
Jam 05 : 00 Gayatri sudah bangun karena mendengar suara Bapaknya yang lagi mengobrol dengan Ibunya.Dia duduk sambil menatap Gandi yang masih tidur di sana. Mereka tidur di tempat tidur yang sama ,dan hanya di batasi bantal guling saja di tengahnya.
" Kasihan sekali Gandi, pasti dia tidak ingin pulang karena Ayahnya selalu marah-marah ." Gumam Gayatri sambil menatap sahabatnya.
Setelah itu dia langsung keluar dari kamarnya dan duduk di meja makan membantu Ibunya membuat canang . Bapaknya juga ikut membantu Ibunya
" Gayatri, kok sudah bangun nak ? " tanya Luh Ani sambil menatap putrinya
"Aku sudah bangun dari tadi ,Bu. Karena tidak mengantuk jadi aku keluar." Balas Gayatri
" Oh iya ,Bu. Tadi malam aku melihat hal aneh saat aku ke kamar Gayatri," ucap Wayan Rasta
Karena Gayatri pernah mati suri , jadi Luh Ani dan Wayan Rasta memutuskan untuk mengecek Gayatri setiap larut malam, agar tidak seperti kemarin lagi.
__ADS_1
" Hal aneh apa ,Pak ? " tanya Luh Ani dengan alis mata terangkat.
"Saat akan kembali ke kamar, aku mendengar seseorang yang sedang membawa tongkat. Lalu aku intip dari tirai jendela, dan aku melihat seorang laki-laki dengan wajah yang sangat tampan sekali, dan dia hanya memakai kamben bermotif kotak-kotak dengan warna hitam putih seperti kamben yang di pakai oleh Penunggun Karang yang ada di depan rumah kita. Dia juga mengelilingi rumah kita sambil membawa tongkatnya, dan setelah itu dia berubah wujud menjadi Penunggun Karang yang ada di depan rumah kita lagi." Tutur Wayan Rasta
Mata Gayatri hanya membulat mendengarnya.
" Bapak dan Ibuku juga pernah bilang begitu, Penunggun Karang yang ada di depan rumah kita kadang-kadang di hari raya tertentu dia bisa berubah wujud menjadi manusia seperti kita, dulu aku kira mereka bicara bohong tapi ternyata memang benar. Tapi serem juga ya ,Pak." Balas Luh Ani.
" Iya ,Bu. Aku saja sampai ketakutan dan langsung masuk ke dalam kamar," jawab Wayan Rasta
" Ibu ,Bapak, kenapa kita selalu berdoa di Penunggun Karang yang ada di depan rumah kita? "tanya Gayatri dengan bingung.
" Tidak ,Pak. Yang aku tahu kalau Penunggun Karang di depan rumah kita hanyalah sebuah patung yang terbuat dari batu." Terang Gayatri
" Nak, kamu harus tahu ini . Penunggun Karang yang ada di depan rumah kita yang berupa sebuah patung dari batu merupakan salah satu tugu atau pelinggih yang dalam kepercayaan umat Hindu Bali sebagai pelindung atau penjaga rumah secara skala(alam terlihat) atau niskala(alam tidak terlihat/gaib). Kita harus memperlakukan Penunggun Karang ini secara terhormat, suci , dan mulia karena beliau di yakini menjaga kerahayuan bagi penghuni rumah. Apa yang kita makan dan minum maka kita harus berikan juga terlebih dahulu kepada beliau, walaupun itu dalam porsi yang sangat kecil. Ketika kita pergi meninggalkan rumah, kita mesti lapor kepada beliau agar di beri keselamatan. Begitu juga ketika pulang ke rumah dan membawa oleh-oleh jajanan atau buah-buahan kita juga harus memberikan terlebih dahulu kepada beliau." Terang Wayan Rasta
__ADS_1
" Kenapa kita harus melakukan itu ? " tanya Gayatri
" Agar dia tidak mengganggu kita, dan sebagai ucapan terima kasih karena dia selalu menjaga rumah kita. Kalau Gayatri di suruh bekerja tapi tidak di beri makan ,marah apa tidak ? " tanya Bapaknya
" Tentu saja marah, " jawab Gayatri
" Begitu juga dengan beliau. Saudara Bapak dulu pernah di ganggu oleh beliau, setiap pulang dari kota dia tidak pernah memberikan apapun kepada Penunggun Karang di rumahnya, padahal dia lagi membawa banyak makanan , lalu Penunggun Karang di depan rumahnya berubah wujud menjadi mahkluk yang sangat seram dan besar. Kemudian dia bicara kalau saudara Bapak tidak pernah ingat dengan beliau. Semenjak itu ,saudara Bapak jadi ingat dengan beliau, dan setiap pulang ke rumah dia tidak lupa berdoa. Dan ada lagi kejadian di ruko tetangga kita. Kebetulan yang menepati ruko itu adalah orang muslim , Selama tinggal di sana dia selalu bicara tidak sopan mengenai Penunggun Karang di depan rukonya , lalu malam-malam dia diganggu oleh sesosok yang bertubuh tinggi dan besar juga. Besoknya dia langsung minta maaf, dan setelah minta maaf dia tidak di ganggu sama sekali hingga sekarang," ucap Wayan Rasta
" Seram juga ya ,Pak." Jawab Gayatri
"Teman Ibu juga pernah mengalami. Waktu rumah teman Ibu dalam keadaan kosong, karena di tinggal pergi. Lantas rumahnya di jarah oleh maling. Beberapa barang berharganya hilang. Teman Ibu waktu itu sangat sedih. Lalu teman Ibu dengan putus asa secara khusyuk memohon di Penunggun Karang depan rumahnya agar barang-barang yang hilang bisa di temukan kembali. Keesokan harinya si pencuri datang mengembalikan barang-barang tersebut kepada pemiliknya. Tubuh pencuri itu gemetar dan dia langsung memohon maaf atas perbuatannya. Pencuri itu bilang kalau dia di cari oleh orang bertampang seram, kulit hitam, dan tubuhnya sangat tinggi besar. Mahkluk itu mengancam ingin membunuhnya," tutur Ibunya
" Jadi Gayatri harus selalu ingat dengan beliau. Kalau pergi jangan lupa untuk sembahyang di sana," kata Wayan Rasta.
" Iya ,Pak. " Sahut Gayatri.
__ADS_1
" Kalau begitu sekarang lebih baik Gayatri mandi dulu , biar tidak terlambat pergi ke Sekolah." Kata Luh Ani.
" Iya ,Bu ." Gayatri lalu menuju ke kamarnya