
Sesudah pintu kamar terbuka, Gayatri masih takut meninggalkan kamar Gandi. Dia ingin memastikan dulu kalau di luar benar-benar aman. Setelah yakin kalau diluar aman,Gayatri lalu keluar dengan langkah cepat. Pandangan mata Gayatri langsung tertuju ke arah kamar yang tadi di tunjuk oleh Gandi.
" Aku harus segera ke sana ," pikir Gayatri yang langsung berlari
Setelah sampai di depan kamar itu, Gayatri melihat kalau kamar tersebut terbuka lebar. Dari luar dia dapat melihat kalau di sana ada seorang Kakek yang sedang berbaring di tempat tidurnya. Ketika Gayatri mendengar kalau Gandi sedang mengobrol dengan Kakeknya, dia langsung mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam. Dia tidak ingin mengganggu mereka yang tengah asyik mengobrol. Gadis itu memilih berdiri di depan pintu dengan perasaan takut sambil menatap punggung Gandi.
" Gandi, tengoklah kebelakang sebentar. Aku sangat takut ," batin Gayatri dengan wajah yang pucat pasi
Namun ,tiba-tiba saja ada yang menarik leher baju Gayatri dari belakang hingga gadis itu terseret kebelakang.
" Gandii? " teriak Gayatri dengan suara lantang dan meneteskan air mata. Gadis itu sangat kesakitan sekali, serta punggungnya sedikit terluka.
Mata Gandi langsung membulat setelah mendengar suara Gayatri yang memanggilnya.
" Kenapa perasaanku tidak enak ? Apakah terjadi sesuatu dengan Gayatri ? Tapi itu tidak mungkin, karena aku sudah membuat pelindung di sekeliling kamarku," pikir Gandi yang langsung keluar dari kamar Kakeknya begitu saja.
Raja Wong Samar( Raja Jin ) dan Kadek Ayu begitu terkejut melihat Gayatri yang sudah di kelilingi oleh banyak Wong Samar ( Jin ) lainnya . Mereka datang karena mencium darah di punggung Gayatri. Gayatri adalah seorang manusia yang berbeda dari manusia lainnya, gadis itu memiliki kelebihan khusus dan juga memiliki jiwa yang suci. Jadi semua Wong Samar ingin memangsanya. Wajah mereka saat ini begitu mirib dengan wajah seorang vampir . Semua Wong Samar yang mengelilingi Gayatri memperlihatkan gigi taringnya. Dan mereka juga semakin mendekati Gayatri yang duduk di lantai sambil menangis . Gadis itu sangat ketakutakan , tubuhnya gemetar , dan dia juga menutup wajahnya karena takut menatap mereka.
" Hentikan," teriak Kadek Ayu ketika melihat Gayatri dalam bahaya .
Namun mereka tidak menghiraukan teriakan Kadek Ayu, karena mata mereka terlalu fokus menatap Gayatri.
" Dewa Siwa , tolong saya Dewa. Saya tidak ingin mati seperti ini," gumam Gayatri sambil menangis sesengukan.
__ADS_1
Gadis itu menatap Wong Samar yang semakin mendekat ke arahnya. Tapi tiba-tiba dia merasakan kepalanya begitu sakit , hingga setelah itu dia pingsan.
Raja Wong Samar ( Raja Jin ) tersenyum melihat Gayatri pingsan. Kadek Ayu yang melihat Gayatri pingsan langsung berlari mencari Gandi.
Ketika sepupu Gandi ingin menyentuh tangan Gayatri, tiba-tiba saja Gayatri terbangun dengan mata tertutup. Wajah Gayatri terlihat begitu marah, kepalanya bersinar terang ,dan kemudian seluruh tubuhnya mengeluarkan api. Dengan mata tertutup Gayatri menyentuh tangan sepupu Gandi . Dia membakar tangan sepupu Gandi hingga pingsan.
"Aku tidak pernah mengganggu atau menyakiti kalian, tapi kalian yang duluan menggangguku. Sekarang akan aku hancurkan semuanya," teriak Gayatri dengan sangat marah
Raja Wong Samar langsung panik. Gandi dan Lio yang baru saja datang begitu terkejut melihat keadaan Gayatri yang seperti itu.
" Ini pasti perbuatan Ayahanda ? Dari dulu Ayahanda sangat keterlaluan sekali. Aku benci padamu, " teriak Gandi dengan wajah berapi- api.
" Gandi, ini bukan perbuatan Ayahanda. Ini perbuatan sepupumu," balas Raja Wong Samar
" Gandi ,kita harus menghentikan Gayatri. Kalau tidak di hentikan maka dia akan membakar semuanya," ucap Kadek Ayu pada putranya.
"Kamu memang benar. Lalu sekarang kita harus bagaimana ? " ujar Kadek Ayu semakin panik melihat Gayatri
" Kalau begitu aku akan coba untuk menghentikan semua," balas Gandi yang langsung melangkah mendekati Gayatri.
" Gandi , jangan kesana ,nak. Nanti kamu terluka, " teriak Luh Ani pada putranya. Dia khawatir nasib putranya sama dengan sepupunya.
" Gandi ,bagaimana ini ? Aku sudah berusaha memanggil Gayatri, tapi dia tidak menghiraukan ucapanku sama sekali ," kata Lio dengan Wajah yang bingung.
__ADS_1
" Kalau begitu aku akan coba memanggilnya, dan mudah-mudahan dia mau mendengarkan ucapanku," balas Gandi.
" Dewa Siwa, aku yakin kalau Gayatri menjadi seperti ini karena dirimu . Tolong ampuni bangsaku Dewa, tolong hentikan Gayatri," kata Gandi sambil menatap Gayatri yang sedang merusak rumahnya.
" Gayatri, ini aku Gandi. Maafkan aku yang datang terlambat. Tolong hentikan semua ini, Gayatri," teriak Gandi sambil meneteskan air matanya
Gayatri yang mendengar suara Gandi langsung terdiam, dan setelah itu dia pingsan. Gandi lalu mengangkat tubuh Gayatri dan membawanya ke kamarnya.
Beberapa menit kemudian Gayatri akhirnya membuka matanya.
" Gayatri , kamu sudah sadar ? " tanya Gandi dengan wajah khawatir
" Gandi , aku kenapa ? " tanya Gayatri merasa bingung
" Apa kamu tidak mengingat semuanya ? " ujar Gandi dengan alis mata terangkat.
" Aku hanya ingat saat aku mencarimu ke kamar Kakekmu , lalu sepupumu menarik leher bajuku hingga punggung ku terluka . Kemudian banyak yang datang ingin memangsaku , dan setelah itu aku tidak ingat apapun, " sahut Gayatri
" Tapi kenapa kamu keluar dari kamar ini ? Bukankah aku sudah melarangmu keluar dari sini ? " tanya Gandi dengan raut wajah penasaran.
" Tadi sepupumu membuat sebuah asap ,dan asap itu masuk ke kamarmu hingga aku kesulitan bernafas. Jadi terpaksa aku keluar karena merasa tidak kuat. Aku ketakutan sekali saat sepupumu di depan kamarmu," ucap Gayatri
" Maafkan aku Gayatri, seharusnya aku tidak meninggalkanmu. Sekarang lebih baik kita pulang ke rumah Nenek Tari ,"
__ADS_1
" Kenapa punggungku tidak sakit ? Padahal tadi punggungku terluka," ujar Gayatri dengan wajah bingung.
" Tentu tidak sakit,karena aku sudah mengobati lukamu menggunakan ilmuku," sahut Gandi sambil tersenyum