MELIK

MELIK
Berduka


__ADS_3

Wayan Rasta yang mendengar cerita Luh Ani matanya langsung membulat lebar karena begitu terkejut.


" Aku juga tadi bermimpi buruk ," ucap Wayan Rasta


" Mimpi apa Pak ? " tanya Luh Ani dengan alis mata terangkat.


Wayan Rasta lalu menceritakan mimpinya pada istrinya.


" Mudah-mudahan itu cuma mimpi saja Pak, aku takut terjadi sesuatu dengan Gayatri. " Terang istrinya sambil meneteskan air mata.


" Kalau begitu Ibu tunggu disini, aku akan melihat Gayatri ke kamarnya, " kata Wayan Rasta yang langsung keluar dari kamarnya dan kemudian menuju ke kamar Gayatri.


Wayan Rasta membuka pintu kamar Gayatri,tapi dia hanya menengok dari balik pintu saja. Dia mengira Gayatri hanya tidur saja, dia tidak menyadari kalau putrinya sudah tiada. Karena Wayan Rasta tidak memiliki kelebihan apapun , jadi dia tidak bisa melihat keberadaan Gandi di sana. Gandi yang melihat Wayan Rasta ,dia langsung ingin menghampiri Bapak Gayatri , namun dia menghentikan niatnya setelah sadar kalau Wayan Rasta tidak bisa melihat dirinya.


" Bapaknya Gayatri pasti tidak bisa melihatku, kalau seperti ini bagaimana caranya aku memberitahu orang tua Gayatri ? " pikir Gandi merasa bingung. " Aku juga tidak bisa meninggalkan tubuh Gayatri, kalau aku meninggalkan tubuh Gayatri maka para Leak, bangsa Wong Samar( bangsa Jin ), dan makhluk halus lainnya pasti akan langsung kemari dan memakan tubuh Gayatri . Walaupun aku juga bangsa Wong Samar( bangsa Jin ) , tapi aku sangat menyayangi Gayatri. Aku tidak mungkin menyakitinya." Kata Gandi sambil menatap tubuh Gayatri .


Gandi melindungi tubuh Gayatri dengan kekuatannya. Kalau tubuh Gayatri tidak di lindungi,maka para Leak dan yang lainnya pasti akan mencium jenazah Gayatri.


" Gayatri, bangunlah ! Hanya kamu sahabat yang aku miliki, tapi kamu malah meninggalkanku. Ini salahku, harusnya aku menjagamu, tapi aku malah sibuk menyelidiki Nenekmu. " Kata Gandi yang menangis terisak-isak.


Wayan Rasta yang mengira kalau Gayatri sedang tidur nyenyak, dia langsung kembali ke kamarnya.


" Gayatri sedang tidur dengan nyenyak, Bapak tadi sudah melihat ke kamarnya . Lebih baik kita lanjutkan tidurnya, " ucap Wayan Rasta pada Luh Ani


"Syukurlah kalau begitu Pak,mungkin itu hanya mimpi saja . " Sahut Luh Ani sambil merebahkan tubuhnya lagi di samping putri keduanya.


Luh Ani dan Wayan Rasta lalu tidur lagi. Namun tiba-tiba mereka bermimpi lagi , dan saat ini mimpi mereka sama.


" Bapak , Ibu , tolong saya ! " ucap Gayatri di dalam mimpinya itu sambil menangis


"Ada apa Nak ? Kenapa kamu menangis ? " tanya Luh Ani menatap Gayatri


" Iya Nak, kamu kenapa ? Ayo cerita pada kami." Balas Wayan Rasta.


" Aku tidak ingin berpisah dengan kalian." Jawab Gayatri sambil menangis

__ADS_1


" Tidak akan ada yang berani memisahkan kita ,jadi kamu tidak usah takut," ucap Luh Ani sambil mengusap rambut Gayatri dengan lembut.


Tiba- tiba gelas yang ada di samping tempat tidurnya terjatuh hingga mereka terbangun.


Luh Ani dan Wayan Rasta langsung terbangun . Mereka begitu terkejut melihat gelasnya yang sudah pecah.


" Kenapa gelasnya bisa jatuh ya Pak ? " tanya Luh Ani dengan wajah yang terlihat bingung.


"Iya Bu, Bapak juga bingung ," balas Wayan Rasta.


" Tadi aku bermimpi buruk lagi , dan sekarang tentang Gayatri juga." Kata Luh Ani dengan wajah yang terlihat cemas


" Aku juga bermimpi tentang Gayatri Bu, " sahut Wayan Rasta


Mereka lalu menceritakan mimpi mereka masing-masing


" Firasatku jadi tidak enak Pak," ujar Luh Ani


"Mungkin itu hanya mimpi saja Bu, " balas Wayan Rasta menghibur istrinya.


Wayan Rasta sebenarnya memiliki firasat yang sama dengan istrinya, tapi dia tidak ingin istrinya terlalu khawatir.


Wayan Rasta juga mengikuti istrinya menuju ke kamar Gayatri.


Setelah sampai didepan pintu kamar Gayatri, mereka langsung masuk dan mendekati putrinya.


Gandi yang melihat kehadiran orang tua Gayatri hanya bisa melihat mereka saja. Gandi tidak berniat meninggalkan Gayatri walaupun orang tuanya sudah tahu keadaan putrinya. Dia ingin menjaga Gayatri hingga upacara kematiannya selesai.


"Lihatlah Pak , putri kita ternyata tidur sangat nyenyak. "Ucap Luh Ani sambil tersenyum. Dia mengusap rambut putrinya dengan lembut.


Wayan Rasta menatap dada putrinya,dia melihat tidak ada pergerakan naik turun pada dada putrinya itu.


Setelah itu dia mendekatkan jari-jari tangannya ke hidung putrinya. Mata Wayan Rasta langsung terbelalak lebar saat mengetahui tidak ada hembusan nafas di hidung putrinya itu.


" Bu, Gayatri tidak bernafas. Dia sudah meninggal," ucap Wayan Rasta dengan mata berkaca-kaca.

__ADS_1


"Jangan bercanda dong Pak,Gayatri sedang tidur. Kalau Bapak tidak percaya,biar aku yang akan membangunkannya," kata Luh Ani sambil duduk di pinggir tempat tidur Gayatri.


"Gayatri,bangun nak ! " ucap Luh Ani sambil menggoyang-goyangkan jenazah putrinya itu.


"Sepertinya Gayatri sangat mengantuk Pak ,biar Ibu coba lagi." Ujar Luh Ani lagi dengan wajah yang terlihat cemas,takut,dan jantung berdebar.


"Bu, Gayatri sudah meninggal Bu." Kata Wayan Rasta dengan wajah yang sedih.


"Tidak Pak,Gayatri lagi tidur," balas Luh Ani dengan marah. "Gayatri bangun nak,"teriak Luh Ani sambil memeluk jenazah putrinya.


Saat menyadari kalau putrinya sudah tidak bernafas,tubuh Luh Ani langsung lemas. Dia langsung menangis meraung-raung sambil memeluk dengan erat jenazah putrinya.


"Gayatri, bangun nak ! Kenapa kamu meninggalkan kami secepat ini." Teriak Luh Ani sambil terus menangis.


Tubuh Luh Ani mendadak jadi lemas , dan setelah itu dia pingsan.


Gandi yang masih berada di sana tiba-tiba melihat roh Gayatri yang berdiri tidak jauh dengannya.


Gandi langsung menghampiri Gayatri.


"Gayatri , apa yang sebenarnya terjadi hingga kamu jadi seperti ini ? " tanya Gandi


" Aku juga bingung dengan semua ini. Sebenarnya siapa yang di tangisi oleh orang tuaku ? Kenapa gadis itu berada di kamarku ? " tanya Gayatri yang belum mengingat semuanya. Jenazah itu juga sudah di tutup dengan selimut oleh Wayan Rasta , jadi Gayatri belum sadar kalau itu adalah jenazah dirinya sendiri.


" Jadi kamu tidak tahu siapa orang yang ada di tempat tidurmu ? " tanya Gandi dengan alis mata terangkat


" Tidak," jawab Gayatri sambil menggelengkan kepalnya. "Ketika aku membuka mata, aku sudah ada di perempatan jalan. Aku sendiri juga tidak mengerti kenapa aku bisa ada di sana. Lalu setelah itu aku langsung pulang." Jawab Gayatri


Gayatri lalu mendekati Bapaknya yang lagi membangunkan Ibunya.


"Bapak, Apa yang terjadi dengan Ibu? " tanya Gayatri sambil berdiri di depan Bapaknya.


"Bapak , Apa Ibu sakit ? " tanya Gayatri lagi.


" Kenapa Bapak diam saja ? Apa Bapak lagi marah padaku," pikir Gayatri dengan perasaan bingung

__ADS_1


" Ibu,bangun Bu ," ucap Gayatri yang ingin membantu Bapaknya untuk membangunkan Ibunya.


"Gayatri, mereka tidak akan bisa mendengar ucapanmu ." Kata Gandi menunduk


__ADS_2