
Hari ini Gayatri bangun begitu siang , karena tadi malam dia menemani Kakeknya ke Sawah.
" Gayatri, ayo makan dulu ! " ucap Neneknya saat melihat Gayatri keluar dari kamarnya.
" Iya Nek, " sahut Gayatri.
Gayatri lalu makan di temani sama Kakek dan Neneknya.
" Kalau tidak ada Gayatri rumah ini pasti langsung sepi," ucap Kakeknya sambil menatap Gayatri
" Nanti aku akan sering kesini kalau libur Kek," jawab Gayatri sambil tersenyum
" Pak, suami Bu Siti kemarin malam sekitar jam 20 :00 melihat Bhuta Lawengan di dekat kuburan saat dia pulang dari sawah. Tubuhnya langsung gemetar melihat itu ,dan sekarang dia sampai jatuh sakit karena begitu ketakutan," tutur Nenek Indri
"Kasihan sekali dia," balas Kakek Surya
" Kakek, apa itu Bhuta Lawengan? " tanya Gayatri sambil menatap Kakeknya
__ADS_1
" Bhuta Lawengan adalah mahkluk halus berwujud manusia tanpa kepala , namun memiliki wajah di bagian depan tubuhnya. Tapi kadang juga dia berupa tubuh saja dan tidak memiliki kepala , tangan serta kaki. Bhuta Lawengan merupakan mahkluk yang di ciptakan oleh Dewi Durga dari mayat manusia yang kepalanya sudah terpisah dari tubuhnya atau mayat yang hanya tinggal tubuhnya saja. Konon bila ada mayat yang sudah sangat lama di kubur dan tidak kunjung di kremasi (di bakar ) maka Dewi Durga akan mengutus Lawengan dan beberapa mahkluk halus lainnya seperti tengkorak hidup, iblis kepala, mayat busuk dan yang lain-lain untuk mengujungi keluarga si mayat melalui mimpi atau secara nyata. Mereka akan mengingatkan keluarga si mayat bahwa seperti merekalah kondisi si mayat saat ini. Dan agar si mayat segera di buatkan upacara Ngaben (pembakaran jenazah). Lawengan sering muncul di jalanan sekitar kuburan dan rumah sakit yang ada di bali. Jika di lihat dari belakang, Lawengan akan terlihat seperti manusia biasa yang seperti sedang berjalan menunduk,memiliki rambut panjang, bertelanjang dada dan hanya mengenakan kamben, namun ketika membalikkan badan dia tidak memiliki kepala dan wajahnya ada di dadanya, sedangkan rambut panjang tersebut tumbuh dari lehernya." Tutur Kakek Surya
"Kakek, memangnya ada mayat yang dikubur sangat lama ? "tanya Gayatri
"Tentu ada, mungkin keluarga si mayat belum memiliki biaya untuk upacara Ngaben ( pembakaran jenazah ) , jadi si mayat di kubur dulu sampai dia memiliki biaya,"terang Kakeknya.
"Kasihan juga ya Kek ? terutama keluarga si mayat yang hidupnya kekurangan . Lalu siapa ltu Dewi Durga? " tanya Gayatri
"Dewi Durga adalah istri dari Dewa Siwa. Nama lain Dewi Durga adalah Dewi Uma, Parwati, Giri Putri dan masih banyak lagi yang lain. Dewi Durga di gambarkan dengan sosok yang sangat menyeramkan," kata Kakek Surya
" Dia menjadi Dewi Durga dengan rupa yang sangat seram ketika Dewa Siwa menguji kesetian istrinya itu . Dewa Siwa berpura -pura sakit di depan istrinya ,dan kalau dia tidak mendapatkan susu maka Dewa Siwa akan mati. Dewa Siwa kemudian meminta istrinya untuk turun ke bumi untuk mencari susu. Sebagai seorang istri dia menyanggupi permintaan suaminya tersebut.Sayangnya saat dia berada di bumi, dia kesulitan menemukan penggembala sapi. Dia hampir putus asa karena tidak menemukan seorang penggembala sapi, namun akhirnya Dewi Uma menemukan penggembala sapi yang tidak lain adalah suaminya sendiri yang sedang menyamar. Sang Dewi meminta sedikit susu sapi tetapi di tolak oleh penggembala.Sudah berbagai cara di lakukan oleh Dewi Uma agar dia bisa memperoleh susu, tapi tetap usahanya gagal.Dia bahkan sampai rela mengemis -ngemis tapi tetap usahanya gagal. Penggembala hanya mau memberikan susu jika Dewi Uma mau melayaninya. Dewi Uma saat itu dalam dilema. Saat itu dia berpikir jika dia tidak membawa susu maka suaminya akan mati, tapi bila dia mau melayani penggembala maka dia akan di beri susu dan suaminya hidup, akan tetapi dirinya ternoda.Karena rasa patuhnya kepada suami untuk membawakan susu membuatnya mau melakukan hal terlarang itu. Setelah misinya terlaksana, Dewi uma kembali untuk menyerahkan susu kepada suaminya. Sebelum menerima susu, Dewa Siwa bertanya dari mana susu itu di peroleh dan bagaimana caranya memperoleh. Karena panik, Dewi Uma berbohong pada suaminya. Kemudian Dewa Siwa memanggil anaknya yaitu Dewa Ganesha. Dewa Siwa menyuruh Dewa Ganesha untuk memakai ajian Tenung Aji Saraswati guna mengetahui dari mana susu itu berasal. Dewa Ganesha lalu memberitahu apa yang dia ketahui kepada Sang Ayah. Dewi Uma langsung marah dan membakar Tenung Aji Saraswati." Tutur Kakeknya
" Lalu setelah itu apa yang terjadi Kek ?"
"Melihat perilaku Dewi Uma,Dewa Siwa marah besar dan mengutuk istrinya menjadi Dewi Durga karena dianggap telah berbohong dan berkhianat. Selanjutnya Dewi Durga di turunkan ke bumi. Setelah di turunkan ke bumi, Dewi Uma yang masih berwujud cantik berkelana ke sana ke mari . Dia kemudian sampai di kuburan luas yang bernama Setra Gandamayu( kuburan). Tempat ini di huni oleh mahkluk halus ganas dan menyeramkan. Para mahkluk ini hendak memangsa Dewi Uma karena merasa terganggu. Tidak terima dengan perlakuan mahkluk itu yang sudah lancang, Dewi Uma pun murka dan berubah wujud menjadi sosok yang lebih menyeramkan dari mereka. Mata Dewi Uma mengeluarkan sinar menyilaukan, rambut terurai sampai ke tanah, taring dan kuku panjang, dan lidah menjulur panjang . Dari sekujur tubuh dan lidahnya mengeluarkan kobaran api hingga menghanguskan semua mahkluk yang tadi menyerangnya. Sejak saat itu ,Dewi Uma berganti menjadi Dewi Durga dan menjadi penguasa Setra Gandamayu ( kuburan ). Dia juga di kenal sebagai Dewi dari para mahkluk halus dan para penganut Ilmu Leak. Orang-orang yang belajar ilmu Leak jika mau berubah wujud menjadi sosok Leak ,dia harus meminta izin pada Dewi Durga dahulu. Wujud menyeramkan Dewi Durga dianggap sebagai simbol kemarahan seorang perempuan dan di abadikan dalam bentuk topeng Rangda yang di sakralkan oleh warga bali hingga sekarang, " tutur Kakek Surya.
__ADS_1
"Kakek ,kalau begitu kasihan sekali Dewi Durga ya ? " ujar Gayatri terlihat sedih.
10 menit kemudian , Wayan Rasta datang untuk menjemput Gayatri.
"Tok...tok...tok...Om swastyastu ," ucap Wayan Rasta
" Om swastyastu ," balas Nenek Indri sambil membuka pintu
Nenek Indri lalu mengajak Wayan Rasta masuk ke dalam.
" Bapak , kenapa cepat sekali datangnya ? Padahal aku masih ingin berada di sini," gerutu Gayatri
" Tapi besok Gayatri harus pergi ke Sekolah. Nanti kalau libur Gayatri boleh kesini lagi." Terang Wayan Rasta
" Baiklah kalau begitu," sahut Gayatri yang langsung pergi mengambil tasnya.
" Gayatri , kamu tega sekali denganku . Datang kesini tidak memberitaku, aku sampai bingung mencarimu," ucap Gandi cemberut
__ADS_1
" Maaf Gandi ,aku lupa. " Balas Gayatri merasa sangat bersalah.