
Rumah Nenek Tari.
" Ibu, aku lapar . Apa Ibu tidak memasak ? Aku lihat di dapur hanya ada nasi putih saja, " ujar Ketut Erni seraya mendekati Ibunya yang tengah duduk melamun.
"Bu , Ibu kenapa sih ? Kok dari tadi diam saja ? " tanya Ketut Erni seraya menyentuh bahu Ibunya.
" Ibu tidak ingin memasak . Kepala Ibu pusing sekali," sahut Ibunya yang sedang merebahkan tubuhnya.
" Tapi aku lapar ,Bu. Ibu kenapa sih diam saja ? Apa Ibu sedang memikirkan Bli Wayan ? " tanya Ketut Erni dengan wajah bingung.
" Bagaimana Ibu tidak pusing ? Semua rencana Ibu telah gagal. Ibu bingung bagaimana caranya menyakiti Wayan Rasta ? Apa kamu tidak takut kalau Kakakmu itu membongkar semuanya? Padahal kemarin kamu sendiri yang sangat ketakutan sekali, tapi sekarang kamu terlihat biasa-biasa saja," ujar Ibu Tari seraya menatap putrinya.
" Sebenarnya aku juga pusing memikirkan rencana kita yang gagal, tapi mau bagaimana lagi ,Bu ? Kalau aku terus-menerus memikirkan semuanya, bisa-bisa aku cepat tua karena terlalu setres. Apalagi Ibu sampai tidak memasak dan menahan rasa lapar hanya karena memikirkan semuanya. Itu sama saja Ibu menyakiti diri ibu sendiri," kata Ketut Erni sambil menatap ke arah ponselnya.
Ibunya menghembuskan nafas dengan pelan seraya memikirkan semua yang putrinya katakan.
" Kamu memang benar , kalau begitu Ibu akan pergi memasak dulu. Siapa tahu setelah selesai memasak Ibu mendapatkan sebuah ide ," gumam Ibu Tari yang kemudian beranjak dari tempat duduknya dan pergi menuju dapur.
" Jangan lama-lama ya ,Bu ? Aku sudah sangat lapar sekali," teriak Ketut Erni. Dia tidak pernah mau belajar memasak. Setiap hari dia hanya memikirkan cara merawat dirinya sendiri . Dari kecil Ketut Erni terkenal sangat cantik di desanya, makanya banyak sekali pria yang mengejar-ngejarnya. Apalagi saat Ketut Erni remaja, hampir setiap hari ada seorang pria berkunjung ke rumahnya. Tapi dari dulu dia hanya mencintai suaminya.
Di dapur , Nenek Tari sedang memasak nasi goreng. Hanya itu makanan yang menurutnya paling cepat di masak. Tak berselang lama dua porsi nasi goreng telah di bawa ke meja makan.
__ADS_1
" Wah , sepertinya enak sekali," ucap Ketut Erni yang langsung menuju ke meja makan.
" Bu, apa Ibu sudah bertanya pada Nenek mengenai rencana kita yang selalu gagal ? " tanya Ketut Erni seraya menatap Ibunya.
" Sudah, " sahut Ibunya
" Lalu apa kata Nenek ?"
" Gayatri sulit di sakiti karena dia tidak makan daging saat ini. Orang yang memiliki kelebihan seperti Gayatri memang tidak boleh makan daging. Dan semenjak gadis itu tidak makan daging, semua mahkluk halus dan para Leak tidak bisa menyakitinya.Tapi tidak hanya itu saja , masih banyak lagi larangan untuknya. Contohnya seperti buah yang sering kita pakai persembahyangan . Dia hanya boleh memakan buah yang dipakai untuk upacara Dewa Yadnya , dan sisanya dia tidak boleh memakannya," terang Nenek Tari menjelaskan.
" Kenapa begitu ,Bu ? " tanya Ketut Erni
" Mimpi apa ,Bu ? " tanya Ketut Erni dengan wajah penasaran.
" Ibu selalu bermimpi Gayatri tinggal di rumah yang penuh dengan ular. Rumah itu besar sekali dan bercat warna putih. Semua yang ada di rumah itu berwarna putih , bahkan pagar rumahnya sangat tinggi dan juga berwarna putih. Di atas pintu gerbangnya ada banyak ular yang sangat kecil-kecil sekali. Saat orang lain ingin masuk ke sana, ular-ular itu langsung menggigitnya. Bahkan di dalam mimpi Ibu, Wayan Rasta juga tidak berani masuk kesana. Tapi saat Gayatri keluar masuk rumah itu , dia tidak di gigit sama sekali oleh ular itu,"tutur Ibunya
" Mungkin itu hanya mimpi saja ,Bu," sahut Ketut Erni
" Kalau itu hanya mimpi saja , lalu kenapa hampir setiap hari Ibu bermimpi seperti itu ? Apalagi waktu Gayatri menginap di sini. Ada kejadian aneh yang pernah Ibu lihat,"
" Kejadian aneh apa ,Bu ? " tanya Ketut Erni seraya menaikkan sebelah alisnya.
__ADS_1
" Waktu Gayatri masih duduk di bangku sekolah dasar,Gayatri sering menginap di sini. Selesai sarapan pagi, Ibu mengajak Gayatri ke kebun. Sampai di kebun dia menunggu Ibu di bawah pohon mangga sambil tidur-tiduran. Kebetulan dulu Bapakmu membuat tempat tidur dari bambu dan kemudian menaruhnya di bawah pohon mangga agar dia bisa istirahat jika merasa capek. Karena anginnya yang sepoi-sepoi, Gayatri jadinya ketiduran di sana. Waktu itu Ibu melihatnya dari jauh saat Gayatri sedang tidur. Namun Ibu begitu panik saat melihat ada empat ular di pohon mangga itu dan tepatnya di atas tempat Gayatri tidur. Ibu bingung waktu itu, dan Ibu kira ular-ular itu akan pergi, tapi ternyata tidak. Lalu tidak berselang lama, ular-ular itu jatuh tepat di dekat tubuh Gayatri. Saat itu Ibu langsung berlari ke arah Gayatri. Ibu takut dia di gigit oleh ular-ular itu, tetapi setelah sampai di tempat Gayatri tidur , ular-ular itu malah menghilang. Keempat ular itu juga sama sekali tidak menggigit Gayatri," tutur Ibunya.
" Masa sih ,Bu ? Kok aku rasanya tidak percaya ," ujar Ketut Erni seraya menatap Ibunya.
" Tidak hanya itu saja. Satu minggu kemudian, Ibu mengajaknya ke kebun lagi. Saat itu Gayatri ketiduran lagi. Saat ibu sudah selesai mencari sayur-sayuran , Ibu kembali ke tempat di mana Gayatri tidur, namun saat itu
Ibu terkejut lagi ketika melihat ada ular besar di samping Gayatri . Mulut ular itu berada tepat di kaki Gayatri. Ibu kira ular itu sudah mati. Ketika Ibu ingin membangunkan Gayatri, tiba-tiba ular itu bangun dan Ibu langsung menjauh dari ular tersebut. Tapi anehnya ular itu pergi begitu saja tanpa menggigit Gayatri. Padahal waktu itu Ibu sudah sangat ketakutan sekali . Tubuh Ibu sampai gemetar melihat ular itu dan bahkan Ibu sampai kencing di celana karena terlalu takut. Semenjak itu Ibu jadi takut pergi kebun," tutur Ibunya dengan wajah yang terlihat pucat.
" Seram juga ya ,Bu ? Membayangkannya saja membuatku merinding,kalau begitu tidak usah menyakiti mereka, lagi"
" Tapi Ibu tetap ingin menyakiti mereka. Kata Nenekmu rencana kita gagal karena Gayatri dan suaminya yang menggagalkannya. Tapi saat ini Ibu sudah punya rencana lagi," kata Ibunya sambil tersenyum
" Rencana apa ,Bu ? "
" Kita harus bisa menyakiti Gayatri dulu agar kita bisa menyakiti yang lain. Ibu akan pura-pura minta maaf pada Wayan Rasta dan setelah itu berjanji tidak akan menggunakan Ilmu Leak yang Ibu miliki untuk suatu kejahatan,"
" Apakah Ibu benar-benar tidak akan menggunakan Ilmu Leak yang Ibu miliki untuk kejahatan? " tanya Ketut Erni
"Ya tidak dong. Ibu hanya berbohong . Setelah Wayan Rasta memaafkan Ibu, maka Ibu akan mendekati Gayatri. Lalu Ibu akan diam-diam menaruh campuran daging ke makanan Gayatri. Kalau Gayatri sudah memakannya , maka Ibu akan sangat gampang menyakitinya,"
" Wah , Ibu memang pintar."
__ADS_1