
Citragupta melihat catatannya lagi , setelah itu menatap Gayatri lagi. Gayatri hanya bisa menunduk karena merasa takut.
" Kenapa kamu ada di sini ? Belum saatnya kamu ada di sini. "kata Citragupta sambil menatap Gayatri yang lagi menunduk.
" Maaf Dewa, tapi aku sudah meninggal jadi kemana lagi aku harus pergi jika bukan kemari ? " tanya Gayatri dengan bingung
" Tunggulah dulu di sini. Aku akan bertanya dengan Dewa Yama dulu." Ucap Dewa Citragupta .
"Baik Dewa," balas Gayatri membungkuk
Tidak begitu lama Citragupta sudah datang.
" Kamu harus kembali ke dunia manusia, karena belum saatnya kamu berada di sini. " ujar Citragupta.
" Apakah itu bisa terjadi ? " tanya Gayatri merasa bingung
" Kalau Dewa sudah berkehendak, maka apapun bisa terjadi. Kamu harus segera kembali ke alam manusia, karena bila terlambat jasadmu bisa di bakar oleh keluargamu .Sudah 3 hari kamu berada di sini, dan hari ini keluargamu akan membakar jenazahmu. Jadi kamu harus segera kembali kesana. Aku akan menyuruh Para Duta Yama atau Kingkara untuk mengantarmu kesana." Terang Citragupta menjelaskan
Mata Gayatri terbelalak lebar mendengar kalau dirinya sudah 3 hari berada di sana, dia terkejut mendengar hal itu karena di sana selalu saja terlihat gelap.
" Baik Dewa," jawab Gayatri membungkuk
Para Duta Yama atau Kingkara lalu mengantar Gayatri pulang kerumahnya.
Di rumah Wayan Rasta .
Hari ini keluarga Wayan Rasta lagi memandikan jenazah Gayatri. Mereka menangis karena Gayatri pergi secepat itu. Gandi yang juga berada di sana juga ikut menangis . Namun tiba-tiba , Gandi melihat jari-jari tangan Gayatri seperti bergerak.
" Tadi aku melihat jari-jari tangan Gayatri seperti bergerak, " ucap Gandi sambil mengucek-ngucek matanya karena tidak percaya.
Semua orang yang ada di sana tidak melihat kalau jari-jari tangan Gayatri sempat bergerak.
Roh Gayatri sudah masuk ke jasadnya lagi. Gandi yang melihat hal itu langsung tersenyum senang.
"Gayatri, ayo bangun!" seru Gandi sambil tersenyum lebar
Gayatri yang mendengar suara orang menangis ,dan mendengar suara Gandi yang sedang memanggilnya langsung saja bangun sambil merentangkan tangannya sejajar bahu.
" Argh ! " Semua keluarganya yang melihat hal itu langsung berteriak dan menjauh karena ketakutan.
Upacara memandikan jenazah menjadi kacau karena semuanya berteriak ketakutan.
Wayan Rasta dan Luh Ani juga ikut menjauh. Sedangkan Gayatri tampak bingung melihat semuanya.
" Ibu , Bapak , kenapa aku tidak memakai baju ? Tubuhku juga basah," ucap Gayatri yang menggigil kedinginan.
" Cepat ambilkan dia baju," kata orang suci yang memimpin upacara itu.
__ADS_1
Luh Ani langsung pergi ke kamar Gayatri untuk mengambil baju .
"Pakaikan baju itu ke putri kalian .Tidak usah takut, karena putri kalian saat ini hidup lagi. Apa kalian tidak kasihan melihat putri kalian sedang kedinginan dan kelaparan ? " tanya orang suci itu
Mereka yang mendengar itu langsung memeluk Gayatri sambil menangis karena merasa bahagia. Sedangkan para tetangga yang melihat itu juga tampak terkejut.
Gayatri tidak mengerti apa yang sebenarnya terjadi, dia mengira kalau semua yang dia lihat di Neraka hanyalah sebuah mimpi.
Luh Ani dan Wayan Rasta terus menerus mengucapkan syukur kepada Tuhan
"Ibu ,perutku sangat lapar sekali."ucap Gayatri sambil menatap Ibunya.
" Baiklah , kalau begitu Ibu akan mengambilkan makanan yang banyak untuk putri Ibu ini," ujar Luh Ani sambil mencium kening putrinya itu.
" Sayang, ayo di makan dulu makanannya ."kata Ibu Tari yang sudah membawa makanan untuk cucunya itu.
Ibu Tari merasa sangat senang karena Gayatri tidak jadi meninggal. Dia merasa senang karena setelah ini dia bisa menjalankan rencananya lagi.
" Terima kasih ya Nek," ucap Gayatri sambil tersenyum.
" Iya Nek ," balas Gayatri
Sebelum makan , dia tidak pernah lupa untuk berdoa.
" Gayatri, ayo di pakai dulu gelangnya." Kata Wayan Rasta yang langsung memakaikan gelang ke tangan Gayatri
Setelah itu mereka lalu meninggalkan Gayatri yang sedang makan di ruang tamu. Gandi yang melihat Gayatri lagi sendiri langsung mendekati gadis itu.
Gandi bahkan sudah empat hari tidak tidur . Selama empat hari dia hanya berada di rumah Gayatri untuk menjaga jenazahnya.Kalau Ayahnya memanggil ,dia hanya menemui sebentar dan setelah itu kembali lagi.
" Gayatri ,aku senang banget karena ternyata Tuhan berkehendak lain . Tadinya aku kira akan kehilangan sahabat sepertimu , tapi ternyata kamu kembali lagi." Ujar Gandi sambil tersenyum lebar.
" Apa maksudmu ? Aku tidak mengerti ," ucap Gayatri sambil mengernyitkan keningnya . Dia merasa bingung dengan ucapan Gandi.
" Ya ampun Gayatri, apa kamu tidak ingat semuanya ? Kamu sudah 4 hari meninggal. Bukannya aku sendiri yang mengantarmu ke perempatan jalan saat menunggu Para Duta Yama atau Kingkara ? Masak kamu tidak ingat semuanya ?" tanya Gandi dengan alis mata terangkat
__ADS_1
Mata Gayatri membulat dan mulutnya terbuka lebar.
"Hah ? Jadi semua itu adalah nyata ? Aku kira semuanya hanya mimpi," terang Gayatri sambil mengingat-ngingat saat dia berada di Neraka.
"Iya tentu semua nyata ,kamu bisa lihat sendiri di depan rumahmu saat ini masih ramai." Kata Gandi
"Berarti yang aku lihat di Neraka adalah nyata ? Kamu tahu , di sana sangat mengerikan sekali. Orang-orang yang berbuat jahat banyak yang di hukum di sana. Tubuhku sampai gemetar saat berada disana." Tutur Gayatri
Dia menceritakan semuanya pada Gandi. Dan Gandi yang mendengar hal itu juga merasa sangat takut. Gayatri juga menceritakan semuanya pada kedua orang tuanya.
" Gayatri, kalau begitu aku mau pulang dulu. Gelangnya jangan pernah di lepas lagi, dan kalau ada masalah kamu panggil saja namaku,"terang Gandi
"Iya Gandi, terima kasih atas semuanya." Jawab Gayatri sambil tersenyum.
\_\_\_
Di Kerajaan Wong Samar ( bangsa Jin ), Raja Wong Samar ( Raja Jin ) wajahnya terlihat sangat marah. Dia marah karena Gandi sudah empat hari tidak pulang , dan setelah itu dia juga sangat marah karena Gandi tidak memberitahu masalah kematian Gayatri.
Raja Wong Samar sengaja tidak memanggil Gandi, dia ingin menunggu putranya itu pulang sendiri.
Ketika Gandi memasuki pintu utama , Raja Wong Samar ( Raja Wong Samar ) langsung menemui putranya itu.
" GANDI , " panggil Raja Wong Samar dengan suara yang lantang dan wajah yang berapi-api.
" Selamat malam ,Ayahanda," kata Gandi sambil membungkuk
" Jelaskan pada Ayah, kenapa kamu tidak memberitahu tentang kematian Gayatri ? Dan kamu juga malah membantu gadis itu. Apa kamu tidak ingat dengan tugas yang Ayah berikan ? Ayah mengirimmu pergi ke dunia manusia untuk mencari kelemahan Gayatri , tapi kamu malah menolong gadis itu. Coba kalau kamu memberitahu tentang kematian Gayatri pada Ayah, maka kita pasti sudah mendapatkan gadis itu. Kamu memang anak yang sangat bodoh." Ucap Raja Wong Samar ( Raja Jin ) dengan mata melotot dan wajah berapi-api.
" Kalau aku memberitahu Ayahanda, maka Ayahanda pasti akan menyakiti dia. Aku sangat menyayangi Gayatri, tolong batalkan rencana Ayahanda itu." Kata Gandi memohon
" Dasar anak bodoh, kalau kamu tidak mau menuruti ucapan Ayah ,maka Ayah akan melakukannya sendiri. Kamu bisa melihat sendiri nanti, apa yang akan Ayah lakukan pada temanmu itu." Teriak Raja Wong Samar
" Ayahanda memang sangat keterlaluan. Bukannya Ibunda juga seorang manusia, tapi kenapa Ayahanda tega ingin menyakiti sahabatku." Jawab Gandi dengan wajah merah padam
" Karena temanmu itu berbeda dengan Ibundamu. Temanmu itu memiliki kelebihan sedangkan Ibundamu tidak." Sahut Raja Wong Samar.
__ADS_1
Setelah itu Raja Wong Samar memerintahkan anak buahnya untuk memberikan hukuman cambuk untuk Gandi.