
Setelah selesai mengairi sawahnya , Kakek Surya merasa ada hal yang janggal. Dia merasa bahwa saingannya berniat menghadangnya dengan ilmu Leak. Kakek Surya sering memiliki perselisihan batas lahan pertanian dengan seorang petani saingannya yang di kenal sebagai seorang penekun ilmu Leak.
Sebelum pulang Kakek Surya mengencingi beberapa batu untuk berjaga-jaga , karena di yakini Leak takut air kencing, dan kemudian mereka pun berjalan pulang.
Benar saja dugaan Kakek Surya, saat melintasi sebuah tegalan tiba-tiba saja muncul sesosok Raksasa berkepala gundul yang sangat tinggi dengan gigi tonggos dan taring yang panjang serta tubuhnya di hiasi oleh usus manusia. Orang bali biasa menyebutnya Pangpang Leak Gundul Laki-Laki. Gayatri yang berada di belakang Kakeknya hanya bisa tercengang melihat mahkluk itu.
Kakek Surya dengan berani melemparinya dengan batu yang sudah dia kencingi. Si Pangpang tampak kewalahan menghindari serangan Kakek Surya karena bergerak lamban, dan si Pangpang pun menyerah dan menghilang.
Setelah si Leak menghilang, terjadi gempa bumi di susul ledakan di tanah tepat di belakang Kakek Surya. Dari ledakan tersebut muncul tangan dengan kuku-kuku panjang mencengkram kaki Kakek Surya, perlahan keluar sosok Leak Gundul lainnya dari tanah. Orang bali biasanya menyebut sosok ini Celuluk. Leak itu lebih besar dan wajahnya lebih menyeramkan dari Leak sebelumnya. Dia memiliki payudara yang panjang, dan memakai kalung tengkorak bayi di lehernya.
Seketika seluruh tubuh Kakek Surya menjadi kaku akibat cengkraman si celuluk. Gayatri segera berlari menghampiri Kakeknya dan setelah itu menginjak kepala si Celuluk dan mencabut kalung tengkoraknya. Si celuluk berteriak dan berubah menjadi bola api dan kemudian terbang melarikan diri.
" Gayatri, kamu tidak apa-apa ?" tanya Kakek Surya pada cucunya.
" Tidak Kek, "jawab Gayatri
" Untung kamu nolongin Kakek. Entah bagaimana nasib Kakek kalau kamu tidak ada," ucap Kakek Surya.
" Leak tadi jahat sekali ya Kek ? " tanya Gayatri sambil menatap Kakeknya
" Ya benar ,Leak tadi memang jahat. Sekarang lebih baik kita pulang ke rumah, karena pekerjaan Kakek sudah selesai ." Terang Kakek Surya
"Iya ,Kek." Jawab Gayatri yang langsung mengikuti Kakeknya
__ADS_1
Saat akan melewati pohon beringin besar,tiba-tiba dari jauh Kakek Surya melihat sekumpulan cahaya seperti nyala obor. Kakek Surya mengira kalau itu adalah anak-anak yang sedang mencari jangkrik. Namun setelah mendekat, ternyata itu adalah segerombolan bola api berwarna - warni yang beterbangan menuju pohon beringin.
" Gayatri, ayo kita bersembunyi dulu," ajak Kakeknya
" Iya Kek, " sahut Gayatri yang langsung ikut bersembunyi
Kakek Surya dan Gayatri bersembunyi di sebuah pohon yang tidak jauh dari sana.
Para Leak itu sedang berkumpul di bawah pohon beringin, mereka juga membawa sarana-sarana atau sesajen tertentu. Para Leak itu menari-nari kesana - kemari , tertawa melengking kegirangan saling bersahutan. Mereka tidak tahu kalau Gayatri dan Kakek Surya sedang menonton apa yang tengah mereka lakukan. Sekitar beberapa jam Kakek Surya dan Gayatri sedang menonton para Leak menari. Sampai akhirnya para Leak itu bergerombol terbang ke tengah sawah dan akhirnya menghilang.
" Gayatri,kita jadi lama berada di sini. Apa kamu mengantuk ? " Kakek Surya menatap Gayatri dengan wajah kasihan, karena cucunya jadi lama berada di sawah.
" Tidak Kek, sangat seru." Ucap Gayatri sambil tersenyum
" Kalau begitu sekarang kita pulang ke rumah, karena ini sudah larut malam." Balas Kakek Surya
" Tok...tok...tok...Om swastyastu ," ucap Kakek Surya
" Om swastyastu," balas Nenek Indri yang langsung membuka pintu rumahnya
Mereka lalu masuk ke dalam.
" Kok baru pulang,Pak ? Aku sampai khawatir,karena biasanya pulangnya cepat , tapi ini sampai berjam-jam." ucap Nenek Indri
" Tadinya sudah selesai cepat,Bu. Tapi tiba-tiba aku di serang sama tetangga kita itu, dan untung ada Gayatri yang menolongku. Coba kalau tidak ada Gayatri, mungkin aku tidak akan selamat." Tutur Kakek Surya
__ADS_1
" Memangnya apa yang dilakukan Gayatri ? " tanya Nenek Indri dengan wajah yang terlihat penasaran.
" Dia mencengkram kakiku dari belakang, lalu Gayatri menghampiriku dan menginjak kepala si Celuluk dan mencabut kalung tengkoraknya. Tapi yang membuat lama saat kami bersembunyi di dekat pohon beringin hingga beberapa jam," tutur Kakek Surya
" Kenapa harus bersembunyi,Pak ? " tanya Nenek Indri dengan bingung
" Di bawah pohon beringin ada segerombolan para Leak , jadi kami memutuskan untuk bersembunyi ,karena jika mereka melihat kita maka mereka pasti tidak akan membiarkan kita pulang dengan selamat, " terang Kakek Surya.
" Ya sudah, yang penting sekarang kalian sudah pulang. Apa Gayatri lapar ? Di dapur masih ada makanan," kata Neneknya
" Iya Nek, aku lapar. " Sahut Gayatri
Kakek Surya lalu mengajak Gayatri makan, dan setelah makan Gayatri langsung pergi tidur.
Keesokan harinya ada pasangan suami istri datang bertamu ke rumah Kakek Surya. Pasangan suami istri itu adalah tetangga Kakek Surya.
" Untuk apa kalian kemari ?" tanya Kakek Surya pada mereka
" Kami kemari ingin meminta maaf pada Pak Surya," ucap mereka
" Minta maaf untuk apa ? " tanya Kakek Surya pura-pura tidak mengerti
" Sebenarnya kami yang menjadi kedua Leak Gundul semalam, tolong maafkan kami ,dan tolong kembalikan kalung kami yang terbuat dari kelapa kuning. Kami janji tidak akan mengganggu Pak Surya lagi, " ucap mereka sambil menunduk.
" Baiklah, untuk saat ini aku akan memaafkan kalian. Tapi kalau kalian melakukan itu lagi ,maka aku tidak akan memaafkan kalian," balas Kakek Surya
__ADS_1
Mereka lalu pergi setelah Kakek Surya memberikan kalung itu.