
Di rumah Jro Balian ( dukun )
Saat ini Wayan Rasta baru saja sampai di rumah Jro Balian ( dukun ) yang dulu memberikan gelang pada Gayatri.
" Tok...tok ...tok...om swastyastu, " ucap Wayan Rasta sambil mengetuk pintu rumah Jro Balian ( dukun ).
" Om swastyastu ," balas seorang pria.
Wayan Rasta menatap pria itu begitu lama.
" Maaf , saya kesini ingin bertemu dengan Jro Balian ( dukun ) . Apakah beliau ada ? " tanya Wayan Rasta.
Wayan Rasta dan Kakek Surya menatap pria itu dengan bingung. Mereka bingung siapa pria di hadapannya. Karena selama mereka kesini , baru kali ini mereka melihat pria itu.
" Mari masuk dulu ,Pak. Kita bicara di dalam saja," balas pria itu sambil tersenyum.
" Iya ,Pak ," jawab Wayan Rasta yang langsung mengikuti pria itu.
" Silahkan duduk ,Pak,"
" Terimakasih," sahut Wayan Rasta.
" Perkenalkan, nama saya Bayu. Saya adalah anaknya Jro Balian ( dukun )," ujar Bayu memperkenalkan dirinya dengan begitu sopan.
" Oh, jadi kamu anaknya Jro Balian( dukun ) ? Saya berlangganan dengan Jro Balian( dukun ) , dan sering kesini untuk berobat tapi baru kali ini saya melihat Pak Bayu di sini," ucap Wayan Rasta dengan alis mata terangkat.
" Saya tinggal di kota ,Pak ," sahut Pak Bayu
" Oh , pantesan saja. Lalu Jro kemana ? Soalnya dari tadi saya tidak melihat beliau ? " ujar Wayan Rasta
__ADS_1
" Bapak saya sudah meninggal. Baru saja empat hari yang lalu selesai di kremasi," tutur Pak Bayu.
Kremasi merupakan proses pembakaran jenazah manasia yang telah meninggal.
Mata Kakek Surya dan Wayan Rasta terbelalak lebar. Mereka begitu terkejut mendengar kabar tersebut.
" Maaf , almarhum meninggal karena apa ? " tanya Kakek Surya dengan wajah penasaran.
" Beliau meninggal karena penyakit kanker."
" Saya sekeluarga turut berduka cita atas berpulangnya Jro Balian ( dukun ) . Semoga Amor Ing Acintya ,dan semoga keluarga yang di tinggalkan di beri kekuatan dan ketabahan.
Di Bali Amor berarti bersatu , menghilang atau menuju ke dalam situasi ketiadaan atau tidak tampak. Sedangkan kata Ing adalah bahasa bali halus yang artinya ' Dengan ' . Sementara Acintya berarti tidak tersentuh oleh pikiran. Jadi Semoga Amor Ing Acintya adalah semoga menyatu dengan yang maha suci yang maha tidak terpikirkan atau semoga bersatu dengan Tuhan.
" Terima kasih ,Pak, " jawab Pak Bayu.
" Saya tidak memiliki darah seorang Jro Balian( dukun ), karena saya cuma anak angkatnya almarhum saja. Almarhum tidak bisa memiliki seorang anak , jadi saat berusia dua tahun , saya di angkat oleh almarhum. Saya juga tidak pernah melihat hal-hal gaib. Dan saat ini semua benda pusaka yang di miliki oleh almarhum sudah menghilang secara gaib sehari setelah beliau meninggal," tutur Pak Bayu
" Mungkin karena pemiliknya sudah tidak ada makanya semua barang itu menghilang," jawab Wayan Rasta.
" Oh iya ,almarhum menitipkan surat ini untuk kalian. Sebelum beliau meninggal , dia menulis surat ini." Pak Bayu lalu memberikan sebuah surat pada Wayan Rasta dan Kakek Surya.
Mereka menerima surat itu dengan wajah bingung. Mereka begitu penasaran dengan isi surat itu. Apakah ada hal yang penting sehingga Jro Balian ( dukun ) sampai menulis sebuah surat sebelum meninggal ?
Jam 13 : 00 mereka berpamitan pulang , setelah sampai di rumah mereka langsung menceritakan mengenai almarhum.
" Jadi Jro Balian ( dukun ) sudah meninggal ? " tanya Luh Ani sambil duduk di samping suaminya.
" Iya benar, beliau meninggal karena menderita penyakit kanker," sahut Wayan Rasta
__ADS_1
" Lalu apa isi suratnya ? Coba di baca suratnya," ucap Ibu mertuanya pada Wayan Rasta.
Wayan Rasta lalu mengambil surat tadi , dan langsung membukanya.
'' 📄 Singaraja , 15 juli 2010
Untuk Wayan Rasta / Bapak Surya
Om swastiastu,
Ketika kalian membaca surat ini , mungkin saya sudah ada di atas sana. Saya menulis surat ini karena ingin menyampaikan suatu hal yang penting mengenai Gayatri. Setelah saya meninggal maka gelang yang di pakai oleh Gayatri kekuatannya akan menghilang. Untuk masalah ini coba kalian cari seorang Jro Balian ( dukun ) lain secepatnya , dan jangan di tunda-tunda. Kalau masalah ini di biarkan ,maka banyak mahkluk halus atau para Leak yang bisa menyentuhnya. Awasi terus putri kalian selama belum menemukan seorang Jro Balian ( dukun ) yang cocok, karena sangat sulit mencari seorang Jro Balian yang cocok untuk Gayatri. Tapi jika tidak ada seorang Jro Balian ( dukun ) yang cocok untuk Gayatri maka solusinya cuma satu yaitu dia tidak boleh makan daging , tidak boleh makan buah dari upacara manusia yadnya , tidak boleh makan buah dari upacara bhuta yadnya, tidak boleh makan buah dari upacara pitra yadnya, tidak boleh berada di bawah jemuran, tidak boleh tidur di sembarangan tempat dan tidak boleh memakai baju bekas orang lain. Dia hanya boleh makan buah dari upacara Dewa Yadnya. Dan jangan lupa untuk melakukan penebusan banten. Semoga Gayatri selalu di lindungi oleh Tuhan. Om shanti shanti shanti om.
Sampai jumpa, dari Jro Balian( dukun ) "
Di bali upacara Manusia Yadnya merupakan upacara siklus hidup manusia yang di laksanakan sejak bayi masih dalam kandungan hingga menikah. Contohnya yaitu upacara potong gigi, pernikahan ,otonan ,dan lain sebagainya.
Upacara Bhuta Yadnya adalah upacara yang di tunjukan kepada alam semesta dengan tujuan untuk menjaga keseimbangan dan keharmonisan alam.Contohnya yaitu ngaturang segehan.
Upacara Pitra Yadnya adalah suatu upacara pemujaan dengan hati yang tulus ikhlas dan suci yang di tunjukan kepada roh-roh leluhur yang telah meninggal dunia. Contohnya yaitu Ngaben.
Upacara Dewa Yadnya adalah pemujaan serta persembahan suci yang tulus ikhlas kehadapan Tuhan. Contoh sembahyang di pura .
__ADS_1