
Rumah Kakek Surya
Hari ini Gayatri menginap di rumah Kakek dan Neneknya dari pihak Ibunya. Sedangkan orang tuanya tidak ikut menginap di sana.
" Nenek, lagi membuat apa ? " tanya Gayatri sambil melihat Neneknya di dapur lagi memasak
" Nenek lagi memasak ayam goreng, ayam kecap ,dan tumis kangkung untuk makan malam. Apa Gayatri suka ? " tanya Neneknya
" Suka Nek," jawab Gayatri sambil tersenyum.
" Gayatri,katanya waktu ini dapat menginap di rumah Kakek Danar dan Nenek Tari, apa itu benar ? " tanya Kakek Surya
" Benar Kek," sahut Gayatri
" Lalu bagaimana kabar Kakek Danar dan Nenek Tari ? Apakah keadaan mereka baik-baik saja ? " tanya Kakek Surya sambil menatap cucunya
"Mereka baik-baik saja Kek, tapi Kakek Danar selalu diam. Aku baru datang saja tidak di sapa, tapi kalau Nenek Tari yang menyuruh untuk mengajakku bicara dia baru mengajakku bicara," kata Gayatri
" Kok aneh, biasanya Pak Danar tidak seperti itu ," ucap Neneknya
" Apa Kakek Danar sering marah-marah pada Nenek Tari ? " tanya Kakek Surya
" Bukan Kakek Danar yang sering marah-marah, tapi Nenek Tari yang sering marah-marah pada Kakek Danar . Kadang kalau Kakek Danar belum menyapu ,Nenek pasti marah sama Kakek. Aku saja sampai kasihan pada Kakek. Apalagi waktu aku ingin kencing malam-malam, aku mencari Nenek ke kamarnya tapi dia tidak ada ,yang ada hanya Kakek Danar, lalu aku memanggil Kakek Danar karena ingin bertanya dimana letak kamar mandinya , tetapi Kakek Danar hanya diam saja, padahal dia sudah membuka mata. " Jawab Gayatri
" Hah," Kakek Surya tampak terkejut mendengar ucapan cucunya, karena yang dia tahu kalau Pak Danar tidak seperti itu.Kalau ada yang memanggilnya pasti dia akan cepat bangun.Dulu Pak Surya sendiri pernah bicara seperti itu padanya.
" Kok aneh, setahuku Pak Danar itu selalu marah - marah dengan istrinya," sahut Nenek Indri - istri Kakek Surya
__ADS_1
"Iya benar, Pak Danar selalu marah dengan istrinya karena istrinya sangat malas sekali. Setelah selesai memasak dia tidak pernah langsung mencuci alat-alat yang dia pakai untuk memasak. Pasti di biarkan begitu saja, dan sesudah makan juga dia tidak langsung mencuci piring, pasti di diamkan hingga besok, jadi wajar Pak Danar marah-marah, soalnya Pak Danar tidak suka rumahnya kotor." Balas Kakek Surya
" Yang aku tahu dari Luh Ani waktu dia tinggal di sana, Ibu mertuanya itu juga malas sekali sembahyang. " Tutur Nenek Indri
" Tapi kok sekarang Pak Danar jadi berubah begitu ya ?"tanya Kakek Surya pada istrinya
"Aku juga tidak mengerti," jawab Nenek Indri
" Gayatri, kamu bilang waktu ingin kencing Nenek tidak ada di kamarnya, lalu kemana Nenek Tari waktu itu ? " tanya Kakek Surya sambil menatap cucunya
" Nenek ada di depan rumah , dia sedang menari-nari di sana. Rupa Nenek mendadak jadi seram, rambutnya awut-awutan, dan juga sangat panjang hingga ke aspal. Nenek juga menggunakan kamben sampai di dada, dengan kamben lusuh di penuhi lumpur ,dan kakinya juga tidak menyentuh tanah. Waktu aku melihat Nenek, aku langsung mengajaknya bicara, tapi dia hanya diam saja. Wajahnya mirib seperti seorang Leak,"kata Gayatri
Mata Kakek dan Neneknya langsung terbelalak lebar mendengarnya
" Jangan-jangan dia belajar ilmu Leak," jawab Nenek Indri
"Mudah-mudahan ,Wayan Rasta segera mengetahuinya,"sahut Nenek Indri
○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○○
Jam 20 : 48
Kakek Surya malam ini akan pergi ke sawah untuk mengairi sawahnya dengan air irigasi.
" Kakek mau kemana ? " tanya Gayatri yang lagi bermain di temani oleh Neneknya.
" Kakek mau pergi ke sawah, mau mengairi sawah," ucap Kakek Surya
__ADS_1
" Kakek, aku ingin melihat Kakek mengairi sawah. Aku ikut ke sawah ya Kek ? " kata Gayatri sambil menatap Kakeknya
" Tapi ini sudah malam, nanti kamu mengantuk," terang Kakek Surya yang tidak ingin mengajak Gayatri
" Tapi aku sudah biasa tidur larut malam Kek, lagian besok aku juga libur. Aku ingin sekali melihat sawah," ujar Gayatri
" Ajak saja dia, kasihan. Lagian juga cuma sebentar. " Jawab Nenek Indri
" Ya sudah, kalau begitu pakai dulu jaketnya, biar tidak kedinginan." Jawab Kakek Surya yang juga sedang memakai jaket.
" Iya Kek," Jawab Gayatri yang langsung tersenyum dengan lebar.
Kakek Surya pergi ke sawah dengan naik sepeda ontel. Setelah sampai di sawah dia langsung mengairi sawahnya.
" Gayatri , apa Gayatri tidak takut ikut Kakek ke sawah malam-malam begini ?" tanya Kakek Surya pada cucunya itu.
" Tidak Kek, buat apa aku harus takut. Aku sudah biasa melihat hal yang aneh-aneh,"
" Memangnya Gayatri pernah melihat apa saja ? " Kakek Surya bertanya karena mengira kalau Gayatri hanya asal bicara saja.
" Macam-macam Kek, aku pernah melihat Leak Celepuk, Leak Endihan, Leak Monyet, Leak Nenek- nenek terbang, dan aku juga pernah di cari sama dua sosok Rangda. Dan masih banyak lagi Kek, "
Mata Kakek Surya langsung membulat mendengar ucapan cucunya.
" Pasti mereka mencari Gayatri karena menginginkan cucuku ini," pikir Kakek Surya
" Gayatri, kamu harus hati-hati pada mereka ya ? " ujar Kakek Surya sambil mengusap rambut cucunya
__ADS_1
" Iya Kek, Ibu juga pernah bilang begitu padaku," jawab Gayatri sambil tersenyum