
Malam ini Wayan Rasta mengairi sawah mertuanya. Suasana di jalan tersebut begitu sepi karena tengah malam, dan di tambah lagi lampu penerangan jalan sangat minim , sehingga membuat suasana ruas jalan tersebut menjadi gelap gulita.
Saat melintas di tempat yang agak sepi , tiba-tiba dia di kejutkan dengan sesosok orang yang berkelebat dan berhenti di tengah jalan seperti menunggu Wayan Rasta.
Wayan Rasta pun menghentikan motornya. Sosok itu belum jelas rupanya dan dia ingin memastikan siapa yang berdiri di jalan tersebut.
Tiba-tiba muncul segerombolan anjing yang menggonggong mengitari Wayan Rasta.
"Kongggg...konggg..kooonggg ...auuww,"
Wayan Rasta tidak beranjak dari tempatnya. Dalam kegelapan malam dan ramainya gonggongan anjing , Wayan Rasta menyorotkan lampu motornya ke arah sosok yang berdiri di depannya. Alangkah terkejutnya Wayan Rasta ketika yang di sorotnya tersebut adalah sesosok kera yang sangat besar.
Kera itu seukuran pria dewasa dan berdiri tegak layaknya manusia dan dengan ekor yang sangat panjang.
Si kera tersenyum lebar , matanya melotot dan gigi-giginya tajam menyeringai. Menyaksikan sosok tersebut , Wayan Rasta segera menancap gas motornya menerjang kegelapan malam. Tidak peduli siapa di depan , entah sosok kera raksasa tersebut mengejar atau tidak. Dengan nafas ngos-ngosan akhirnya dia sampai di rumah mertuanya.
Dia pun teringat bahwa saat ini adalah hari Kajeng Kliwon Enyitan.
Semenjak Gayatri tidak makan daging, semua mahkluk halus dan para Leak tidak berani menyentuh Gayatri.
" Selamat tidur ,Gandi . Semoga kamu mimpi indah,"ucap Gayatri sambil tersenyum ke arah Gandi.
" Selamat tidur juga, Gayatri," balas Gandi sambil mengacak-ngacak rambut Gayatri
Mereka lalu tidur di tempat tidur yang sama. Tiba-tiba Gayatri bermimpi yang aneh. Dia bermimpi ada orang yang menanam sesuatu di pintu keluar masuk rumahnya. Dia juga melihat Ibu ,Bapak dan adiknya sedang terlentang tidak berdaya di lantai.
" Bapak , bangun Pak !"
" Ibu , kenapa Ibu tidur di sini ? Ayo bangun ,Bu ! " teriak Gayatri seraya meneteskan air matanya.
"Rara, kenapa tubuhmu dingin sekali ? Ayo bangun dik ! " ucap Gayatri yang masih berada di dalam mimpinya.
" Bapak , Ibu, kenapa dengan kalian ? Jangan tinggalkan aku sendiri di sini. Jangan tinggalkan aku," racau gadis itu sembari terisak-isak tanpa mengeluarkan air mata. Hanya bibirnya saja yang mengeluarkan tangisan.
Gandi sudah terbangun karena mendengar suara Gayatri, dia lalu mendekati Gayatri.
" Gayatri , bangun Gayatri," ucap Gandi sambil mengusap wajah gadis itu.
Gayatri terbangun dari tidurnya dengan nafas ngos-ngosan. Dia menggigit bibir bawahnya . Wajahnya penuh dengan kecemasan.
__ADS_1
" Gayatri , ada apa ? Apa kamu mimpi buruk lagi ? " tanya Gandi dengan alis mata terangkat.
" Iya benar . Aku mimpi buruk lagi dan mimpi itu lebih buruk dari yang kemarin. Aku takut mimpi itu jadi kenyataan," ucap Gayatri yang sudah meneteskan air matanya. Dia tidak ingin keluarganya seperti di dalam mimpinya itu.
" Memangnya kamu mimpi apa ?
" Aku bermimpi ada seseorang yang sedang menanam sesuatu di pintu keluar masuk rumahku . Setelah itu aku lihat Bapak , Ibu dan Rara sedang terlentang tidak berdaya di lantai. Aku sudah berusaha membangunkan mereka tapi mereka tidak bangun - bangun. Kira - kira apa arti dari mimpi itu ? " tanya Gagatri terlihat begitu cemas.
" Mimpimu itu bertanda buruk. Sepertinya ada yang ingin menanam sesuatu di rumahmu. "Ungkap Gandi
" Menanam sesuatu ? Kira-kira siapa yang ingin melakukan semua itu ? " ucap Gayatri dengan alisnya yang menekan bawah matanya .
" Aku juga tidak tahu siapa yang ingin melakukan hal itu. Tapi aku bisa menyelidiki semuanya," terang Gandi
"Apa jangan-jangan Nenek Tari yang ingin melakukan semua itu ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.
" Sepertinya begitu. Mungkin karena kemarin rencananya gagal lalu dia tidak bisa menerima semua itu," jawab Gandi
"Biar semuanya jelas , lebih baik kamu pastikan semuanya ke rumah Nenek Tari .Bagaimana ? Kamu mau kan kesana ? " tanya Gayatri sambil menatap Gandi
" Iya aku mau. Apapun akan aku lakukan untukmu," balas Gandi sambil mengusap rambut Gayatri.
" Karena aku begitu mencintaimu dan karena kamu adalah istriku," ucap Gandi seraya tersenyum dengan lembut , setelah itu dia mencium tangan Gayatri .
" Terima kasih ,Gandi ," sahut Gayatri sembari tersenyum malu-malu.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Malam ini Gandi langsung pergi ke rumah Nenek Tari. Dia ingin memastikan semuanya.
" Ibu , akhirnya Ibu pulang juga. Aku takut sendirian di rumah," ucap Ketut Erni seraya menghampiri Ibunya.
" Takut ? Memangnya kamu takut dengan apa ? " tanya Ibu Tari seraya mengangkat sebelah alisnya.
" Hmmm ,aku takut ada Leak yang datang kemari,"sahut Ketut Erni
" Hah ? Kamu ini bagaimana sih ? Kamu sendiri kan juga penekun Ilmu Leak , jadi buat apa kamu takut sama wujud Leak ? Kalau kamu takut dengan wujud Leak itu berarti kamu juga takut dengan dirimu sendiri," ungkap Ibunya dengan penuh emosi
" Aku kan baru belajar Ilmu Leak. Aku juga tidak tahu bagaimana wujudku sendiri saat berubah menjadi Leak. Dan aku juga belum pernah ikut perkumpulan para Leak," terang Ketut Erni dengan cemberut.
__ADS_1
" Kalau begitu , lagi dua hari kamu harus ikut perkumpulan para Leak bersama Ibu," balas Ibunya sambil menuangkan air ke dalam sebuah gelas.
" Tapi aku takut ,Bu ? " ujar Ketut Erni
" Tidak usah takut. Kamu harus bisa melawan rasa takutmu itu,"
" Ibu , lalu bagaimana ,Bu ? Apa Ibu sudah menanam pepasangan itu ?" tanya Ketut Erni dengan wajah penasaran
" Sudah. Ibu menanamnya di pintu keluar masuk rumah Wayan Rasta. Dan Ibu dengar kalau pagi ini mereka akan kembali ke rumahnya," terang Ibunya sambil tersenyum.
" Bagus ,Bu. Aku rasanya tidak sabar menunggu mereka sakit," balas Ketut Erni yang terlihat begitu senang.
" Mereka sungguh keterlaluan sekali," gumam Gandi dengan wajah merah padam. Dia lalu kembali ke rumah Kakek Surya
" Gandi , bagaimana ? " tanya Gayatri saat melihat Gandi baru saja datang.
" Ternyata dugaan kita memang benar. Nenek Tari merencanakan sesuatu untuk Bapakmu," kata Gandi
" Merencanakan apa ? " tanya Gayatri dengan wajah penasaran.
" Dia menanam pepasangan di pintu keluar masuk rumahmu. Baru tadi malam pepasangan itu di tanam,"
" Nenek Tari memang jahat sekali. Kalau begitu kita harus menggagalkan rencananya itu secepatnya," sahut Gayatri dengan rahang yang tegang.
Pagi harinya Gayatri membantu Ibu dan Neneknya di dapur, sedangkan Gandi saat ini menemui Wayan Rasta dan Kakek Surya.
" Pak, selesai sarapan kita akan kembali ke rumah. Lagi satu bulan Gayatri lulus SMA , jadi sekarang adalah waktu yang tepat memberitahu keluargaku yang lain dan tetangga di sekitar rumahku mengenai status Gayatri yang saat ini menjadi istri Gandi ," ucap Wayan Rasta pada Kakek Surya.
" Pak, jangan dulu pulang ke rumah ! " seru Gandi dengan wajah khawatir.
" Kenapa begitu ? " tanya Kakek Surya dengan alis mengerut.
" Nenek Tari menanam pepasangan di pintu keluar masuk rumah Bapak. Kemarin Gayatri mimpi buruk , lalu aku juga sudah ke rumah Nenek Tari untuk memastikan semuanya. Pepasangan itu baru di tanam tadi malam,"tutur Gandi dengan wajah yang sangat serius.
" Kalau begitu kamu harus menggagalkan rencana Ibumu itu," sahut Kakek Surya
" Bapak benar. Setelah sarapan aku akan langsung pergi ke rumah bersama Jro Balian ( dukun ) ," balas Wayan Rasta
" Gandi , nanti kamu ikut dengan Bapak ke sana ya ? " ujar Wayan Rasta sambil menatap Gandi.
__ADS_1
" Iya ,Pak. " sahut Gandi sambil membalas tatapan mertuanya itu.