
Beberapa tahun kemudian...
Saat ini Gayatri telah duduk di bangku kelas 3 SMP . Dia juga sampai saat ini masih berteman dengan Gandi.
"Gandi ,aku akan pergi ke rumah Kakek dan Nenekku, apa kamu akan ikut kesana ? " tanya Gayatri sambil memasukkan beberapa pakaian ganti ke dalam tasnya.
" Tentu dong, kalau aku tidak ikut lalu aku nanti bermain dengan siapa ? " ujar Gandi
" Iya juga sih, kalau kamu tidak ikut pasti kamu akan sendirian di sini,"balas Gayatri
" Kalau Gandi ingin ikut ajak saja dia. Kalau tidak ikut pasti dia akan sendirian di sini apalagi kami tidak bisa melihat Gandi," jawab Luh Ani pada Gayatri.
" Ya ,Bu. Gandi katanya ingin ikut," sahut Gayatri sambil tersenyum.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
1 jam kemudian Gayatri telah sampai di depan rumah Kakek dan Neneknya di antar oleh Bapaknya
" Tok...tok...tok...om swastyastu ,"ucap Wayan Rasta dan Gayatri bersamaan
" Om swastyastu, " balas Kakeknya sambil membuka pintu.
" Wah, ternyata cucu Kakek yang datang. Ayo ,masuk ke dalam ! "Balas Kakek Surya sambil mengajak Gayatri masuk
Wayan Rasta mengobrol dengan Kakek Surya sedangkan Gayatri mencari Neneknya di dapur.
" Nenek lagi buat apa ? Baunya tercium sampai di luar," ucap Gayatri sambil mendekati Neneknya
" Cucu Nenek yang paling cantik ternyata datang kemari. Nenek lagi memasak cumi. Apa Gayatri suka cumi ?" tanya Neneknya sambil mengaduk-ngaduk cumi yang hampir matang.
" Suka banget Nek , aku paling suka sama cumi. " Balas Gayatri sambil membantu Neneknya.
" Pak, aku langsung pulang saja ya ? Di rumah masih ada pekerjaan," ucap Wayan Rasta berpamitan
" Apa tidak mau makan dulu ? " tanya Bapak mertuanya
__ADS_1
" Tidak usah ,Pak. Luh Ani pasti sudah memasak,"
" Ya sudah, kalau begitu hati-hati di jalan." Sahut Bapak mertuanya
" Ya ,Pak. Om shanti shanti shanti om," ucap Wayan Rasta
"Om shanti shanti shanti om," balas Bapak mertuanya.
Setelah Wayan Rasta pergi, Kakek Surya mengajak Gayatri makan bersama.
" Gayatri, apa Gandi ada di sini ? Kalau dia ada di sini , ajak dia makan bersama-sama." Kata Neneknya.
" Iya ,Nek." Balas Gayatri yang langsung membangunkan Gandi yang sedang tidur.
" Gayatri, nanti malam Kakek mau mencari belut sambil mengairi sawah, apakah Gayatri mau ikut ? " tanya Kakeknya sambil menatap cucunya yang lagi makan.
" Iya Kek ,aku mau ikut. Pasti akan sangat seru," jawab Gayatri sambil tersenyum lebar
Selesai makan Gayatri langsung membantu Neneknya mencuci piring , dan setelah selesai mencuci piring dia pergi ke kamarnya.
"Selamat sore Gayatri cantik," ucap Lio sambil tersenyum pada Gayatri
" Buat apa kamu kemari ? Lebih baik kamu pergi dari sini," usir Gandi dengan wajah yang sudah terlihat marah
" Seharusnya kamu yang pergi, kamu setiap hari selalu berada di dunia manusia , apa kamu tidak kasihan pada Ibunda ? " tanya Lio
" Cih, tidak usah sok peduli. Kamu sengaja mengusirku supaya bisa mengganggu Gayatri dan mencari kelemahannya kan ? " tuduh Gandi
" Aku tidak ada niat seperti itu, aku hanya ingin berteman dengan Gayatri," sanggah Lio berbohong
Gayatri langsung berdiri di belakang Gandi. Gayatri tidak pernah menyukai sifat Lio , karena dia selalu mengganggunya selama ini.
" Lebih baik kamu pergi, kamu hanya baik di depanku saja , tetapi kalau dibelakangku kamu langsung berubah menjadi jahat ," ucap Gayatri yang merasa sangat kesal pada Lio
Lio langsung pergi dengan wajah yang terlihat sangat marah.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malamnya Kakek Surya ,Gandi dan Gayatri berangkat ke sawah mencari belut di sawah. Mereka pergi dengan berbekal alat pancing sederhana, sebuah dungki ( tempat ikan) dan hanya menggunakan obor sebagai pencahayaan.
Setelah beberapa jam menyelusuri sawah, dungki mereka sudah di penuhi belut. Dan lalu mereka memutuskan untuk pulang. Sawah tersebut memang sangatlah luas , jadi mereka harus berjalan cukup lama untuk menuju jalan utama.
Dalam perjalanan,dungki Kakek Surya yang awalnya terasa berat tiba-tiba menjadi ringan, seperti sudah kosong.
" Ada apa Kek ? Kok tiba-tiba berhenti ?" tanya Gayatri bingung
" Kakek merasakan dungkinya menjadi ringan, seperti ada yang janggal." Jawab Kakek Surya yang terlihat bingung sendiri
"Masak sih ,Kek ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.
Tidak berselang lama, terdengar suara seperti hentakan kaki di belakang mereka.
" tug...tug...tug..."
Awalnya terdengar jauh, lalu suaranya semakin dekat seperti sedang mengikuti.
" Yang mengikuti kalian adalah Katugtug ( hantu kaki di sawah ) dan ini adalah kerjaan Lio. Kalian tidak usah menoleh ke belakang dan biarkan saja dia mengikuti." Bisik Gandi.
Gayatri lalu berbisik dengan Kakeknya.
" Kek, Gandi bilang itu adalah Katugtug ( hantu kaki di sawah ) ," bisik Gayatri
Kakeknya langsung menganggukkan kepalanya.
Mereka lalu melanjutkan perjalanannya dan pura-pura tidak mendengar apa-apa.
Namun semakin lama suara itu semakin keras terdengar, dan tidak kunjung berhenti . Karena merasa penasaran, Kakek surya lalu memutuskan untuk menoleh ke belakang dan mengarahkan obor ke arah suara itu. Dia pun sangat terkejut melihat yang ada di belakangnya.
Nampaklah dengan jelas bahwa yang mengikutinya adalah sosok potongan kaki manusia ( dari paha hingga telapak ) yang membusuk. Tingginya setara dengan pria dewasa. Di panggal pahanya terdapat wajah menyeramkan dengan lidah menjulur.
__ADS_1
Hantu itu berjalan dengan meloncat-loncat sehingga menimbulkan suara. Gandi lalu mengusir hantu itu , hingga dia pergi.