
Kediaman Nenek Tari.
Hari ini Nenek Tari sedang membuat makanan untuk Gayatri. Makanan itu terlihat seperti makanan Vegetarian , namun bumbu dari makanan itu sudah di campur dengan sedikit daging.
" Hari ini aku pasti akan berhasil," gumam Nenek Tari di dalam hatinya.
Dia terus saja tersenyum membayangkan Gayatri memakan makanan yang dia buat.
" Ibu, aku takut rencana kita gagal lagi," ucap Ketut Erni seraya menatap Ibunya yang sedang memasak.
" Hari ini rencana kita pasti akan berhasil. Apalagi saat ini suami Gayatri belum datang . Sudah pasti rencana kita akan berhasil, " ucap Nenek dari seraya memasukkan makanan yang dia buat ke dalam kotak makanan yang sudah dia siapkan.
" Ibu memang benar. Kali ini rencana kita pasti akan berhasil," sahut Ketut Erni seraya tersenyum.
Setelah semuanya selesai, Nenek Tari lalu pergi ke rumah Wayan Rasta. Dia ke sana tidak hanya membawa makanan untuk Gayatri saja, tetapi juga membawa makanan untuk yang lainnya agar Wayan Rasta tidak curiga padanya.
" Tok...tok...tok...om swastyastu," ucap Nenek Tari seraya mengetuk pintu rumah Wayan Rasta.
" Om swastyastu ," balas Luh Ani seraya membuka pintu rumahnya lebar-lebar.
" Ibu ? Ayo masuk ,Bu ? " kata Luh Ani seraya tersenyum pada mertuanya.
" Ibu bosan di rumah sendirian. Ketut Erni sedang pergi ke rumah mertuanya , jadi Ibu memilih datang kesini saja," sahut Nenek Tari seraya duduk.
" Kalau Ibu merasa bosan di rumah sendirian ,kapanpun Ibu boleh kok ke sini. Atau sesekali Ibu menginap saja di sini ," terang Luh Ani seraya duduk di samping mertuanya.
__ADS_1
" Kalau begitu kapan-kapan saja Ibu menginap di sini. Oh iya, ini ada makanan. Yang ini khusus untuk Gayatri , karena dia tidak makan daging," kata Nenek Tari seraya memberikan makanan yang dia bawa kepada Luh Ani .
" Kenapa Ibu malah repot-repot membawa makanan ? " tanya Luh Ani seraya melihat makanan yang di berikan oleh mertuanya.
" Tadinya Ibu merasa bosan di rumah sendirian .Ibu rindu ketika memasak makanan begitu banyak untuk suami dan anak-anak .Ibu juga merasa rindu dengan suasana rumah yang ramai dengan adanya anak-anak dan suami . Saat ini semua anak-anak ibu telah dewasa dan sudah berkeluarga, sedangkan suami Ibu juga sudah pergi meninggalkan Ibu . Jadi tanpa sadar Ibu malah memasak begitu banyak," terang Nenek Tari berbohong.
" Kalau begitu menginaplah dulu di sini, Bu," ucap Luh Ani seraya menatap mertuanya dengan kasihan.
" Lain kali saja. Soalnya Ketut Erni ke rumah mertuanya hanya sebentar saja . Dan sore ini dia akan menginap lagi di rumah Ibu," terang Nenek Tari berbohong . Padahal Ketut Erni saat ini berada di rumahnya.
Luh Ani sama sekali tidak merasa curiga pada mertuanya. Dia mengira mertuanya benar-benar telah berubah.
Melihat Luh Ani yang tengah sibuk membuat canang, Nenek Tari lalu membantunya agar Wayan Rasta dan Luh Ani semakin yakin kalau dirinya telah berubah.
" Ibu, apa Ibu sudah lama di sini ? " tanya Wayan Rasta pada Ibunya.
" Sudah kok. Ibu ke sini karena bosan di rumah," ucapnya
" Kalau begitu Nenek menginap di sini saja dulu," kata Gayatri seraya menatap Neneknya.
" Ya ,Bu. Menginaplah dulu di sini," balas Wayan Rasta .
" Lain kali saja Ibu menginap di sini, soalnya adikmu nanti sore akan datang dan menginap di rumah ,"
" Baiklah kalau itu mau Ibu. Kalau Ibu merasa bosan di rumah sendirian , Ibu boleh tinggal di sini," terang Wayan Rasta pada Ibunya.
__ADS_1
Beberapa jam kemudian Nenek Tari telah pulang ke rumahnya.
" Gayatri, Rara, tadi Nenek membawa makanan kesukaan kalian. Sekarang ayo di makan dulu makanannya, " ucap Luh Ani pada kedua putrinya.
" Iya ,Bu," jawab Rara dan Gayatri yang langsung menuju ke meja makan.
" Ibu , apa benar ada Sungai Kreteg yang di jaga ular raksasa ? " tanya Gayatri seraya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
"Ya benar. Sungai Kreteg merupakan aliran sungai yang berlokasi di area Banjar adat Padang, Kerobokan. Menurut masyarakat setempat, dulunya sungai ini adalah tempat uang jenazah korban pembantaian massal ( Gestok ) sekitar tahun 1965. Karena itu, sungai ini terkenal akan keangkerannya dan memiliki beragam cerita misteri yang menyertainya. Menurut penekun spiritual setempat, sungai ini dihuni oleh sosok gaib Kak Made , yang hingga kini masih dipercaya sering muncul dan mendatangi warga sekitar. Menurut penekun spiritual yang ada di sana , pernah suatu ketika ada pasangan muda-mudi berpacaran namun selang beberapa saat pasangan ini berteriak sambil berlari. Mereka mengaku diganggu oleh sosok ikan besar yang muncul dari tengah aliran Sungai Kreteg. Ikan besar tersebut ternyata sosok gaib yang menjaga area aliran Sungai Kreteg itu , dan dia tidak senang bila Sungai Kreteg dijadikan tempat mesum. Di sebelah selatan Sungai Kreteg terdapat bendungan kecil atau Dam. Warga sekitar sangat sering diganggu oleh penghuni gaib dum tersebut. Di mana setelah ditanyakan kepada orang pintar, penghuni gaib tersebut meminta warga agar membuatkan bale bengong di sebelah Dam tersebut. Di ujung sebelah selatan sungai terdapat lokasi yang diyakini oleh warga setempat sebagai istananya makhluk wong samar. Di area ini terdapat sebuah pohon tua yang menjulang tinggi yang merupakan pusat dari istana makhluk gaib tersebut. Seorang penekun spiritual mengungkapkan, kalau istana itu dihuni oleh puluhan ribu makhluk gaib dengan berbagai rupa. Pantangan di tempat ini adalah dilarang untuk berkata-kata yang kurang baik. Selain itu jangan sekali-sekali mengambil benda-benda yang ada di area ini. Jika melanggar pantangan ini, diyakini pasti akan mendapatkan musibah. Selain itu, warga setempat sering melihat penampakan ular besar menyerupai naga yang diyakini sebagai penjaga gaib aliran sungai tersebut. Ular besar ini sering menampakan wujudnya saat hari-hari suci atau hari-hari keramat di Bali," tutur Luh Ani seraya menatap putrinya yang sedang memasukkan makanan ke mulutnya.
" Ternyata di Bali banyak sekali tempat yang dihuni oleh mahkluk gaib," ucap Gayatri
" Makanya kita harus selalu bersikap sopan di manapun kita berada. Karena tidak hanya manusia saja yang hidup di dunia ini,"
" Bu, masakan Nenek sangat enak sekali. Kapan-kapan aku akan meminta Nenek agar memasak makanan seperti ini lagi untukku," terang Gayatri seraya beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke dapur . Setelah selesai makan gadis itu langsung mencuci piringnga.
" Kalau begitu besok hubungi saja Nenek dan minta padanya agar membuatkan makanan seperti itu lagi," kata Luh Ani
" Iya ,Bu. Besok saja aku ke sana bersama Rara , lalu meminta Nenek membuatkan makanan seperti ini," sahut Gayatri tersenyum.
" Baiklah, kalau begitu sekarang pergilah mandi, "
" Iya ,Bu," sahut Gayatri yang langsung pergi ke kamarnya.
__ADS_1