MELIK

MELIK
Air Terjun Blangsinga


__ADS_3

Saat ini Gayatri dan Gandi sedang berkunjung ke rumah Kakek Parjo.


" Gandi, lagi lima hari aku akan pergi ke air terjun Blangsinga atau nama lainnya asalah air Terjun Tegenungan . Aku kesana bersama para guru di Sekolah. Tapi tidak hanya ke sana saja , kami juga akan diajak ke tempat wisata lainnya. Kamu harus ikut ke sana nanti ya ? " ujar Gayatri seraya menatap Gandi yang sedang membantu Kakek Parjo.


" Gayatri ? Saat nanti berada di sana , Gayatri harus hati-hati saat bicara. Jangan pernah bicara yang kasar.Jaga sikap Gayatri, karena tempat itu angker dan berpenghuni," terang Kakek Parjo menjelaskan.


" Masa sih ,Kek ? Pasti Kakek hanya nakutin aku saja ya ? Tempat itu sangat terkenal dan juga banyak yang datang ke sana," kata Gayatri tidak percaya.


" Kakek bicara jujur. Kakek tahu betul air terjun itu. Air Terjun Tegenungan merupakan salah satu tempat wisata alam yang populer di Bali. Air terjun ini berada di kawasan Sukawati, Gianyar. Air terjun ini airnya sangat segar, keindahannya bisa memanjakan mata, ada juga berbagai aktivitas seru yang bisa kamu lakukan di sana. Namun, di balik itu semua ternyata air terjun ini telah dikenal menyimpan berbagai kisah mistis. Masyarakat setempat menilai air Terjun Tegenungan bukanlah air terjun biasa , melainkan tempat yang angker dan memiliki 'penghuni'. Walau begitu, kisah-kisah mistis ini malah menarik wisatawan yang penasaran," tutur Kakek Parjo



" Memang penghuni apa yang ada di sana ,Kek ? "


" Dulu teman Kakek pernah melihat ada sesosok Pedanda ( Pendeta di bali ) laki-laki berbaju serba putih sedang duduk bersila di bawah air terjun kecil. Masyarakat setempat juga meyakini bahwa air terjun ini merupakan sebuah griya niskala, yang artinya rumah pedanda gaib. Kisah ini telah terdengar secara turun-temurun dari para tetua masyarakat setempat. Keberadaan griya niskala ini di perkuat dengan adanya Pura Beji Tirta Merta Jiwa yang tidak jauh dari Air Terjun Tegenungan. Menurut pemangku upacara setempat, pura ini merupakan lokasi tirta suci untuk Pura Kahyangan. Air terjun itu pernah menelan korban jiwa. Korban tiba-tiba menghilang saat berenang dan jasadnya baru ditemukan beberapa hari kemudian. Masyarakat setempat meyakini bahwa ada sosok makhluk lain yang meminta tumbal berupa jiwa manusia. Makhluk tersebut menempati titik di mana air terjun tersebut jatuh. Seakan makhluk tersebut memiliki peran dalam kecelakaan yang terjadi di air terjun ini. Jasad korban yang meninggal di air Terjun Tegenungan akan ditahan oleh makhluk tersebut selama beberapa waktu sampai akhirnya dapat ditemukan. Berapa lama jasad tersebut menghilang ditentukan oleh sang penghuni. Karena itulah masyarakat setempat terus berdoa agar air terjun ini tidak terus-menerus meminta tumbal. Percaya atau tidak , kamu tidak perlu takut kalau mau berkunjung ke sana. Yang penting harus tetap berhati-hati dan hormati budaya masyarakat setempat. Jangan lupa untuk selalu ikuti peraturan yang berlaku di setiap tempat wisata yang nanti akan kamu kunjungi," ucap Kakek Parjo menjelaskan.


" Terima kasih Kek, karena sudah memberitahuku. Aku akan berhati-hati saat nanti pergi ke sana," sahut Gayatri seraya tersenyum

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kerajaan Wong Samar


Dengan langkah terburu-buru, dan nafas ngos-ngosan , Lio pergi ke ruangan Raja Wong Samar.


" Salam ,Ayahanda," ucap Lio seraya membungkuknya sedikit tubuhnya.


" Ada apa ? Kenapa wajahmu seperti itu ? Apa ada masalah ? " tanya Raja Wong Samar seraya menaikkan sebelah alisnya . Raja Wong Samar melihat wajah Lio yang terlihat begitu panik.


" Gawat, Ayahanda. Tadi saat aku berkeliling di sekitar sini, aku mendengar dari salah seorang rakyat kalau mereka ingin berdemo. Tapi aku tidak tahu kapan mereka akan datang kemari," sahut Lio dengan wajah yang begitu serius.


" Berdemo ? " tanya Raja Wong Samar. Dia tidak mengerti kenapa rakyatnya ingin berdemo kemari.


" Ya, Ayahanda. Mereka berdemo karena tidak setuju dengan pernikahan Gandi dan Gayatri," terang Lio menjelaskan


" Kenapa mereka bisa tidak setuju ? Padahal aku sudah bilang pada mereka kalau aku sudah menganggap Gandi telah tiada," balas Raja Wong Samar dengan wajah berapi-api.

__ADS_1


" Walaupun Ayahanda bilang begitu tapi nyatanya Gandi masih hidup .Walaupun Ayahanda membenci Gandi, tapi dia tetap adalah seorang putra dari Raja Wong Samar. Di tubuh Gandi tetap mengalir darah bangsa Wong Samar. Semua harta Kakek juga sudah di atas namakan dengan nama Gandi oleh Kakek sebelumnya . Kata rakyat Wong Samar , jika Ayahanda menikahkan Gandi dengan seorang manusia , maka mereka menyuruh Gandi membawa istrinya kemari dan menjadikanya seorang Wong Samar ," tutur Li


" Mana mungkin Gayatri menjadi bangsa Wong Samar ? Kamu tahu sendiri kalau Gayatri di lindungi oleh Dewa Siwa. Kamu sendiri juga masih ingat kekacauan yang telah di buat oleh gadis itu. Keluarganya juga tidak akan setuju jika gadis itu menjadi bangsa Wong Samar," ungkap Raja Wong Samar yang terus berpikir.


" Kata mereka kalau Gandi terus tinggal di dunia manusia , itu artinya Gandi sudah melanggar peraturan yang ada di kerajaan ini. Kalau Gandi tidak mau ke sini maka Ayahanda di minta menghukum mati Gandi sesuai peraturan yang ada di sini,"


" Apa ? " teriak Raja Wong Samar yang tampak begitu terkejut. Walaupun dia marah dengan Gandi , tapi kalau masalah menghukum mati dia tidak akan berani melakukan itu. Mana mungkin dia tega menghukum mati darah dagingnya sendiri. Semua peraturan yang ada di kerajaan ini juga di buat olehnya. Dulu dia membuat peraturan seperti itu karena rakyarnya banyak yang menghamili para manusia, hidup di dunia manusia, dan ada juga yang selalu mengganggu manusia. Namun sekarang putranya sendiri yang ingin hidup di dunia manusia. Awalnya dia menikahkan Gandi dan Gayatri hanya bertujuan untuk mengincar sinar cakra yang ada di kepala gadis itu dan juga mengincar darah gadis itu , tapi putranya malah jatuh cinta dengan gadis itu hingga semua rencananya menjadi gagal dan karena itu dia jadi sangat marah dengan putranya sendiri.


" Jalan satu-satunya Gandi harus melupakan Gayatri dan setelah itu kembali kesini , " kata Raja Wong Samar


Mata Lio langsung membulat mendengarnya. Pasti Gandi tidak akan setuju dengan semua ini. Apalagi dia tidak pernah mau jauh dari Gayatri. Pria itu begitu mencintai Gayatri.


Lio merasa kasihan pada Gandi, tapi dia juga tidak bisa menolong Gandi.


" Lio , kamu harus bicara mengenai masalah ini pada Gandi. Bilang padanya kalau kerajaan sedang dalan masalah. Kamu harus bisa membawa Gandi kembali ke kerajaaan ini," kata Raja Wong Samar seraya fokus menatap Lio.


" Iya,Ayahanda. Aku akan segera memberi tahu Gandi mengenai masalah yang ada di sini," sahut Lio

__ADS_1


__ADS_2