MELIK

MELIK
Leak Celepuk dan Leak Endihan


__ADS_3


Gandi dan Gayatri lalu mendekati sungai itu. I Bake yang mencium ada bau tubuh manusia dia langsung berubah manjadi sesosok dengan tubuh tinggi dan besar. Dia menatap Gayatri dengan wajah yang terlihat sangat marah. I Bake ingin menarik kaki Gayatri , namun dengan langkah yang cepat Gandi langsung melawannya, hingga I Bake bersembunyi di dalam air.


" Gayatri ,ayo kita pergi dari sini ! " ajak Gandi dengan langkah yang sangat cepat.


Gayatri hanya menuruti apapun yang Gandi ucapkan.


" Kamu memang hebat," puji Gayatri dan Gandi hanya membalas dengan senyuman .


Saat ini mereka memasuki sebuah hutan.Di dalam hutan terlihat sangat gelap karena pohon-pohon sangat lebat dan tajuknya menutupi lantai pohon.


" Gandi, di sini sangat gelap sekali," kata Gayatri sambil melihat ke arah Gandi


"Mungkin karena pohonnya sangat lebat, tapi kamu tidak usah takut karena aku pasti akan melindungimu.


Mereka terus berjalan, namun tidak jauh dari tempat mereka berdiri, mereka melihat seorang Nenek sedang berjalan mengitari sebuah sesajen.


Nenek itu terlihat bertelanjang dada, dengan rambut terurai serta menutupi punggungnya dengan kain hitam yang sangat panjang hingga terseret di tanah.


Gandi lalu mengajak Gayatri untuk bersembunyi di balik pohon.


" Sepertinya Nenek itu sedang melakukan ritual ilmu Leak ," ucap Gandi

__ADS_1


" Kenapa dia harus melakukannya disini ? " tanya Gayatri dengan bingung


" Mungkin menurut dia kalau tempat ini sangat aman , karena jarang ada orang yang memasuki hutan ini," jelas Gandi.


Mereka melihat dengan jelas kalau Nenek itu sedang berubah menjadi sesosok mahkluk tinggi hitam ,berbulu dan dengan kepala bulat yang besar.


Gandi dan Gayatri terus mengamati mahkluk itu, mahkluk itu tidak memiliki wajah, namun jika kepala mahkluk itu berputar maka barulah nampak wajah sebenarnya dari mahkluk itu. Dengan dua bola mata yang besar bersinar ,dan memiliki paruh. Mahkluk itu ternyata adalah sesosok Burung Hantu Raksasa atau di bali di kenal sebagai Leak Celepuk Ngekek.


Si Leak celepuk terlihat hanya memutar-mutar kepalanya, sambil mengangguk-ngangguk.


" Hii...hi...hi..." Si Leak berteriak lalu tertawa keras, terdengar sangat menakutkan. Dia lalu membentangkan sayapnya yang lebar dua kali dan setelah itu dia melesat ke angkasa lalu kemudian menghilang.


Saat Leak Celepuk menghilang muncul bola api di tempat si Leak Celepuk mengitari sesajen tadi. Bola api itu melayang-layang di udara .



" Gandi, coba lihat itu." Kata Gayatri sambil menunjuk


" Itu namanya Endihan, dan Endihan itu merupakan salah satu wujud Leak berupa bulatan api . Tingginya akan sesuai dengan ukuran manusia yang menekuni ilmu Leak. Bagi mereka yang tidak bisa melihat bola api tersebut, terutama orang-orang yang berdarah panas, sebaiknya menggunakan senteng atau secarik kain yang biasanya di gunakan untuk ikat pinggang oleh orang-orang tua ( Nenek ). Namun senteng ( selendang ) tersebut harus terbuat dari katun atau sutra tipis agar tembus pandang. Kemudian lakukan di saat senja hari kalau melihat bola api." Tutur Gandi sambil melihat bola api itu dalam jumlah banyak dan berwarna warni.


" Orang-orang yang berdarah panas yang kamu maksud apa seperti adikku ? Adikku tidak pernah melihat atau di ganggu mahkluk halus selama ini." Ucap Gayatri


" Ya betul, adikmu contohnya." Balas Gandi

__ADS_1


" Lalu bagaimana menggunakan selendang itu ? " tanya Gayatri


" Selendang itu di tempelkan di wajah, terutama di bagian mata untuk mengintip perwujudan Leak, tetapi ujung kain harus di pegang kedua tangan. Mengintip Leak Endihan ( bola api ) harus di lakukan dari jarak jauh atau di balik rerimbunan pohon agar tidak di ketahui atau di serang oleh pelaku. Namun ini tidak bisa di gunakan untuk melihat Leak berwujud monyet. Kalau ingin melihat Leak berwujud monyet caranya dengan bertelanjang bulat sambil menutup ubun-ubun dengan tangan." Terang Gandi menjelaskan.


" Gandi kamu tahu semua itu dari mana ? " tanya Gayatri merasa bingung karena Gandi tahu banyak tentang hal itu.


" Aku tahu dari Ibuku, Ibuku juga seorang manusia jadi dia tahu semuanya. " ungkap Gandi


30 menit kemudian terdengar suara kepakan sayap di sertai dengan angin kencang. Gandi dan Gayatri langsung melihat ke arah suara itu. Leak celepuk tadi telah kembali dan turun di tempat yang sama, seketika tubuh si Leak mengecil menjadi tubuh manusia. Sayapnya yang lebar perlahan berubah menjadi sebuah kain hitam yang panjang.


" Aku tahu siapa Nenek itu, dia adalah tetanggaku ," kata Gayatri sambil terus bersembunyi .


" Ssssttt..Diamlah dulu ," ucap Gandi sambil menempelkan jari telunjuknya di bibirnya.


Gayatri menuruti ucapan Gandi, Nenek itu sedang membersihkan tempat sesajennya dan setelah itu dia keluar dari hutan itu. Begitu juga dengan Leak Endihan ( bola api ) , dia langsung berubah wujud menjadi seorang Kakek-kakek. Si Kakek ini adalah suami dari si Nenek tadi. Kakek ini langsung keluar dari hutan menyusul Nenek yang tadi.


" Gandi, mereka berdua adalah tetanggaku. Namanya Kakek Narta dan Nenek Asih. Yang aku dengar dari Ibu dan Bapakku , semua anak-anaknya sudah meninggal. Dan meninggalnya juga secara tidak wajar. " Tutur Gayatri.


" Yang aku lihat melalui mata batinku, anak-anaknya dijadikan tumbal oleh mereka." Balas Gandi


" Kasihan juga anak-anaknya," gumam Gayatri


" Iya kamu benar, kalau begitu lebih baik kita lanjutkan perjalanan kita. Nanti keburu sore dan orang tuamu pasti cemas mencarimu," kata Gandi

__ADS_1


" Iya kamu benar," jawab Gayatri


Mereka lalu melanjutkan perjalanannya .


__ADS_2