
"Bu, aku sudah mencari pinjaman kemana-mana , tetapi tidak ada yang mau meminjamkan uang untuk kita," tutur Wayan Rasta dengan raut wajah yang terlihat sedih
" Lalu sekarang kita harus bagaimana , Pak ? Aku takut kehilangan Gayatri , " terang Luh Ani
" Nanti aku akan coba bertanya dengan Jro Balian( dukun) mengenai masalah ini." Kata Wayan Rasta
" Memangnya Bapak mau bertanya apa ? " tanya istrinya dengan wajah yang terlihat penasaran.
" Aku ingin bertanya apakah Gayatri boleh untuk tidak melakukan penebusan banten bulan depan . Kalau Jro Balian ( dukun ) bilang boleh ,maka aku akan melanjutkan upacaranya tahun depan ," ujar Wayan Rasta
" Kalau begitu cobalah bertanya , agar kita bisa tenang sedikit,Pak." Ucap Luh Ani.
"Iya ,Bu.Nanti aku yang akan bertanya kesana, sekarang aku pergi ke kebun dulu," sahut Wayan Rasta
" Iya ,Pak." Jawab Luh Ani sambil melihat suaminya yang sudah berjalan menuju ke pintu utama.
2 jam kemudian Gayatri pulang dari Sekolah.
Setelah selesai sarapan ,Gayatri langsung menghampiri Ibunya sambil membawa buku.
" Ibu , bolehkan aku bertanya sesuatu?" tanya Gayatri
"Ya boleh, memangnya Gayatri mau bertanya apa ? " tanya Luh Ani
" Ibu, kenapa umat Hindu seperti kita sembahyang memakai bunga ?" tanya Gayatri sambil menatap Ibunya
" Karena bunga adalah simbol cinta kita kehadapan Tuhan. Apakah itu tugas dari Sekolah ? " tanya Luh Ani pada putrinya
" Iya Bu," Sahut Gayatri sambil menatap bukunya. "Lalu kenapa kita sembahyang memakai dupa ?"tanya Gayatri sambil menatap Ibunya lagi
"Dupa adalah sarana harum-haruman yang di bakar dengan tujuan sebagai perantara kita sebagai pemuja untuk Tuhan,pengusir roh jahat, dan sebagai saksi dalam pelaksanaan upacara keagamaan," terang Ibunya
__ADS_1
" Kalau Tirtha ( air suci ), Bu ? Kenapa kita memakai Tirta( air suci ) saat sembahyang ? "
"Tirta( air suci ) berasal dari bahasa sansekerta TIRTHA yang artinya kesucian atau setitik air suci. Tirtha( air suci ) berfungsi untuk membersihkan diri,dan pikiran yang di buat khusus berlandaskan kepercayaan sehingga akan memiliki kekuatan magis,"
" Kalau Bija ( beras yang ada di kening ) , Bu ? Kenapa kita harus memakai Bija di kening ? " tanya Gayatri lagi
"Di dalam bahasa sansekerta Bija di sebut Gandaksata yang berasal dari kata ganda dan aksata yang artinya biji padi-padian yang utuh serta berbau wangi.Bija biasanya di buat dari biji beras yang di cuci bersih dengan air cendana. Bija sebagai sarana persembahyangan yang melambangkan benih suci dari Tuhan. Pengamplikasian Bija umumnya pada 3 tempat ,yaitu Bija di letakkan di antara kedua kening, dengan harapan mampu menumbuhkan sinar-sinar kebijaksanaan. Bija di tengah-tengah dada, sebagai simbol penyucian serta kebahagian. Bija yang di telan, adalah sebagai simbol kesucian rohani dengan harapan memperoleh kesempurnaan hidup," terang Luh Ani yang bicara sambil membuat canang
Gayatri langsung menulis apa yang Ibunya jelaskan
"Apakah masih ada pertanyaan lagi ? " tanya Luh Ani sambil menatap Gayatri yang sedang menulis
" Tidak ,Bu. Tugasku akhirnya sudah selesai," jawab Gayatri sambil tersenyum lebar.
" Tapi apakah kamu sudah mengerti dengan apa yang Ibu katakan ? "
" Tenang saja Bu, aku sudah mengerti kok ,dan aku juga bisa menjelaskan semuanya tanpa membawa buku ini." Kata Gayatri
★★★★★★★★★★★★★★★★★★★★
Di rumah Ibu Tari.
" Tok...tok...tok..." suara ketukan pintu yang terdengar sangat keras membuat Ibu Tari langsung terbangun dari tidur siangnya
"Ibu...Ibu...Ibu..." teriak Ketut Erni - adik perempuan Wayan Rasta
Ibu Tari langsung membuka pintu rumahnya. Dia menatap anak perempuannya yang sudah berdiri di depan pintu
"Erni, sudah Ibu katakan berkali-kali agar selalu mengucapkan salam , tetapi kamu dari dulu tidak pernah mengucapkan salam," kata Ibu Tari dengan sangat marah
" Maaf Bu, aku lupa ." Balas Ketut Erni yang langsung masuk ke dalam
__ADS_1
"Kenapa kamu datang sendirian ? Suamimu di mana ? " tanya Ibu Tari sambil duduk di samping putrinya.
" Suamiku tidak pulang-pulang ,Bu ." Jawab Ketut Erni sambil menangis
Ketut Erni adalah anak perempuan Ibu Tari satu-satunya. Dari dulu Ibu Tari sangat menyayangi putrinya itu. Apapun yang di minta oleh putrinya pasti dia turuti,dan bahkan hingga sekarang putrinya itu tidak bisa memasak. Setiap hari Ketut Erni hanya bisa membeli makanan ,dan kalau hari raya dia akan menyuruh Ibu Tari untuk membuatkan makanan dan setelah itu dia akan membawa makanan tersebut ke rumah suaminya. Karena terlalu di manja putrinya itu menjadi gadis yang sangat manja. Ketut Erni juga seorang wanita yang tidak suka memiliki seorang anak. Dulu Ketut Erni pernah hamil ,tetapi dia sengaja menggugurkan kandungannya hingga rahimnya terpaksa harus di angkat.
" Sebenarnya apa yang terjadi ? Kenapa kamu malah menangis ? Dan kenapa suamimu tidak pulang-pulang ?" tanya Ibunya dengan alis mata terangkat.
Ketut Erni tidak menjawab pertanyaan Ibunya, dia terus saja menangis.
" Erni , cepat katakan pada Ibu , sebenarnya apa yang terjadi ? Apa suamimu sudah menyakitimu ? " teriak Ibu Tari
" Ibu, suamiku selingkuh." Kata Ketut Erni sambil menangis terisak-isak.
" Apa ? " teriak Ibu Tari dengan mata membulat dan lebar karena begitu terkejut mendengar ucapan putrinya
" Iya ,Bu. Suamiku selingkuh," ucap Ketut Erni lagi
" Kurang ajar sekali suamimu itu, berani sekali dia melakukan ini kepadamu. Kalau seperti ini lebih baik kamu cerai dengan dia." Terang Ibu Tari dengan wajah berapi-api
" Tapi aku tidak mau cerai dengan dia ,Bu. Aku sangat mencintainya. Dari pada aku bercerai dengan dia lebih baik aku mati saja," ancam Ketut Erni sambil menatap Ibunya.
" Jangan bodoh Erni, buat apa kamu melakukan itu ? Suamimu saja sudah selingkuh,"
" Tapi aku serius ,Bu. Aku tidak mau bercerai dengannya," teriak Ketut Erni
" Baiklah kalau begitu, sepertinya Ibu punya solusinya," balas Ibu Tari.
" Apa solusinya ,Bu ? " tanya Ketut Erni yang begitu penasaran
" Lebih baik kamu belajar Ilmu Penangkeb seperti Ibu," kata Ibu Tari sambil menatap putrinya
__ADS_1
" Apa ? " Ketut Erni berteriak sangat keras karena begitu terkejut dengan ucapan Ibunya