
Sekitar jam 23 : 59 ada sebuah potongan tangan yang berlumuran darah melayang - layang di depan rumah Wayan Rasta. Potongan tangan itu lalu masuk dengan cara menembus pintu rumah Wayan Rasta. Sesudah itu dia langsung mencari letak kamar Gayatri. Setelah melihat kamar Gayatri,potongan tangan itu langsung menembus pintu kamar Gayatri.
Potongan tangan itu sudah merasakan kalau diluar tubuh Gayatri tidak ada kekuatan apapun yang menjaganya.
Potongan tangan itu kemudian melayang-layang di atas tubuh Gayatri .Karena kemarin Gayatri tidak dapat tidur dengan nyenyak di rumah Neneknya ,maka hari ini dia merasa sangat mengantuk sekali ,hingga dia tidak sadar dengan bahaya yang akan menimpanya.
Potongan tangan itu meraba-raba tubuh Gayatri dari kaki hingga menuju ke leher Gayatri. Potongan tangan itu lalu mencekik leher Gayatri dengan sangat kuat. Gayatri yang merasakan lehernya teramat sakit berusaha dengan keras agar bisa terlepas dari potongan tangan itu. Gayatri berusaha ingin memanggil orang tuanya , namun dia begitu kesulitan untuk bicara.
" Ibu , Bapak , Tolong aku ! Leherku rasanya sakit sekali," kata Gayatri di dalam hatinya sambil meneteskan air matanya
" Ya Tuhan , apa aku akan mati ? " gumam Gayatri di dalam hatinya.
Dia lalu mengucapkan mantram di dalam hatinya.
"Om namah shivaya , om namah shivaya , om namah shivaya. " Ucap Gayatri di hatinya berkali- kali
Potongan tangan itu langsung kepanasan,dan menghilang . Gayatri langsung bangun dan mengambil air putih yang ada di samping tempat tidurnya .
Sesudah selesai minum air, Gayatri langsung tidur lagi ,karena dia begitu mengantuk sekali .Gayatri masih belum sadar kalau dia lupa memakai gelangnya.
30 menit kemudian muncul Leak monyet berbulu putih di depan rumah Wayan Rasta. Leak monyet putih memiliki tinggi tubuh yang setara dengan sebuah rumah, namun dia juga bisa berubah wujud menjadi kecil. Leak monyet putih menatap rumah Wayan Rasta , dia lalu tersenyum lebar sambil menjulurkan lidahnya yang panjang. Ekor Leak putih sangat panjang ,namun ekornya itu tidak bisa di gerakkan , karena ekornya tersebut hanya ilusi dari ikat pinggang si penekun ilmu Leak. Dan wajahnya juga masih menyerupai orang yang berubah menjadi Leak, namun wajahnya itu di tutupi bulu. Walaupun di tutupi bulu wajahnya masih terlihat jelas jika ada orang yang melihatnya.
Di bali Leak Monyet berbulu Hitam adalah jenis Leak dari jelmaan manusia yang ilmunya masih sangat rendah. Leak Monyet Hitam biasanya hanya menakut-nakuti saja,karena dia baru belajar ilmu Leak. Jika kita menarik ekornya yang sangat panjang maka dia pasti akan lamgsung pergi.
Sedangkan Leak Monyet berbulu Putih adalah perubahan dari orang yang sudah berilmu sangat tinggi.
Leak Monyet Putih yang ada di depan rumah Wayan Rasta lalu berubah menjadi sesosok monyet kecil. Dia kemudian mendekati pintu rumah Wayan Rasta,setelah itu dia menembus pintu rumah itu menggunakan ilmunya.
"Kkuuuuukkk...kkuuuuuukkk...kkuuuuuukkkk...kkuuuukkkkkk....kkuuuuukkkkkk....kkuuuuuuukkkkkk," sambil melompat-lompat mencari kamar Gayatri.
Setelah menemukan kamar Gayatri , dia langsung menembus pintu kamar itu. Monyet itu tersenyum lebar sambil menatap Gayatri. Dia tersenyum senang menatap tubuh Gayatri.
__ADS_1
"Kkuuuuuuuukkk...kkuuuuuuukkk....kkkuuukkkk...kkuuuukkkkkkk...kkkuuuuuukkkkk...kkkuuuuuuukkkkkk...kkkuuuuuuuuukkkkk," sambil mendekati Gayatri.
Leak Monyet putih sudah bersiap ingin menggigit kaki Gayatria. Mulutnya sudah berada tepat di kaki Gayatri. Namun saat Gayatri mengubah posisi tidurnya, dia malah menendang mulut Leak Monyet putih hingga terjantuh.
Leak Monyet putih terlihat marah, dia lalu mengambil bantal yang ada di samping Gayatri,setelah itu dia menutupi wajah Gayatri dengan bantal itu. Leak Monyet putih lalu menekan bantal itu dengan kedua tangannya sambil tersenyum lebar.
"Kkuuuuuuuukkkkkk...kkuuuuuuuukkk...kkuuuuuukk...kkuuuuuuuukkkk...kkuuuuuuukkk....kkuuuuuuuuukkk," sambil terus menekan wajah Gayatri .
Gayatri begitu kesulitan untuk bernafas, tubuh gadis itu sudah terlihat sangat lemah sekali. Denyut nadinya terlihat begitu lemah. Tangan, dan kakinya juga terasa dingin.
Dan kemudian secara tiba-tiba roh leluhur Gayatri datang .Roh itu mengusir Leak Monyet putih hingga menghilang. Setelah itu dia menatap wajah Gayatri yang sangat lemah.
" Gayatri... Gayatri...ayo bangun nak , " ucap roh itu. Gayatri mendengar panggilan itu, namun dia begitu kesulitan untuk bangun.
Beberapa menit kemudian roh itu lalu menghilang saat Gandi muncul.
" Gayatri ? Aku ingin bertanya sesuatu padamu, tolong bangunlah sebentar! " pinta Gandi menatap tubuh Gayatri sambil memukul barang di sekitarnya agar Gayatri bangun.
" Kenapa aura Gayatri terlihat berbeda?" Pikir Gandi sambil terus mengamati Gayatri .
Mata Gandi langsung tertuju pada sebuah gelang yang ada di meja samping tempat tidur Gayatri.
" Kenapa gelangnya bisa ada disini ? " pikir Gandi lagi
Gandi lalu mencoba memegang tubuh Gayatri. Setelah itu dia menggenggam tangan Gayatri dengan sangat erat.Ini adalah pertama kalinya dia menyentuh Gayatri ,dan dia langsung tersenyum menatap Gayatri.
" Gayatri, ayo bangun dan pakai gelangmu ! Sangat bahaya kalau kamu tidak memakai gelang itu ,"kata Gandi sambil menggoyang-goyangkan tubuh Gayatri
Dia mengira kalau Gayatri sedang tidur dengan nyenyak. Gandi mengusap rambut Gayatri sambil menatap wajah gadis itu.
Mata Gandi langsung terbelak lebar saat mengetahui kalau Gayatri tidak bernafas
__ADS_1
" Gayatri , apa yang terjadi denganmu ? Kenapa kamu tidak bernafas ? " teriak Gandi dengan mata melotot. "Gayatri , ayo bangun ! Jangan tinggalkan aku." Teriak Gandi sambil menangis memeluk tubuh Gayatri.
Wayan Rasta yang tertidur nyenyak tiba-tiba bermimpi kalau di rumahnya sangat ramai dan juga ada begitu banyak orang yang sedang menangis.
" Kenapa di rumahku sangat ramai sekali ?" pikir Wayan Rasta di dalam mimpinya dengan perasaan bingung
Sedangkan Luh Ani bermimpi melihat Gayatri yang berpakaian serba putih, tubuh putrinya itu memancarkan cahaya
" Sayang,kamu mau kemana ? Kenapa pakaianmu sangat indah dan juga rapi sekali," ucap Luh Ani sambil menatap Gayatri
" Ibu, aku sekarang ingin pulang ke rumahku. Jagalah diri kalian baik-baik di sini." Kata Gayatri sambil menatap Ibunya
" Apa maksudmu ingin pulang ke rumah ? Ini adalah rumahmu . Memangnya dimana lagi rumahmu ? " tanya Ibunya dengan tatapan bingung
"Aku masih memiliki rumah lagi selain disini Bu,"ucap Gayatri sambil tersenyum
"Kamu bicara apa sih nak, cuma ini rumahmu satu-satunya." Jawab Luh Ani sambil mengelus rambut putrinya
Namun gadis itu tetap keluar dari rumahnya.
" Gayatri ,jangan pergi nak ! Jangan tinggalkan Ibu ," teriak Luh Ani sambil menangis. "Gayatri, jangan tinggalkan Ibu ." Teriak Luh Ani dengan suara yang keras hingga Wayan Rasta terbangun.
Melihat istrinya berteriak dengan mata yang masih terpejam, dia langsung membangunkannya .
"Bu,bangun Bu ! " ucap Wayan Rasta sambil menggoyang-goyangkan tubuh istrinya itu.
Beberapa menit kemudian Luh Ani akhirnya bangun.
" Apa kamu mimpi buruk ? Kamu tadi berteriak sangat keras, " kata Wayan Rasta menatap istrinya.
" Iya Pak,mimpiku sangat buruk." Sahut Luh Ani dengan wajah terlihat sedih. Dia langsung menceritakan mimpinya itu pada suaminya.
__ADS_1