MELIK

MELIK
Keluarga Juli


__ADS_3

" Gayatri, tadi aku lihat di depan rumahmu ada orang yang meninggal. Dan yang meninggal adalah adik dari temanmu yang bernama Juli," terang Gandi


"Kemarin aku dengar dari Ibuku , adiknya Juli sakit jantung , dan anehnya hampir semua anggota keluarganya sakit. Bapaknya waktu ini jatuh di sawah dan kakinya hingga sekarang masih sakit , padahal sudah di obati. Ibunya baru saja sembuh dari sakit kankernya . Kakek dan Neneknya juga sakit. Hanya Juli saja yang sehat," ungkap Gayatri . Walaupun Juli tidak mau berteman dengannya dan selalu membuat Gayatri marah , tapi melihat keadaan keluarga temannya , Gayatri tetap merasa kasihan pada temannya itu.


" Mereka seperti itu karena ada penyebabnya ," balas Gandi


" Memangnya apa penyebabnya ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat. Dia merasa penasaran dengan penyebab yang menyebabkan keluarga temannya seperti itu.


" Dia di sakiti oleh arwah keluarganya sendiri. Mereka memiliki keluarga yang masih di kubur dan belum di buatkan upacara Ngaben. Di bali upacara kematian yang terakhir adalah Ngaben , dan kalau masih di kubur berarti upacaranya belum selesai. Mayat itu sudah meninggal bertahun-tahun, dan karena tidak ada biaya untuk upacara Ngaben makanya mayat itu di kubur dulu sampai mereka memiliki biaya untuk upacara Ngaben , tapi mereka malah melupakan mayat itu. Di bali tujuan upacara Ngaben yaitu mensucikan roh umat hindu yang sudah meninggal dunia , dan agar roh bisa mencapai surga. Hampir setiap hari arwah keluarga Juli menanti waktu kapan dirinya di muliakan oleh sanak keturunannya , namun para keluarganya telah menelantarkan mayatnya yang telah sangat lama di kubur tanpa di berikan upacara apapun. Sang Arwah tidak mampu mendapatkan tempat di Neraka apalagi di Surya. Dia terluntang - lantung di dalam kegelapan , bahkan di lihatnya sang keluarga dengan gembira seakan-akan melupakan keberadaannya," tutur Gandi


" Kasihan sekali mereka. Coba kita berada di posisi arwah itu pasti rasanya tidak kuat sekali, " balas Gayatri 

__ADS_1


" Maka sang arwah menangis karena tidak mampu memperoleh pembebasan. Lalu tangisannya di dengar oleh sang  Dewa penguasa kematian, yaitu Bhatara Yama Dipati. Kemudian sang Dewa kematian mengutus salah satu pasukan Neraka yang bernama Ki Bhuta Culig untuk mengantarkan sang arwah ke rumah keluarganya pada malam hari. Nanti sang arwah akan mengganggu keluarganya ,dan jika keluarganya tetap tidak peduli maka sang Dewa kematian mengutuk kelurganya , dimana satu persatu dari mereka akan berumur pendek atau sakit-sakitan. Sampai salah satu di antara mereka memberikan upacara yang layak dan penghormatan terakhir untuk seorang keluarga yang telah lama meninggal," tutur Gandi lagi


" Mungkin karena biaya untuk upacara Ngaben terlalu besar , jadi mereka tidak mampu membuatkan upacara," ucap Gayatri yang merasa bingung.


" Keluarganya saja yang malas. Bukannya sekarang sudah ada yang namanya Ngaben Massal ," terang Gandi


" Ngaben Massal itu apa ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.


" Kamu memang benar. Berarti memang merekanya yang malas," sahut Gayatri sambil mendekati Gandi.


" Gandi , apakah kamu mau keluar ? " tanya Gayatri.

__ADS_1


" Iya, aku ingin ke depan sebentar. Siapa tahu Bapakmu sudah datang dan menunggumu," sahut Gandi sambil melihat raut wajah Gayatri yang terlihat murung. Walaupun Gandi menyuruh gadis itu agar tidak takut dan selalu berdoa jika ada yang datang mengganggunya , tapi tetap saja dia merasa takut. Kalau dia ketiduran maka mereka pasti akan langsung menyakitinya tanpa dia sadari. Selama ini begitu banyak mahkluk halus dan para Leak yang datang mengganggunya saat Gayatri tidur. Bahkan kemarin ada yang ingin menutup wajah Gayatri dengan bantal saat Gandi keluar , tapi untung Gandi cepat datang dan mengusir mahkluk itu.


" Tenang saja , aku kedepan cuma beberapa menit saja kok ," balas Gandi yang langsung keluar dari jendela dengan begitu cepat.


Gayatri langsung pergi ke tempat tidurnya dan menyandarkan punggungnya di kepala ranjang .Gadis itu menatap ke sekeliling ruangan kamarnya dengan waspada.


Suara cicak mendadak berbunyi tiada henti. Berdasarkan kepercayaan dalam agama hindu cicak merupakan simbol dari datangnya Dewi Saraswati, Dewi sumber ilmu pengetahuan yang di asumsikan bahwa cicak tersebut membawa pesan dari Tuhan.


Dewi Saraswati merupakan Dewi yang menurunkan ilmu pengetahuan kepada manusia.


Jika orang bali mendengar suara cicak yang berbunyi tiada henti pada malam hari maka itu bertanda akan ada mahkluk halus atau Leak yang akan datang.

__ADS_1


Jika orang bali sedang membicarakan hal serius dan terdengar suara cicak maka mereka langsung berkata ' Tedun Saraswati ' yang bertanda apa yang di katakannya itu di benarkan oleh Dewi Saraswati. Begitu juga bila melakukan sembahyang dalam keheningan lalu terdengar suara cicak, maka permohonan kita atau tujuan persembahyangan kita mendapatkan anugrah atau terkabul.


__ADS_2