MELIK

MELIK
Kakek dan Nenek Gandi


__ADS_3

Beberapa menit kemudian mereka telah keluar dari hutan itu,dan sekarang mereka telah sampai di sebuah Desa tempat Ibu Gandi lahir.


" Gandi,siapa nama Kakek dan Nenekmu ? " tanya Gayatri


" Namanya Nenek Ratih dan Kakek Parjo. Ibuku bilang kalau rumahnya tidak jauh dari hutan ini." Ucap Gandi


" Tapi yang rumahnya dekat dengan hutan cuma ada satu. Apa itu rumahnya ? " tanya Gayatri sambil menunjuk pada sebuah rumah yang ada di depannya.


" Kalau begitu ,ayo kita coba kesana ! " kata Gandi sambil menatap rumah itu


" Baiklah," sahut Gayatri yang kemudian berjalan menuju ke rumah itu di ikuti oleh Gandi.


Setelah sampai di depan rumah itu, Gayatri mengetuk pintu sambil mengucapkan salam.


" Tok...tok...tok...Om swastyastu,"ucap Gayatri


" Om swastyastu , " balas seorang wanita tua sambil membuka pintu.


Nenek itu menatap Gayatri begitu lama.


"Kamu siapa nak ? " tanya Nenek itu sambil menatap Gayatri


" Perkenalkan nama saya Gayatri Nek , saya kemari ingin bertanya pada Nenek." Kata Gayatri


" Bertanya mengenai apa Nak ? Dan dimana kedua orang tuamu ? Kenapa mereka begitu tega membiarkan putrinya sendirian ? " tanya Nenek itu


" Saya kemari tanpa sepengetahuan orang tua saya Nek, dan saya kesini ingin mencari rumah Nenek Ratih dan Kakek Parjo . Apa Nenek tahu dimana rumah mereka ? " tanya Gayatri sambil menatap Nenek itu.


Nenek itu tersenyum menatap Gayatri.

__ADS_1


" Saya sendiri yang namanya Nenek Ratih. Ayo , mari masuk ke dalam ! " ucap Nenek Ratih


Di dalam rumah Nenek Ratih ada suaminya yang lagi duduk.


" Siapa anak gadis ini ?" Tanya suaminya sambil menatap Gayatri begitu lama.


" Aku juga tidak tahu dia siapa, tapi dia kemari mencari kita. " Jawab Nenek Ratih pada suaminya.


Suaminya menatap Gayatri dengan tatapan yang bingung.


" Ayo ,silahkan duduk ! " kata Kakek Parjo pada Gayatri


" Terimakasih, " sahut Gayatri sambil tersenyum.


" Kenapa kamu ingin bertemu dengan kami ?" tanya Kakek Parjo


" Iya Nak, kenapa kamu ingin bertemu dengan kami ? Kamu juga kemari sendirian. Kamu adalah gadis pemberani," ucap Nenek Ratih.


Nenek Ratih dan Kakek Parjo mengerutkan alisnya. Mereka tampak bingung dengan ucapan Gayatri.


" Maaf Nak, sepertinya kamu salah orang. Kami tidak memiliki seorang cucu. Anak pertama kami meninggal saat berusia 8 bulan, dia meninggal karena di makan oleh Leak . Paginya kami melihat banyak sekali ada bekas gigitan Leak di tubuh anak pertama kami. Lalu anak kedua kami meninggal saat berusia 20 tahun. Dia meninggal karena tenggelam di pantai, dan jasadnya sampai sekarang tidak kami temukan," tutur Nenek Ratih sambil meneteskan air mata.


"Iya nak, dan sekarang kami hanya tinggal berdua saja di sini. Sepertinya kamu salah orang , dan lebih baik kamu pulang . Orang tuamu nanti khawatir mencarimu,"balas Kakek Parjo


Gandi yang mendengar cerita dari Neneknya langsung meneteskan air mata. Dia merasa kasihan dengan Kakek dan Neneknya.


" Apa putri kedua Nenek bernama Kadek Ayu ? " tanya Gayatri sambil menatap mereka.


Kakek Parjo dan Nenek Ratih tampak terkejut mendengarnya. Matanya juga terbelalak lebar sambil menatap Gayatri. Setelah itu Kakek Parjo menatap istrinya.

__ADS_1


"Darimana kamu bisa tahu nama putri kedua kami ? " tanya Nenek Ratih dengan bingung.


" Iya Nak, kenapa kamu bisa tahu nama putri kedua kami ? Sedangkan kami dari tadi tidak dapat menyebut nama putri kami,"ujar Kakek Parjo


" Aku tahu dari cucu kalian, sebenarnya putri kedua Nenek dan Kakek tidak meninggal. Saat tenggelam ,dia di selamatkan oleh Raja Wong Samar( Raja Jin ) . Raja Wong Samar( Raja Jin ) merawat putri Nenek selama 1 bulan lebih di kerajaannya. Setelah putri Nenek sembuh dia jatuh cinta dengan Raja Wong Samar (Raja Jin) ,dan begitu juga dengan Raja Wong Samar( Raja Jin ) ,dia juga jatuh cinta dengan putri Kakek dan Nenek. Sebenarnya dia ingin sekali menemui kalian, tapi Raja Wong Samar( Raja Jin ) tidak pernah mengizinkannya. Raja Wong Samar takut kalau nanti istrinya tidak kembali ke bangsanya. Kalau putri kalian tetap memaksa ingin bertemu dengan orang tuanya , maka Raja Wong Samar tidak akan mengizinkan putri kalian bertemu dengan putranya." Tutur Gayatri


Mereka semakin terkejut mendengar ucapan Gayatri.


" Nak, apakah kamu bicara jujur ? " tanya Kakek Parjo


Nenek Ratih langsung menangis mendengar semuanya.


" Iya Kek, aku bicara jujur. Dan ini adalah gelang milik putri Kakek. Dia memberikan ini karena merasa takut kalau kalian tidak percaya ucapanku ," terang Gayatri sambil memberikan gelang emas pada mereka.


Mereka mengambil gelang itu sambil menangis.


" Kamu bilang ,kalau kamu kesini bersama cucu kami. Lalu sekarang dia ada di mana ? " tanya Nenek Ratih dengan wajah penasaran.


Gayatri ingin meneteskan air mata karena merasa terharu melihat semuanya.


" Dia sekarang sedang menangis di samping saya Nek, kalau kalian ingin melihatnya, maka kalian harus membuka mata batin kalian," terang Gayatri


" Bagaimana caranya agar kami bisa membuka mata batin kami ? " tanya mereka


" Nanti Gandi yang akan membantu untuk membuka mata batin kalian," kata Gayatri sambil menatap Gandi


" Apa cucu kami namanya Gandi ? " tanya Kakek Parjo


"Iya Kek,dan sekarang dia ada di samping saya. Dia sekarang ini masih menangis karena merasa kasihan kepada kalian," terang Gayatri.

__ADS_1


"Kalau begitu kami setuju membuka mata batin kami, " ucap Kakek Parjo sambil menatap Gayatri


" Iya Nak, kami setuju membuka mata batin kami,karena kami ingin sekali melihat cucu kami," ucap Nenek Ratih


__ADS_2