MELIK

MELIK
Neraka


__ADS_3


Gandi menarik tangan Gayatri ,dan membawa gadis itu menuju ke perempatan jalan.Di sepanjang jalan , gadis itu terus menangis. Air matanya yang nyaris tiada hentinya mengalir membasahi wajahnya.


" Maafkan aku, harusnya aku menjagamu. Ini semua gara-gara aku. Kamu adalah sahabatku yang paling baik, aku tidak akan melupakanmu , walaupun kamu sudah tidak ada di sini lagi, " kata Gandi menyalahkan dirinya sendiri sambil menangis.


"Kenapa kamu malah menyalahkan dirimu sendiri ? Kamu tidak salah apapun, akulah yang salah karena tidak mendengarkan ucapan Ibuku. Tapi sekarang aku ikhlas menerima semuanya. Mungkin memang sudah takdirku seperti ini, " balas Gayatri sambil menghapus air matamya.


Setelah sampai di perempatan jalan ,mereka duduk menunggu Para Duta Yama atau Kingkara datang .


" Kenapa tidak ada yang datang juga ? " Tanya Gayatri merasa bingung sendiri


"Sabarlah dulu, mungkin sebentar lagi dia datang." Balas Gandi sambil tersenyum.


Beberapa menit kemudian ada sebuah cahaya terang yang muncul dari langit. Cahaya itu bergerak menuju ke arah Gayatri.


" Gandi , itu cahaya apa ? " tanya Gayatri dengan wajah yang sudah sangat ketakutan.


" Tenanglah,itu adalah Para Duta Yama atau Kingkara. Mereka datang untuk menjembutmu." Jawab Gandi sambil menatap cahaya itu.

__ADS_1


Ketika cahaya itu tepat mengenai tubuh Gayatri, tubuh Gayatri langsung menghilang di bawa oleh Para Duta Yama atau Kingkara. Gandi yang melihat kepergian roh Gayatri air matanya langsung menetes tiada henti. Dia begitu sedih karena Gayatri pergi.


Jika Ayahnya tahu kalau Gandi menolong Gayatri ,pasti Ayahnya akan memberikan hukuman padanya. Tapi Gandi tidak peduli dengan resiko yang akan terjadi nantinya.


Di pikirannya ,dia hanya tidak ingin Gayatri menderita. Gandi lalu pergi dari tempat itu dan menuju ke rumah Gayatri. Di rumah Gayatri dia melihat keluarga Gayatri yang terus menangis , bahkan Kakek dan Nenek dari pihak Ibunya juga terus menerus menangis. Gandi lalu duduk di samping jenazah Gayatri , dia menatap wajah Gayatri sambil mengingat semua kenangan saat bermain bersama Gayatri.


" Kasihan sekali cucuku ini," kata orang tua Luh Ani sambil menatap jenazah cucunya sambil menangis


Sedangkan roh Gayatri tampak bingung, karena tiba-tiba saja dia sudah berada di depan pintu Neraka.


" Ini tempat apa ? " pikir Gayatri sambil melihat ke samping dan belakangnya yang tampak begitu gelap. Sedangkan di depannya terlihat ada begitu banyak roh yang sedang berbaris. Tepat di tengah pintu Neraka Gayatri melihat seorang pria tua dengan jubah hitam sedang membaca semua tindak - tanduk si mati dari buku Agra-samdhani ( buku besar ) yang dia bawa. Setelah selesai membacakan segala hal tentang si mati, roh itu lalu masuk menghadap Dewa Yama. Dewa Yama lalu memutuskan kemana roh itu akan pergi.


" Ternyata yang di katakan oleh Gandi memang benar ,pasti yang memakai jubah hitam itu yang bernama Citragupta," pikir Gayatri sambil menatap semua roh yang sedang berbaris dan menunggu Citragupta memanggilnya.


Gayatri hanya bisa menuruti perintah dari suara tadi. Saat ini dia berada di barisan paling belakang. Dari luar Gayatri dapat melihat apa saja yang ada di dalam Neraka itu. Gayatri dapat melihat dengan jelas orang-orang yang sedang di hukum di sana. Melihat semua itu ,Gayatri langsung ketakutan.


" Ibu, Bapak , aku takut ! " kata Gayatri sambil terus melihat apa yang ada di dalam Neraka.


Yang pertama Gayatri lihat adalah Tegal Penangsaran.Di bali Tegal Penangsaran adalah seperti gurun pasir, tidak ada pohon ,dan panasnya bukan main. Para roh yang di hukum di sini akan berlari kesana kemari berusaha mencari air , namun mereka tidak akan menemukan air. Para roh akan merasa sangat sedih dan menderita berada dalam tempat panas tanpa air seperti ini, apalagi roh tidak bisa mati.

__ADS_1


Yang kedua Gayatri melihat Kawah Candradimuka. Di bali Kawah ini berupa jambangan tembanga dengan bentuk menyerupai kepala banteng. Jambangan tembaga ini menyimbulkan perut manusia.Sedangkan kepala banteng menyimbulkan mulut dan kerongkongan manusia. Kawah Candradimuka adalah simbol penghukuman manusia yang suka memaki,memfitnah ,atau tindakan yang bersumber dari mulut.


Yang ketiga Gayatri melihat Kawah Weci. Kawah ini berupa jambangan besar yang berisi penuh dengan kotoran manusia. Ini adalah tempat untuk menghukum roh yang semasa hidupnya hanya memikirkan perutnya sendiri, tanpa mau berbagi atau menolong orang lain.


Yang keempat Gayatri melihat Batu Masepak. Batu Masepak merupakan batu yang bisa terbuka dan menutup secara tiba-tiba. Tidak ada satupun roh yang tahu kapan Batu Masepak ini terbuka dan menutup. Para roh yang terjepit akan mengerang kesakitan. Batu Masepak ini adalah tempat penghukuman bagi manusia yang suka berkata sombong, omong besar dan kasar.


Yang kelima Gayatri melihat Titi Gonggang. Titi Gonggang merupakan titi yang di bawahnya berisi jurang api. Ujung kanan kiri tidak bertiang dan roh akan berpeluang jatuh. Titi Gonggang adalah tempat penghukuman bagi manusia yang gemar menipu,dan tidak menepati janji.


Yang keenam Gayatri melihat Titi Ugal-Agil. Titi Ugal-Agil merupakan jembatan yang bergoyang-goyang. Roh yang berbuat keburukan selama hidupnya tentu akan jatuh. Ini adalah hukuman bagi manusia yang selama hidupnya gemar memfitnah


Yang ketujuh Gayatri melihat Kayu Curiga. Kayu Curiga merupakan pohon berdaun keris. Apabila yang bernaung di bawah pohon itu adalah roh manusia yang berdosa, maka badannya akan di hujani keris. Ini adalah hukuman bagi orang yang selama hidupnya suka berjinah ,dan main serong dengan orang lain.


Yang kedelapan Gayatri melihat Petung Agni. Petung Agni merupakan pohon bambu yang penuh dengan api. Roh yang semasa hidupnya sering mempelajari ilmu hitam,teluh ,desti, nyantet, dan main guna-guna, maka akan di gantung di pohon itu dengan kaki di atas dan dengan kepala di bawah.


Mata Gayatri tampak membulat dan lebar melihat itu semua ,dia begitu ketakutan , tapi tidak bisa melakukan apapun.


Semua roh manusia harus melewati semua hukuman tersebut. Kalau roh manusia tidak merasakan sakit saat menjalani hukuman tersebut atau bisa melewati hukuman itu ,berarti mereka tidak pernah melakukan perbuatan seperti itu semasa hidupnya, dan jika roh manusia merasa kesakitan saat menjalani hukuman tersebut ,berarti dia pernah melakukan perbuatan yang tidak baik semasa hidupnya.


Gayatri mendengar dan melihat dengan jelas roh-roh yang berteriak kesakitan. Matanya terus melihat ke dalam.

__ADS_1


"Bapak, Ibu ,aku takut sekali. Ternyata Neraka itu sangat mengerikan sekali. " gumam Gayatri di dalam hatinya.


Saat ini di depannya tinggal dua roh manusia lagi. Melihat hal itu ,Gayatri semakin ketakutan. Saat giliran Gayatri berhadapan dengan Citragupta. Dia langsung berjalan ke depan , namun Citragupta seperti terkejut melihat Gayatri


__ADS_2