MELIK

MELIK
Menjalankan rencana


__ADS_3

Jam 11 : 58


" Gayatri , ayo bangun ! " ucap Gandi sambil menyentuh wajah Gayatri.


"Aku masih ngantuk," balas Gayatri dengan mata yang masih terpejam.


"Tapi Bapakmu malam ini mau ke sini. Kasihan dia , sudah datang larut malam begini , tapi kamu malah tidur," gerutu Gandi sambil menarik tangan Gayatri.


Dia tidak ingin rencananya kali ini gagal total , dan apalagi sudah meminta Bapaknya Gayatri untuk datang kemari. Kalau kali ini dia tidak bisa membuktikan semuanya pada Bapak Gayatri , maka lain kali Bapaknya pasti tidak akan percaya dengan apapun yang Gayatri ucapkan.


" Iya..iya, aku akan bangun sekarang. Ternyata kamu cerewet juga." Gayatri lalu beranjak dari tempat tidurnya sambil mengucek mata.


" Kalau begitu anterin aku cuci muka biar ngantuknya hilang," ujar Gayatri yang sudah duduk di samping Gandi.


Karena kamar mandinya ada di luar , jadi dia mesti keluar dari kamarnya.


" Baiklah , tapi kamu harus hati-hati . Jangan sampai ketahuan sama Nenek Tari," ujar Gandi


" Iya tenang saja ," jawab Gayatri yang langsung membuka pintu kamarnya. Gadis itu berjalan dengan langkah yang begitu pelan. Sesekali dia melihat ke arah kamar Neneknya.


Selesai mencuci wajah, rasa kantuknya langsung hilang ,dan wajahnya langsung terlihat seger.


" Gandi , sepertinya Nenek Tari belum bangun. Tadi aku lihat lampu kamarnya masih mati. Biasanya kalau Nenek sudah bangun , lampu kamarnya pasti menyala," ujar Gayatri

__ADS_1


Gadis itu terlihat tidak tenang setelah melihat kamar Neneknya. Dia takut semua rencananya gagal. Dan kalau gagal maka Bapaknya pasti akan marah kepadanya .


" Kenapa kamu melihat dari lampu kamarnya ? Walaupun lampu kamarnya mati tapi belum tentu dia masih tidur . Siapa tahu dia sengaja tidak menyalakan lampu," ucap Gandi . Dia sangat yakin kalau Nenek Tari sudah bangun ,dan sengaja tidak menyalakan lampu.


" Bagaimana kalau Nenek Tari tidak melakukan ritual Ngeleak hari ini ? Bapak pasti akan marah padaku ," sahut Gayatri . Gadis itu sangat takut kalau semua rencananya menjadi gagal , apalagi dia sudah menyuruh Bapaknya agar datang larut malam begini. Dan saat ini Bapaknya juga masih tinggal di rumah Kakek Surya. Apalagi jarak rumah Kakek Surya ke rumah Nenek Tari sangatlah jauh.


" Gayatri , tidak usah cemas begitu. Biar aku yang melihat ke kamar Nenek Tari. Sekalian aku juga ingin keluar melihat Bapakmu," terang Gandi.


" Tapi aku takut di sini sendirian," jawab Gayatri sambil menatap Gandi.


Kalau Gayatri sendirian sudah pasti akan ada yang datang mengganggunya. Dan itu sudah sering terjadi selama ini. Makanya gadis itu tidak pernah berani sendirian ataupun tidur sendiri.


" Tidak usah takut begitu.Kalau aku tidak keluar lalu bagaimana caranya agar semua rencana kita berjalan dengan lancar ? Kalau ada yang datang mengganggumu, ingat saja berdoa . Jangan lupa sama Tuhan. Yakinlah kalau Tuhan pasti melindungi kita," ujar Gandi sambil mengusap rambut Gayatri dengan lembut.


" Kamu memang benar. Tuhan pasti akan selalu melindungiku. Kalau begitu pergilah ," balas Gayatri sambil tersenyum.


" Ternyata Nenek Tari tidak ada di kamarnya . Apakah dia sudah melakukan ritual ngeleak ? " gumam Gandi yang langsung pergi ke depan rumah dan pergi ke belakang rumah . Akan tetapi Gandi tetap tidak menemukan Nenek Tari.


" Sebenarnya Nenek Tari pergi kemana ? Apakah dia melakukan ritual di tempat lain ? " gumam Gandi sambil mengacak rambutnya sendiri. Dia begitu takut kalau semua rencananya gagal.


Tiba-tiba dia mendengar suara dari arah dapur . Gandi lalu pergi ke dapur. Di sana dia melihat Nenek Tari yang sedang membuat sesajen yang akan di gunakan untuk melakukan ritual Ngeleak. Gandi akhirnya bisa bernafas dengan lega , karena Nenek Tari saat ini akan melakukan ritual Ngeleak. Gandi lalu pergi ke depan, dia ingin tahu apakah Bapak Gayatri sudah datang atau belum. Namun Gandi tidak melihat ada siapapun di depan rumah Nenek Tari. Dia lalu pergi ke rumah Kakek Surya , tapi dia juga tidak melihat Bapak Gayatri di sana. Gandi lalu menelusuri setiap jalan yang sering di lewati oleh Bapak Gayatri. Namun dia tetap tidak menemukan Wayan Rasta di mana-mana.


" Kenapa Bapaknya Gayatri tidak ada di mana-mana ? Sebenarnya pergi kemana dia ? " pikir Gandi merasa frustasi. Di saat Nenek Tari sudah akan melakukan ritual Ngeleak , malah Wayan Rasta tidak ada. Gandi merasa bingung harus mencari Bapak Gayatri kemana lagi.

__ADS_1


Gayatri yang berada di dalam kamarnya saat ini sedang di ganggu oleh Leak berwujud monyet putih. Berkali-kali Gayatri mengucapkan doa, tetapi doa yang dia ucapkan tidak di takuti sama sekali oleh Leak itu. Leak Monyet Putih semakin mendekati Gayatri sambil tersenyum . Gayatri lalu ingat pada Dewa Siwa yang selalu menolongnya selama ini. Gayatri lalu mencakupkan kedua belah telapak tangannya di kening.


" Om Namah Shivaya...Om Namah Shivaya ...Om Namah Shivaya." Gayatri memejamkan matanya sambil memfokuskan pikirannya. Dia lalu mengucapkan mantram Dewa Siwa hingga berkali-kali .


Om Namah Shivaya yang artinya saya mohon perlindungan, tuntunan dan keselamatan dari Dewa Siwa.


Leak Monyet Putih lalu menghilang tanpa Gayatri sadari. Ketika Gayatri membuka mata, dia hanya melihat Gandi yang berdiri di depannya.


" Gandi , akhirnya kamu datang juga. Lalu bagaimana ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat


" Nenek Tari saat ini lagi membuat sesajen untuk ritual Ngeleak. Tapi Bapakmu tidak ada di depan . Aku sudah mencari ke rumah Kakek Surya , tapi di sana hanya ada Kakek , Nenek , Ibumu dan adikmu," tutur Gandi dengan wajah yang tidak bersemangat.


" Mungkin Bapak ada di rumah atau masih di jalan," sahut Gayatri


" Aku sudah mencari ke rumah , tapi tidak ada siapapun di rumah. Aku juga sudah mencari ke kebun , dan menelusuri semua jalan yang sering di lewati Bapakmu, tapi tetap tidak ada ," terang Gandi


" Lalu Bapak kemana ? Aku jadi khawatir pada Bapak. Andai aku punya ponsel , pasti akan gampang menghubungi Bapak. Kalau sekarang aku meminjam ponsel sama Nenek juga tidak mungkin , karena saat ini Nenek mau melakukan ritual Ngeleak. Nanti dia malah curiga denganku. Kecuali minjamnya besok pagi," ungkap Gayatri yang terlihat khawatir memikirkan Bapaknya.


" Jangan berpikir negatif dulu, mungkin saja Bapakmu lagi pergi ke suatu tempat yang tidak kita ketahui. Kamu hubungi saja dia besok pagi ," jawab Gandi


" Andai aku punya ponsel , pasti semua rencana kita berjalan lancar," ucap Gayatri dengan wajah cemberut.


" Sudahlah jangan cemberut begitu. Mukamu jadi jelek kalau cemberut. Nanti aku bantu biar kamu punya ponsel," hibur Gandi . Dia sebenarnya merasa kasihan pada Gayatri karena di Sekolahnya hanya dia yang tidak memiliki ponsel. Tapi dia juga merasa bingung bagaimana caranya membantu Gayatri agar bisa memiliki ponsel.

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan rencana kita ? Padahal aku berharap Bapak datang dan melihat semuanya, "


" Aku juga berharap begitu . Tapi mau bagaimana lagi ? Mungkin Bapakmu lagi ada urusan mendadak, " sahut Gandi sambil merangkul pundak Gayatri


__ADS_2