
" Tidak usah cemberut begitu. Kamu terlihat jelek kalau cemberut ," ucap Gandi sambil mengusap rambut Gayatri.
" Gandi , apakah Bapak memarahi Nenek Tari ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.
" Iya, dia begitu marah pada Nenek Tari. Awalnya aku ingin membangunkanmu saat mereka bertengkar , tapi kamu begitu susah sekali di bangunkan. Berkali- kali aku bangunkan , tapi kamu tidak bangun sama sekali," tutur Gandi .
" Mungkin aku terlalu mengantuk ," ujar Gayatri. Saat ini saja dia masih mengantuk . Ingin tidur tapi takut ada yang datang mengganggu. Minta di jagain sama Gandi juga tidak mungkin , karena sekarang adalah waktu tidurnya Gandi. Pria itu pasti sangat mengantuk karena bergadang menjaga Gayatri setiap malam.
Setelah Gandi tidur , gadis itu memilih menonton tv di ruang tamu untuk menghilangkan rasa ngantuknya. Luh Ani lalu mendekati putrinya yang berkali-kali menguap .
" Gayatri, kalau ngantuk lebih baik tidur saja," ujar Luh Ani sambil menatap putrinya
" Kalau aku tidur lalu siapa yang menjagaku ,Bu ? Saat ini Gandi sedang tidur di kamarku. Semenjak aku tidak memakai gelang , Gandi yang selalu bergadang menjagaku setiap malam. Kalau Gandi tidak menjagaku maka aku tidak akan bisa tidur," terang Gayatri dengan murung.
" Kasihan juga Gandi. Apakah Bapaknya tidak marah jika Gandi setiap hari bersama kita ? "tanya Luh Ani. Dia merasa tidak enak pada Kadek Ayu dan suaminya karena putranya setiap hari di rumahnya. Tadi pagi Wayan Rasta sempat menghubungi Kakek Parjo untuk menanyakan mengenai sifat Gandi. Dan Wayan Rasta sudah memutuskan ingin membuka mata batinnya agar bisa melihat Gandi dan bisa menjaga putrinya.
__ADS_1
" Gandi tidak suka dengan Bapaknya ,Bu. Setiap bertemu Bapaknya mereka selalu bertengkar," sahut Gayatri.
" Kalau begitu sekarang lebih baik Gayatri tidur. Nanti Ibu yang menjaga Gayatri, "ucap Luh Ani sambil menatap putrinya yang terlihat begitu mengantuk.
" Tidak usah ,Bu. Aku tidak ingin mengganggu Gandi. Kalau aku tidur , lalu tiba-tiba ada yang datang menggangguku nanti Gandi malah ikutan bangun. Kalau Gandi tahu aku mengantuk , pasti dia menyuruhku untuk tidur," balas Gayatri
" Kalau begitu tidur di sini saja. Biar Ibu yang menjaga Gayatri," jawab Luh Ani yang langsung mengambil kasur lantai.
" Bukannya Ibu harus membuat canang ? " tanya Gayatri merasa tidak enak pada Ibunya.
" Ibu akan menemani Gayatri sambil membuat canang ," kata Luh Ani yang langsung mengambil bahan-bahan untuk membuat canang.
Baru beberapa menit Gayatri tidur , dia merasakan perutnya terasa berat seperti ada yang duduk di atas perutnya. Dia berusaha ingin membuka matanya tapi matanya begitu sulit untuk di buka. Dia juga ingin menggerakan tubuhnya , namun tubuhnya sama sekali tidak bisa di gerakkan. Dia hanya bisa merasakan rasa sakit karena beratnya beban yang ada di atas perutnya. Dia berusaha dengan keras menggerakkan tubuhnya dan ingin mendorong mahkluk yang ada di atas perutnya , namun dia begitu kesulitan melakukannya.
" Ibu ,tolong Gayatri ," batin Gayatri . Dia berharap Ibunya mengetahui semuanya , namun sayang sekali Luh Ani tidak mengetahui kalau di atas perut putrinya ada sesosok mahluk bertubuh besar sedang duduk di sana. Mahkluk itu juga nencekik leher Gayatri. Ibunya hanya melihat kalau putrinya sedang tidur begitu nyenyak di sampingnya, padahal putrinya sedang dalam bahaya.
__ADS_1
Kebetulan sekali Lio datang dan melihat semuanya. Dia lalu menghampiri Gayatri dan menolong gadis itu. Gayatri tersentak, terbangun dengan nafas ngos -ngosan. Tubuhnya langsung lemas , dan berkeringat.
" Gayatri, ada apa nak ? " tanya Luh Ani sambil memberikan segelas air putih pada Gayatri . Luh Ani begitu khawatir melihat wajah putrinya yang begitu pucat.
" Tadi ada yang duduk di atas perutku,Bu. Rasanya sangat sakit sekali, tapi untung Lio datang menolongku," ucap Gayatri dengan suara yang begitu pelan dan hampir tidak terdengar.
" Lio, terima kasih karena kamu sudah menolongku, " kata Gayatri sambil melihat Lio yang ada di sampingnya.
Satu jam kemudian gadis itu masih berbaring dengan tubuhnya yang masih lemas . Wajahnya terlihat begitu pucat seperti seorang mayat. Gayatri berusaha untuk bangun dengan tubuhnya yang begitu lemas. Dia mengeluarkan semua tenaganya agar bisa berdiri , namun dia tidak mampu berdiri terlalu lama. Tubuh gadis itu langsung ambruk di depan Wayan Rasta.
Luh Ani dan Wayan Rasta begitu terkejut melihat keadaan putrinya. Wayan Rasta lalu mengangkat Gayatri dan membaringkannya di tempat tidur.
" Gayatri , ada apa nak ? Kenapa wajahmu pucat sekali ? " tanya Wayan Rasta yang terlihat cemas dengan keadaan putrinya.
Luh Ani lalu menceritakan semua yang terjadi barusan pada suaminya.
__ADS_1
" Aku tidak tega melihat Gayatri seperti ini terus ," ucap Luh Ani sambil meneteskan air matanya.
" Kita harus segera mencari Jro Balian( dukun ), " jawab Wayan Rasta.