MELIK

MELIK
Menangis


__ADS_3

Besoknya...


Biaya upacara kematian Kakek Danar akhirnya di tanggung oleh Wayan Rasta dan Kakek Parjo.


Gayatri tidak sengaja mendengar kalau Nenek Tari dan saudara Bapaknya sangat senang setelah tahu kalau biaya upacara kematian Kakek Danar di tanggung oleh Bapaknya dan Kakek Parjo.


" Mereka jahat sekali," gumam Gayatri


" Gayatri, ayo bantu Ibu membawa kue ini ," panggil Luh Ani pada Gayatri yang sedang melamun.


" Iya ,Bu," jawab Gayatri yang langsung menghampiri Ibunya.


Banyak para tetangga dan sahabat Kakek Danar datang MEDELOKAN  ke rumah Ibu Tari.


Di bali Medelokan adalah salah satu kebiasaan turun - temurun  yang masih di pertahankan oleh masyarakat Hindu Bali . Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan untuk mendatangi rumah salah satu warga yang punya kegiatan keagamaan. Dengan tujuan untuk membantu atau melihat upacara yang sedang berlangsung. Medelokan biasanya merupakan inisiatif warga yang merasa berkerabat dengan yang punya kegiatan tanpa harus di undang. Contohnya upacara keagamaan kematian, pernikahan dan ada lagi yang lainnya. Mereka yang datang medelokan biasanya membawa bokor yang di dalamnya biasanya berisi beras, gula pasir, biskuit gabin arrow brand 360 g, kopi, dan dupa. Tapi ada juga yang datang membawa amplop berisi uang.


Saat Gayatri menuju ke kamar mandi karena kebelet kencing , Gayatri tidak sengaja melihat Nenek Tari mengambil empat bungkus biskuit gabin arrow brand 360 g . Nenek Tari menatap empat bungkus biskuit gabin itu , lalu tiba-tiba mulut Nenek Tari menjadi besar dan melebar. Dan setelah itu Nenek Tari memasukkan empat biskuit yang ada di tangannya sekaligus tanpa membuka plastik pembungkusnya.


Mata Gayatri terbelalak lebar melihat semuanya itu.


" Gandi, apakah yang tadi aku lihat itu adalah nyata ? " ujar Gayatri yang masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat barusan.


" Semuanya nyata .Lebih baik cepat ke kamar mandi nanti Nenek Tari melihatmu," ujar Gandi


Setelah dari kamar mandi Gayatri melanjutkan membantu Ibunya .


○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○


Jam 00 : 01


"Hik...hik...hik..." Gayatri yang tadinya sudah tidur langsung terbangun saat mendengar suara orang menangis.


" Siapa yang menangis malam-malam begini ? " pikir Gayatri merasa bingung.

__ADS_1


Dia lalu beranjak dari tempat tidurnya.


" Gayatri, kamu mau kemana ? " tanya Gandi


" Aku mendengar suara orang menangis , jadi aku ingin melihat siapa yang sedang menangis jam segini," sahut Gayatri


"Mungkin Nenek Tari yang menangis," sahut Gandi


"Tapi ini seperti suara laki-laki," balas Gayatri yang langsung melangkah ke luar mencari arah suara itu.


Mata Gayatri dan Gandi langsung terbelalak lebar melihat seseorang yang sedang menangis di sebuah sofa yang sering di pakai tidur oleh Kakek Danar .


" Gandi , apa aku tidak salah lihat ? Itu adalah Kakek Danar," kata Gayatri terlihat begitu terkejut


" Iya kamu memang benar, tapi itu adalah roh Kakek Danar," sahut Gandi


Mereka lalu menghampiri roh Kakek Danar yang sedang menangis.


" Kakek , kenapa Kakek ada di sini ? " tanya Gayatri sambil duduk di samping Kakek Danar.


" Iya kami bisa melihat Kakek. Aku anaknya Wayan Rasta dan dia adalah cucunya Kakek Parjo," jawab Gayatri.


" Kamu anaknya Wayan Rasta ? Kenapa aku tidak tahu kalau Wayan Rasta sudah memiliki seorang anak ? "


" Pasti Kakek tidak ingat aku siapa, soalnya saat aku kenal Kakek Danar keadaan Kakek sudah sakit," pikir Gayatri


" Iya Kek. Masak Kakek tidak ingat ,aku bahkan sering kemari," kata Gayatri


" Kakek memang tidak ingat apapun, tapi wajahmu sangat mirib dengan Wayan Rasta ," balas Kakek Danar sambil menatap Gayatri


" Lalu kenapa Kakek menangis ? " tanya Gandi


" Kakek menangis karena semua mengira Kakek telah meninggal ,dan bahkan di sana ada jenazah Kakek. Tapi kalau Kakek memang sudah meninggal, lalu kenapa kalian bisa melihat Kakek ? Pasti itu bukan jenazah Kakek kan ?" ujar Kakek Danar sambil menunjuk ke sebuah jenazah yang tidak jauh dari sana.

__ADS_1


Gandi menoleh ke arah Gayatri yang ada di sampingnya, dia menatap gadis itu beberapa detik . Gayatri juga membalas tatapan Gandi. Mereka ingin memberitahu kenyataannya tetapi mereka juga kasihan pada Kakek Danar.


" Kenapa kalian malah diam ? " tanya Kakek Danar sambil menatap mereka berdua.


" Kakek, sebenarnya Kakek sudah meninggal. Dan jenazah itu adalah jenazah Kakek sendiri," ucap Gayatri sambil menunduk.


Bagaikan di sambar petir di siang bolong , wajah Kakek Danar begitu terkejut mendengar ucapan Gayatri.


" Itu tidak mungkin , kalian pasti berbohong," sahut Kakek Danar dengan mata yang membulat lebar.


" Gayatri bicara serius Kek. Kakek sudah meninggal karena sakit," balas Gandi yang juga ikut menunduk


" Kalian pasti berbohong. Kalau Kakek beneran sudah meninggal lalu kenapa kalian bisa melihat Kakek ? Apakah kalian juga sudah meninggal ? " ujar Kakek Danar


" Kami masih hidup Kek. Aku bisa melihat Kakek karena aku gadis Melik ( indigo ) ,sedangkan Gandi adalah bangsa Wong Samar ( bangsa jin ) . Anaknya Kakek Parjo yang bernama Kadek Ayu yang dulu di kabarkan tenggelam di pantai selama ini belum meninggal. Dia tinggal di bangsa wong samar dan menikah dengan bangsa Wong Samar," tutur Gayatri


" Pantas wajahnya sangat mirib dengan Kadek Ayu. Kakek kira Gandi adalah cucu angkatnya Kakek Parjo," jawab Kakek Danar.


" Apa Kakek tidak ingat kenapa Kakek bisa meninggal ? " tanya Gayatri sambil menatap Kakeknya yang sedang berpikir.


" Kakek tidak ingat sama sekali. Yang Kakek ingat hanya satu, yaitu Kakek pernah mencari Bapakmu dan memberikan tanah warisan padanya. Waktu itu Kakek melihat Ibumu tengah hamil besar. Waktu itu Bapakmu menolak warisan dari Kakek , lalu Kakek memaksanya hingga dia mau menerimanya. Ketika akan pulang Kakek memberitahu Bapakmu kalau Kakek punya firasat buruk. Waktu itu Kakek merasakan akan terjadi sesuatu pada diri Kakek ,tapi Kakek tidak tahu apa yang akan terjadi. Setelah itu Kakek tidak ingat apa-apa," tutur Kakek Danar.


"Tapi aku sering ke sini ,dan bahkan Kakek sering mengajakku bermain," jawab Gayatri


" Kakek? Sebenarnya Kakek meninggal karena Nenek Tari," sahut Gandi menunduk


Kakek Danar langsung menoleh dan menatap Gandi dengan wajah terkejut.


" Mana mungkin istriku yang menyebabkan aku meninggal."ucap Kakek Danar dengan wajah yang tidak percaya.


" Walaupun aku sering marah-marah padanya , tapi aku tetap mencintainya. Aku sering marah padanya karena dia begitu pemalas dan sering menyakiti perasaan Wayan Rasta. Aku hanya ingin dia berubah. Aku sudah memberitahunya dengan lembut agar dia berubah , tapi dia tidak pernah mendengarkanku, jadi terpaksa aku marah-marah padanya," pikir Kakek Danar


" Tapi aku bicara jujur Kek. Nenek Tari belajar Ilmu Leak. Dia belajar Ilmu Leak karena merasa sakit hati karena Kakek selalu marah padanya. Ketika Nenek Tari tidak mendapatkan tumbal untuk barang Pengeleakannya, dia lalu menumbalkan Kakek. Bahkan sekarang Gayatri mau di tumbalkan oleh Nenek Tari. Kalau Kakek tidak percaya , Kakek bisa melihatnya di belakang rumah ini. Kebetulan sekarang Nenek Tari sedang melakukan ritual Ngelek di sana," tutur Gandi.

__ADS_1


Mata Kakek Danar membulat mendengar itu, dia lalu pergi ke belakang rumahnya.


Jangan lupa like, vote dan komentarnya🙏 Mohon maaf pembaca semuanya. Author baru bisa up lagi ,karena Author lagi ada acara Odalan. Di bali Odalan merupakan rangkaian upacara ke agamaan yang di tunjukan kepada Tuhan Yang Maha Esa pada sebuah Pura atau tempat suci. Odalan berasal dari kata ' WEDAL' yang memiliki arti lahir. Jadi Odalan itu adalah peringatan hari lahirnya sebuah tempat suci Umat Hindu.


__ADS_2