
Jam 15: 20
Ibu Tari membuka matanya dan membuka tangannya lebar-lebar. Dia menatap jam dinding yang ada di kamarnya.
" Ah ? Tumben sekali aku tidur sampai jam 15 : 20, biasanya jam 14 : 00 sudah bangun," gumam Ibu Tari. Ketika Ibu Tari mau bangun ,dia begitu kaget melihat dompetnya tergeletak di lantai.
" Kenapa dompetku bisa ada di lantai? Padahal tadi sebelum tidur aku menaruhnya di nakas ,"pikir Ibu Tari dengan wajah yang terlihat bingung
Dia langsung mengambil dompet itu, dan melihat isinya.
" Lho, kenapa kosong ?" ujar Ibu Tari dengan mata terbelalak lebar.
" Seingatku di dalam dompet ini ada uang 600.000," ucap Ibu Tari merasa sangat bingung.
Dia lalu memeriksa kotak perhiasan dan uang yang ada di dalam lemarinya. Tubuh Ibu Tari mendadak lemas ketika melihat uang dan perhiasaan yang ada di dalam lemarinya juga hilang.
" Ya Tuhan , aku kemalingan. Dan semua uangku telah habis," Ucapnya sambil meneteskan air mata
Dia lalu menghubungi Wayan Rasta dan Ibunya.
Beberapa menit kemudian Ibunya telah sampai di depan rumahnya.
" Om swastyastu," ucap Ibunya sambil mengetuk pintu rumahnya.
" Om swastyastu, " balas Ibu Tari sambil menangis.
" Tari, ada apa ? Kenapa kamu menangis ? " tanya Ibunya
__ADS_1
" Biang( Ibu ) aku kemalingan. Sekarang aku tidak memiliki apa-apa," sahutnya sambil terus menangis.
" Kenapa bisa ? Bukannya kamu sendiri ada di rumah ? " tanya Ibunya merasa bingung
" Aku memang ada di rumah, tapi aku sendiri tidak mengerti kenapa aku tidak terbangun saat ada orang yang masuk ke dalam kamarku , padahal biasanya aku cepat sekali terbangun jika ada orang yang masuk ke kamarku," ucapnya
" Om swastyastu," ucap Wayan Rasta yang sudah sampai di depan rumah Ibunya. Namun Ibu Tari dan Neneknya tidak membalas ucapan salam Wayan Rasta. Dan karena pintu utama terbuka lebar , dia memilih langsung masuk ke dalam rumah Ibunya.
" Ibu ,kenapa Ibu menangis ? " tanya Wayan Rasta dengan alis mata terangkat
" Ibumu kemalingan. Semua uang dan perhiasaan Ibumu telah habis di ambilnya," terang Neneknya pada Wayan Rasta.
" Kok bisa ,Bu ? Padahal di depan rumah kita banyak orang yang lewat," sahut Wayan Rasta
Gayatri yang mendengar suara Neneknya lagi menangis langsung keluar dari kamarnya untuk melihatnya.
Gayatri menatap Neneknya dengan perasaan kasihan.
"Gayatri ,kemarin kamu yang dibuat tidur menggunakan Ilmu Aji Sesirep , sekarang dia sendiri yang di buat tidur oleh si pencuri. Mungkin itu adalah karma," ucap Gandi yang ada di samping Gayatri.
" Tapi kasihan juga," jawab Gayatri
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jam 20 : 00 Wayan Rasta baru bisa kembali pulang bersama Gayatri. Di tengah jalan mereka tiba-tiba saja melihat sesosok hewan yang sangat besar. Hewan itu setara dengan ukuran tubuh manusia dewasa. Dengan ekor yang sangat panjang , hewan itu terlihat menyebrang di depan motor Wayan Rasta dan menuju ladang jagung yang ada di sebelah jalan tersebut. Saking cepatnya hewan itu berlari sampai wajahnya tidak bisa terlihat.
__ADS_1
Mereka pun menghentikan motornya dan bingung dengan hewan tersebut. Wujud hewan itu seperti anjing berwarna sawo matang , dan kulitnya seperti kulit manusia, tetapi tidak ada anjing yang sebesar itu. Wayan Rasta berbalik dan mengejar hewan itu karena mengira kalau itu adalah hewan sungguhan, namun hewan itu keburu pergi.
Setelah sampai di depan rumahnya, Wayan Rasta duduk di depan rumahnya sambil mengobrol dengan para tetangganya. Tiba-tiba datang anak tetangganya bersama dengan teman-temannya.
" Pak , tolong bantu saya ! " ucap Darma- anak tetangganya. Nafas Darma ngos-ngosan dan jantungnya berdebar
" Bantu apa ? " tanya Pak Rian pada putranya
" Tadi kami menabrak hewan yang mirip Kyuubi, tapi ekornya cuma satu dan tubuhnya juga besar. Kami tadi sudah mencari tapi belum kami temukan, dan karena di jalanan itu sangar gelap maka kami menghentikan pencariannya dan meminta tolong pada Bapak," terang Darma pada Bapaknya.
" Tadi saya juga melihat hewan seperti itu di sana," ucap Wayan Rasta.
" Ya sudah , kalau begitu sekarang lebih baik kita kesana. Siapa tau hewan itu masih bisa di selamatkan," balas Pak Didi .
Mereka lalu pergi ke sana, dan setelah sampai di sana mereka semua berpencar mencari hewan itu hingga ke ladang jagung. Beberapa menit kemudian Pak Rian berteriak .
" Pak,di sini ada mayat ," teriak Pak Rian berkali-kali.Kami lalu berlari menuju ke tempat Pak Rian.
" Ah ? Kenapa ada mayat manusia ? Padahal tadi kami bener-bener nabrak hewan," ucap Darma sambil melihat wajah mayat itu menggunakan senter.
Mayat pria tersebut bertelanjang bulat dan punya sebuah ekor yang panjang.
Mereka sangat terkejut ketika melihat kalau mayat itu memiliki ekor yang sangat panjang.
" Sepertinya tadi kalian melihat ini. Menurut penuturan warga sini , pria ini adalah seorang pedagang yang berjualan di dekat sini," balas Pak Didi
" Pria ini sedang melalukan pesugihan dengan berubah menjadi hewan berekor panjang, " ucap Pak Rian sambil memperhatikan mayat itu
__ADS_1
Beberapa saat kemudian ekor dari mayat itu tiba-tiba menghilang. Mereka langsung melaporkan semuanya pada warga yang ada di sekitar sana . Setelah selesai mengurus mayat itu, mereka lalu pulang ke rumahnya masing-masing.