
Selesai makan Gandi lalu pergi ke rumah Nenek Tari. Dia ingin menyelidiki apakah Nenek Tari benar-benar tulus minta maaf atau karena punya rencana lain.
Sampai di sana Gandi tidak menemukan bukti apapun. Dia hanya mendengar obrolan Nenek Tari dan Ketut Erni yang benar-benar ingin berubah.
" Rasanya aku tidak percaya kalau mereka benar-benar ingin berubah," pikir Gandi seraya menatap Nenek Tari dan Ketut Erni. Namun Gandi memilih mengawasi mereka terus hingga sore.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Di rumah Wayan Rasta
" Pak, apa itu Leak Sesawangan ? Ibu bilang tetangga kita ada yang kena Leak Sesawangan ," ucap Gayatri seraya menatap Ibunya.
" Leak Sesawangan adalah salah satu kemampuan dari orang yang menekuni ilmu Leak aliran kiri atau pengiwa. Ilmu Leak jenis ini mirip dengan santet dari Jawa yakni kemampuan seseorang akan bisa menyerang atau mengirimi penyakit secara gaib hanya dengan berucap serta membayangkan wajah sang korban dari jarak jauh,"
" Bagaimana caranya dia melakukan semua itu dari jarak jauh ? " tanya Gayatri dengan wajah terlihat bingung.
" Orang yang menggunakan ilmu leak sesawangan ini bisa menyerang korbannya dengan mengucapkan doa sembari menatap foto atau membayangkan wajah serta menyebutkan nama dari calon korban tanpa memerlukan sarana seperti jarum atau paku, hanya dengan mengucapkan doa-doa magis maka sang korban bisa sakit keras, karena itu ilmu ini juga disebut dengan Leak umik - umikan atau Leak acep-acepan yang artinya ilmu leak yang dijalankan menggunakan ucapan saja."
" Hebat juga ," sahut Gayatri seraya berpikir.
" Biasanya orang dengan kemampuan ini akan melakukan ritual untuk menyerang korban ketika korban tidur dengan sarana beberapa sesajen di tempat yang tersembunyi, ketika si Leak mengucapkan doanya maka puluhan makhluk halus akan segera menuju ke kediaman sang korban. Walaupun dia bersembunyi di balik dinding yang tebal dan kuat, atau berada di jarak yang sangat jauh sekalipun, sang pengguna ilmu ini tetap bisa mengirimkan serangannya. Berbeda dengan ilmu santet Jawa yang biasa digunakan oleh dukun yang didatangi klient. Ilmu Sesawangan umumnya digunakan oleh orang-orang yang baru mempelajari ilmu pengiwa, yang baru menguasai cara menyakiti orang dari jarak jauh. Ilmu ini biasanya digunakan untuk menyakiti orang yang sangat dia benci, tetapi ilmunya hanya sebatas membuat sakit yang tidak terlalu parah. Lain halnya dengan orang yang menguasai ilmu leak pengiwa tingkat atas yang sudah jarang menggunakan ilmu sesawangan ini, dia bisa menyerang sang korban tanpa ritual apapun. Hanya dengan mengucapkan satu kalimat saja, maka korban bisa gila atau sakit keras. Itupun bila sang korban pernah terlalu lancang dengannya," tutur Wayan Rasta menjelaskan.
" Berarti tetangga kita di sakiti oleh Leak pengiwa tingkat atas ? " tanya Gayatri seraya menatap Bapaknya.
" Ya betul. Kemarin Bapak dengar kalau dia berobat di dua tempat. Berobat di rumah sakit dan berobat di tempat seorang Jro Balian, "
__ADS_1
"Kenapa dia harus berobat di dua tempat ,Pak ?" tanya Gayatri dengan wajah yang terlihat bingung.
" Ketika dia berobat di rumah sakit , sang dokter bilang padanya kalau dia menderita sakit kanker. Sudah berkali-kali dia berobat ke rumah sakit , tapi dia tidak kunjung sembuh juga. Lalu keluarganya membawanya berobat ke tempat seorang Jro Balian , di sana Jro Balian mengatakan kalau dia di sakiti oleh Leak pengiwe . Setelah berobat di tempat Jro Balian beberapa kali , akhirnya keadaannya membaik juga," terang Wayan Rasta menjelaskan
" Kenapa saat dia berobat di rumah sakit dokternya mengatakan kalau dia sakit kanker ? " tanya Gayatri lagi.
" Itulah kekuatan Ilmu Leak. Makanya kalau orang Bali sakit dia pasti akan berobat di dua tempat. Nenek Ratih juga dulu pernah sakit parah, " terang Wayan Rasta
" Memangnya Nenek Ratih pernah sakit apa ,Pak ? " tanya Gayatri dengan wajah yang penasaran.
" Pertama dia punya penyakit darah tinggi, kencing manis lalu kanker . Penyakit yang di derita oleh Nenek Ratih memang betul-betul penyakit secara medis. Suatu banyak uang yang di keluarkan oleh Kakek Parjo untuk membawa Nenek Ratih berobat ke rumah sakit , tapi tidak kunjung sembuh. Lalu kakek Parjo mencoba membawa nenek Ratih ke rumah seorang Jro Balian yang tidak jauh dari rumahnya.Jro Balian itu terkenal sangat sakti karena bisa menyembuhkan penyakit secara medis dan non medis. Setelah berobat di sana selama satu bulan , dan akhirnya Nenek Ratih sehat. Pernah Kakek Parjo mencoba mengecek penyakit Nenek Ratih ke rumah sakit, lalu sang dokter sangat terkejut melihat Nenek Ratih yang sudah sehat,"tutur Wayan Rasta
" Hebat juga ya, pak ?" ujar Gayatri tersenyum.
" Makanya dari dulu jika orang Bali sakit yang pertama dia tuju ke rumah sakit ,lalu yang kedua baru ke rumah seorang Jro Balian. Karena penyakit yang kita derita bisa saja datang dari orang yang belajar Ilmu Leak,"tuturnya
" Gandi , lalu bagaimana dengan Nenek Tari ?" tanya Wayan Rasta seraya menatap Gandi
"Aku sudah mengawasi Nenek Tari . Sepertinya tadi pagi dia memang tulus minta maaf ," terang Gandi. Dia juga menceritakan semua pembicaraan Nenek Tari dan Ketut Erni kepada Wayan Rasta.
"Mudah-mudahan mereka mau bertobat dan menggunakan Ilmu Leak yang dia miliki untuk hal-hal yang baik," ucap Wayan Rasta.
" Mudah-mudahan saja ,Pak," sahut Gandi seraya duduk di samping Wayan Rasta
Beberapa menit kemudian saat Gandi berada di kamar Gayatri, tiba- tiba Lio datang.
__ADS_1
" Gandi ? " ucap Lio yang sudah berdiri di belakang Gandi.
" Kamu membuatku kaget saja," sahut Gandi dengan kesal.
" Gandi, saat ini di kerajaan sedang ada masalah. Lebih baik kamu pulang," kata Lio
Gandi lalu memutar tubuhnya seraya menatap Lio .
" Ada masalah ? Memangnya ada masalah apa di kerajaan ? " tanya Gandi dengan mata membulat.
" Para rakyat besok ingin datang ke kerajaan untuk berdemo," sahut Lio menunduk . Mulutnya terasa berat saat akan menceritakan semuanya. Dia tidak tega melihatkan Gandi dan Gayatri harus berpisah. Membayangkannya saja dia sudah tidak kuat, apalagi semuanya akan menjadi nyata sebentar lagi.
" Kenapa mereka ingin berdemo ? " tanya Gandi dengan wajah yang sangat bingung.
" Mereka ingin berdemo karena mereka tidak setuju kamu tinggal di dunia manusia. Mereka tidak mempermasalahkan mengenai pernikahanmu dengan seorang manusia, tapi asalkan kamu mengajak istrimu tinggal di dunia Wong Samar," tutur Lio.
" Tapi Gayatri tidak mungkin bisa tinggal di bangsa Wong Samar," terang dengan wajah emosi.
" Mereka seperti itu karena melihat peraturan yang dibuat oleh Ayahanda waktu dulu. Kalau kamu ingin bersama Gayatri maka kamu harus membawa Gayatri ke kerajaan. Tetapi membawa Gayatri ke kerajaan sama saja dengan menghancurkan bangsa Wong Samar, karena jika ada yang ingin memangsa Gayatri maka amarah Gayatri akan keluar dan menghancurkan semuanya bangsa Wong Samar."
" Lalu sekarang aku harus bagaimana ?" tanya Gandi dengan wajah terlihat bingung
" Lebih baik sekarang kamu ke kerajaan dulu dan coba minta pendapat pada Ayahanda," kata Lio menjelaskan
" Mana mungkin Ayahanda peduli denganku ? " ujar Gandi dengan wajah yang sangat frustasi.
__ADS_1
" Sebelumnya Ayahanda sudah merelakanmu bersama Gayatri, dan menganggapmu telah tiada agar kamu bisa hidup bersama dengan Gayatri ,tapi rakyat kerajaan wong samar tidak setuju dengan semuanya. Kalau Ayahanda menganggap kamu telah tiada ,maka mereka meminta Ayahanda agar membunuhmu tetapi Ayahanda tidak mau melakukannya. Kalau Ayahanda benar-benar tidak sayang padamu , maka pasti dia akan setuju untuk membunuhmu," kata Lio
Maaf ya kakak, episode 86 author salah up. 🙏 Dan ini kelanjutannya