MELIK

MELIK
Sudah tahu


__ADS_3

Beberapa menit kemudian Wayan Rasta masuk ke kamar Gayatri . Dia berusaha membangunkan putrinya yang masih tidur.


" Bapak , kenapa Bapak di sini ? " tanya Gayatri sambil mengucek matanya berkali-kali. Gadis itu begitu terkejut karena tiba-tiba saja Bapaknya sudah di sampingnya .


Gandi menghela nafas panjang melihat semuanya. Tadi dia tidak tega membangunkan Gayatri , tapi sekarang sudah di bangunkan oleh Bapaknya sendiri.


" Gayatri , ayo bangun dan cuci wajahmu ,setelah itu kita pulang ," perintah Wayan Rasta sambil memasukkan barang-barang putrinya ke dalam tasnya.


Gayatri masih diam mematung melihat semuanya . Dia menatap Gandi untuk meminta jawaban pada pria itu. Dia begitu yakin kalau Gandi mengetahui semua yang telah terjadi saat dia tidur.


" Gandi, tolong temani Gayatri ke kamar mandi. Setelah ini kita pergi ke rumah Kakek Surya," ucap Wayan Rasta. Walaupun dia tidak bisa melihat Gandi tetapi dia sangat yakin kalau Gandi bersama Gayatri saat ini.


Gayatri lalu keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar mandi .


" Gandi , apa yang sebenarnya sudah terjadi ? Kenapa Bapak tiba-tiba ada di sini ? Biasanya Bapak menghubungi ponsel Nenek Tari kalau mau menjemputku , " kata Gayatri.


" Aku ceritakan nanti saja. Lebih baik sekarang cuci wajahmu dulu," ujar Gandi sambil berdiri di depan pintu kamar mandi.


" Gandi , aku mandi sebentar saja ya ? " ucap Gayatri dari dalam kamar mandi.


" Gayatri , nanti saja mandi di rumah Kakek Surya. Soalnya Bapakmu terlihat buru- buru sekali,"


" Iya deh ," sahut Gayatri ketus.


" Bikin aku penasaran saja , sebenarnya apa sih yang terjadi hingga Bapak seperti itu ? Karena baru kali ini Bapak seperti itu ," batin Gayatri. Selesai mencuci wajahnya , dia langsung pergi ke kamarnya.

__ADS_1


Semua barang- barangnya sudah di masukkan semua ke dalam tasnya. Kamar itu juga sudah terlihat bersih dan rapi.


" Gayatri, ayo kita ke rumah Kakek Surya . Ibumu saat ini masih ada di sana, karena Kakek baru saja sembuh," ujar Wayan Rasta pada putrinya.


" Kalau begitu aku pamit sama Nenek dulu ,Pak, " sahut Gayatri sambil mengangkat tas ransel miliknya.


" Tidak usah pamitan sama ,Nenek," ujar Wayan Rasta sambil menutup pintu.


" Kenapa begitu ,Pak ? Apa Bapak lagi marah sama Nenek ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.


" Nenekmu itu sangat jahat , jadi mulai sekarang tidak usah membicarakan dia," ucap Wayan Rasta


" Sejahat-jahatnya Nenek , dia tetap orang yang sudah melahirkan Bapak ," ujar Gayatri yang langsung ke luar mencari Nenek Tari


Gayatri mencari Nenek Tari di kamarnya , namun dia tidak ada di kamarnya. Gayatri lalu pergi ke dapur. Setelah sampai di dapur dia melihat Neneknya sedang mencuci piring.


" Apa tidak mau makan dulu sebelum pergi ?" tanya Nenek Tari sambil menatap cucunya.


" Tidak usah ,Nek. Soalnya Bapak sudah menunggu di depan ," jawab Gayatri merasa tidak enak pada Neneknya


" Kalau begitu kamu bawa kue ini ya ? Bukankah Gayatri sangat suka dengan kue ini ? " tanya Nenek Tari sambil memberikan kue khas bali pada Gayatri.


" Terima kasih ,Nek ," balas Gayatri sambil mencium punggung tangan Neneknya.


Setelah sampai di rumah Kakek Surya , Gayatri mengeluarkan kue yang di berikan oleh Nenek Tari.

__ADS_1


" Gayatri , itu apa ? " tanya Kakek Surya sambil menunjuk ke arah kue yang masih terbungkus daun pisang


" Ini kue dari Nenek Tari, Kek. Nenek tidak tahu kalau Bapak akan menjemputku hari ini , jadi dia membeli banyak kue untukku . Apakah Kakek mau minta ? " tanya Gayatri sambil mengeluarkan kuenya.


" Gayatri, lebih baik kamu buang kue itu," perintah Bapaknya dengan tatapan mata yang tajam


" Kenapa mesti di buang ,Pak ? Kasihan kue-kuenya masih bagus," ujar Gayatri sambil menatap Bapaknya. Dia tidak mengerti dengan perusahan sikap Bapaknya.


" Gayatri , Nenekmu itu belajar Ilmu Leak . Bagaimana kalau kue ini berisi cetik yang dapat membuatmu sakit ? " tanya Wayan Rasta . Setelah mengetahui semuanya dia begitu takut dengan keadaan putrinya.


Cetik adalah racun mematikan yang di ramu oleh seseorang yang telah mempelajari Ilmu pengeleakan.


" Apakah Bapak sudah melihat kalau Nenek Tari penekun Ilmu Leak ?" tanya Gayatri dengan mata yang terbelalak lebar


" Iya, Bapak sudah melihat sendiri apa yang Nenekmu lakukan kemarin malam," sahut Wayan Rasta pada putrinya. Kemarin jam 11 : 30 dia sudah sampai di rumah Ibunya , tetapi dia sengaja bersembunyi tidak jauh dari rumah Ibunya agar Gayatri tidak keluar rumah. Dia melihat dengan mata kepalanya sendiri apa yang Ibunya lakukan di depan rumahnya. Dia begitu kecewa dengan Ibunya yang ternyata adalah seorang penekun Ilmu Leak.


Gandi dan Gayatri begitu terkejut mendengar semua yang Bapaknya katakan , apalagi kemarin Gandi sudah mencari Wayan Rasta kemana-mana , tetapi tidak di temukan.


" Tapi kemarin Gandi sudah mencari Bapak kemana-mana , tetapi Gandi tidak melihat Bapak sama sekali,"sahut Gayatri merasa bingung


" Bapak sengaja sembunyi tidak jauh dari rumah Nenek Tari. Bapak melakukan itu agar kamu tidak keluar rumah saat larut malam," ungkap Wayan Rasta menjelaskan.


"Tapi cara Bapak sangat salah . Seharusnya Bapak menungguku di tempat yang sudah aku beritahu. Akibat Bapak bersembunyi , Gandi jadinya mencari Bapak kemana-mana hingga aku sendirian di kamar dan di ganggu mahkluk aneh -aneh. Bapak kan tahu sendiri ,saat ini Gandi yang selalu menjagaku," ujar Gayatri dengan wajah yang terlihat kesal dan langsung masuk ke kamarnya. Gadis itu begitu marah karena Bapaknya tidak memberitahu apapun kemarin.


" Berarti Gandi dan Gayatri benar-benar sudah menikah ? " tanya Kakek Surya dengan raut wajah penasaran

__ADS_1


" Iya ,Pak. Sebelumnya Gayatri dan Kakek Parjo sudah bicara mengenai hal ini , tetapi aku malah tidak percaya dengan ucapannya,"sahut Wayan Rasta menunduk.


__ADS_2