
" Ibu ,Jambangan yang ada di Tegal Penangsaran ( Neraka ) itu seperti apa ?" tanya Rara seraya menatap Sang Ibu
" Jambangan itu adalah Kawah Neraka. Roh yang semasa hidupnya selalu berperilaku buruk maka akan di rebus di kawah yang airnya mendidih," tutur Luh Ani menjelaskan .
" Ibu, benarkah di desa adat Mengwi ada Pura Jambangan ? " tanya Rara dengan wajah penasaran.
" Iya benar. Pura Dalem Jambangan yang berlokasi dekat setra desa adat Mengwi, tak lain merupakan Tegal Penangsaran ( Neraka ) di alam nyata. Bagi orang yang pertama kali memasuki kawasan Pura Dalem Jambangan, mungkin belum mengetahui kalau di tempat tersebut terdapat Pura. Pura Dalem Jambangan merupakan sebuah pura kecil namun sangat di kenal dengan keunikan yang dimiliki. Berbagai kegiatan spiritual senantiasa mengizi keseharian Pura Dalem Jambangan yang berlokasi di jalan setra Gandamayu nomer empat banjar pengiasan,di sebelah timur Setra Gede Desa Adat Mengwi. Di luar Pura tertata taman yang asri memberi suasana tenang dan santai sehingga cocok menjadi tempat penyembuhan serta mempelajari pengetahuan kerohanian . Apalagi tumbuh pohon matoa sebagai penyejuk, tercermin suasana hening, tak terpengaruh oleh hiruk - pikuk kendaraan. Disebut Dalem Jambangan, karena di lokasi berdirinya Pura sudah ada Jambangan Batu Paras yang menggambarkan keadaan di Tegal penangsaran ( Neraka ) dalam pemutaran Mandara Giri. Simbolnya, kalau Jambangan itu berputar dari kiri ke kanan maka roh tersebut akan diberkati dan menuju surga. Tetapi apabila perputaran itu berbalik dari kanan ke kiri itu berarti roh tersebut tidak diberkati dan menuju ke neraka," tutur Luh Ani
" Tegal Penangsaran( neraka ) yang Ibu ceritakan sangat mirib dengan yang aku lihat saat aku mati suri," kata Gayatri seraya menatap Ibunya.
__ADS_1
" Kalau begitu berarti semua cerita dari para tetua kita dahulu adalah benar," kata Luh Ani seraya tersenyum pada putrinya.
" Ibu, apakah setelah itu para roh telah selesai di siksa ? " tanya Rara dengan wajah penasaran.
" Belum , masih ada lagi tempat penyiksaan lainya. Seperti Titi ugal Agil. Tempat ini adalah jembatan bergoyang-goyang di atas jurang yang sangat dalam, di mana terdapat api berkobar dan panas yang luar biasa, dan dari dasar jurang bergema teriakan minta ampun dan minta tolong. Roh yang berbuat keburukan selama hidupnya tentu akan jatuh ke jurang itu. Ukuran seberapa banyaknya menerima hukuman hanya Tuhan yang maha tahu. Roh yang ingin keluar dari neraka harus melewati jembatan itu agar bisa terlahir kembali atau bereinkarnasi. Di bawah jembatan itu tidak hanya ada api , tapi juga ada jurang. Beberapa roh juga ada yang tertancap di runcing batu Cadas yang seakan taringnya jurang. Beberapa lainnya tersangkut bergelantungan di ranting pohon pinggir jurang,dipatuk-patuk ular berbisa. Dan mereka adalah roh yang gagal menyeberangkan dirinya, karena berat membawa beban karma buruk selama hidup di dunia. Mereka terjatuh dan menjadi penghuni jurang. Disiksa oleh bermacam binatang buas dan hawa dingin panas bergantian. Hanya roh yang semasa hidupnya selalu berbuat baik yang sukses melewati jembatan oleng itu. Konon mereka akan menemukan jalan bercabang dua,"
" Jalan apa itu ,Bu ? " tanya Rara lagi.
" Mengerikan sekali ya,Bu. Rara jadi takut ," ucap Rara seraya menunjukan wajah sedih.
" Kalau begitu jangan bertanya itu lagi , nanti Rara tidak bisa tidur karena takut," balas Luh Ani seraya mengusap rambut Rara.
__ADS_1
" Baiklah ,Bu," jawab Rara yang langsung mengambil ponsel Kakaknya.
Beberapa menit kemudian...
" Bu, benarkah wanita lebih sakit dalam Ilmu Leak ? " tanya Gayatri seraya menatap Ibunya.
" Benar. Ketika kita mendengar tentang rumor Leak di Bali, selalu wanita yang lebih banyak dicurigai bahkan dituduh sebagai pelaku Ilmu Leak. Misalnya bila ada seseorang yang sakit mendadak dan tak kunjung sembuh. Saat dibawa ke pengobatan non medis pasti seorang nenek yang dituduh. Begitu juga Ketika ada seorang suami yang takut terhadap istrinya, maka pasti ada isu bahwa sang istri di tuduh menggunakan ilmu Leak penangkeb. Dan sangat jarang didengar bila pengguna Ilmu Leak itu adalah laki-laki, bila ada itupun hanya beberapa. Terlepas dari segala tuduhan tersebut, hal ini karena memang wanitalah yang di percaya lebih cepat sakti dalam menguasai suatu ilmu magis. Dalam konsep Dewata Nawa Sanga, para dewa selalu didampingi oleh seorang Dewi yang disebut ' Sakti ' sebagai sisi feminim dari Dewa. Misalnya Dewa Siwa saktinya Dewi Durga, selain itu Dewi Durga juga dianggap sebagai yang menganugerahi Ilmu Leak. Jadi tidak heran bila wanita jauh lebih cepat sakti dari pada seorang laki-laki. Sebab yang menurunkan Ilmu Leak ke dunia adalah Dewi Durga. Salah satu contohnya ketika Dewi Parwati murka dan berubah wujud menjadi Dewi Durga atau Mahakali, tidak ada satupun Dewa yang mampu menandinginya. Dewi Durga diyakini sebagai ibu seluruh alam semesta. Sehingga kekuatan alam semesta bertumpu lebih banyak pada wanita atau seorang ibu. Ketika leak berubah wujud kekuatannya setara dengan orang melahirkan, inilah yang menyebabkan laki-laki sangat banyak yang gagal saat mempelajari Ilmu Leak. Selain itu secara alamiah wanita jauh lebih tabah dan sabar ketimbang lelaki. Maka ketika melaksanakan pantangan-pantangan dalam mempelajari ilmu spiritual wanita jauh lebih hebat. Maka ketika seorang wanita mempelajari Ilmu Leak akan lebih sakti dari pada lelaki, karena jika ada godaan laki-laki jauh lebih mudah tergoda. Di dunia perleakan wanita yang lebih kuat menahan nafsu dan lebih cepat sakti. Jadi tidak heran bila wanita jauh lebih sakti,"
" Yang Ibu katakan memang benar. Leak seorang laki-laki sangat sulit di temukan. Dari aku kecil hingga dewasa , aku hanya pernah melihat satu Leak laki-laki waktu di hutan. Saat pergi ke rumah Kakek Parjo dan setelah itu aku tidak pernah melihat Leak seorang laki-laki," kata Gayatri seraya berpikir.
" Ya sudah, kalau begitu Ibu pergi ke dapur dulu untuk memasak," sahut Luh Ani seraya beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke dapur.
__ADS_1
Gayatri lalu mengikuti Ibunya ke dapur. Dia ingin membantu Ibunya memasak agar cepat selesai. Karena Ibunya setelah selesai memasak harus membuat pesanan canang yang sangat banyak.