dengan benang tri datu. Benang tiga warna : merah - putih - hitam. Seluruh tulang yang telah di ikat dengan benang lalu di bungkus dengan kain putih yang telah di beri rerajahan. Benda yang telah terbungkus ini kemudian di tanam di pekarangan rumah atau di jalan keluar masuknya orang yang di tuju dan di sertai mantra,"


" Bagaimana cara menaruhnya ,Bu ? Bagaimana kalau ada yang melihat saat menaruh benda itu ?"

__ADS_1


" Cara menaruh papasangan itu biasanya menggunakan Ilmu Sesirep . Ilmu sesirep atau di sebut ilmu membuat orang mengantuk yang kemudian menjadi tertidur pulas. Setelah mengucapkan mantra sesirep , maka orang yang berada di sekitar tempat itu akan tertidur. Dengan demikian akan mudah untuk menanan papasangan tersebut."


" Bu , kenapa harus memakai tulang hewan ? Kalau memakai tulang dan taring dari hewan bukankah sangat susah di cari ?"


" Itu tidak sulit di dapatkan . Kita bisa mencarinya ke hutan. Menurut Jro Balian ( dukun ) , penggunaan tulang sebagai media dalam pembuatan papasangan gunanya agar tahan lama karena berasal dari mahkluk hidup . Karena itu di pilih tulang atau taring binatang , karena hidup , tahan lama dan gampang di peroleh di bandingkan yang berasal dari tulang manusia. Kalau tulang manusia baru sulit mendapatkannya. Tulang atau taring ini di percaya mempunyai suatu kekuatan penyalur magis yang lebih kuat dari pada bahan lainnya yang mudah lapuk . Kekuatan gaib yang di isi pada tulang yang telah di tanam itu akan terus memancar keluar dan mengenai orang yang di tuju, sehingga orang itu menjadi sakit. Karena itu tulang papasangan yang di pergunakan sebaiknya dari binatang anjing atau ayam yang bulunya berwarna merah , hitam , dan putih."


" IBu , apa tidak boleh binatang yang warnanya selain warna merah , hitam dan putih ?" tanya Ketut Erni lagi


" Tidak boleh. Harus tiga warna tersebut. Alasannya karena warna merah adalah lambang api kekuatan dari Dewa Brahma. Warna hitam adalah lambang air kekuatan dari Dewa Wisnu dan warna putih adalah lambang kekuatan udara dari Dewa Iswara. Dan penempatannya pun di sesuaikan dengan lambang kekuatan tersebut. Tulang papasangan dari binatang yang berbulu merah di tanam di dekat api yaitu di dapur. Papasangan yang berasal dari binatang berbulu hitam di tanam di sekitar air di dekat sumur atau tempat air. Dan papasangan yang berasal dari binatang yang berbulu putih di tanam di halaman rumah, di tempat terbuka yang banyak anginnya, yaitu di pintu keluar masuk orang yang di bencanai. Selama papasangan itu berada di sana , maka orang yang di inginkan untuk di sakiti akan terus menderita sakit, dan bahkan dapat meninggal."


" Lalu bagaimana cara penyembuhannya ? "


" Untuk penyembuhannya maka di carikan Jro Balian penengen. Tapi kadang-kadang sulit memberikan diagnose yang tepat , karena sakit akibat desti maupun papasangan sangat sulit di bedakan. Hanya Jro Balian ( dukun ) yang betul-betul sakti yang mampu mendiagnose dengan tepat. Jika Jro Balian tersebut mampu mengatasi papasangan tersebut , maka papasangan itu nantinya akan di gali, di mantrai , kemudian di bakar. Lalu abunya di buang ke laut atau ke sungai , sehingga kekuatan papasangan itu hanyut dan hilang di telan kekuatan Dewa Wisnu. Tapi jika Jro Balian tersebut tidak mampu mengatasi papasangan itu atau tidak di temukan di mana di tanam papasangan tersebut , maka solusinya hanya satu yaitu memindahkan orang yang sakit ke rumah saudara atau pindah rumah. Dengan begitu si sakit akan sembuh kembali. Dan papasangan yang di tanam di rumahnya lama kelamaan akan semakin surut keampuhannya , sehingga akhirnya tidak berkhasiat lagi sebagai papasangan,"


" Lalu kapan Ibu akan mencari tulang dan taring binatang itu ? "


" Nanti siang Ibu akan mulai mencarinya," ucap Ibu yang kemudian beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


__ADS_2