
Hari ini adalah malam Siwaratri. Gayatri dan keluarganya sedang melakukan pemujaan.
Kata Siwaratri berasal dari kata ' Siwa ' dan ' Ratri ' . Dalam bahasa Sansekerta kata ' Siwa ' berarti baik hati, memberikan harapan, membahagiakan dan suka memaafkan. Sedangkan ' Ratri' berarti malam atau kegelapan, sehingga jika diartikan ' Siwaratri ' berarti pelebur kegelapan untuk menuju jalan terang. Itulah sebabnya hari suci Siwaratri merupakan malam perenungan Suci, sebagai momen mengevaluasi dan intropeksi diri atas perbuatan atau dosa-dosa selama ini, Seraya memohon kepada Tuhan yang sedang beryoga agar diberikan tuntunan untuk kembali ke jalan yang benar.
Saat keluarga Wayan Rasta sedang melakukan pemujaan, tiba-tiba muncul dua sosok Leak yang berdiri di belakang mereka.
Dua sosok Leak itu menatap keluarga Wayan Rasta dengan mata berapi-api. Dua sosok Leak itu mengeluarkan keris yang bentuknya begitu kecil . Kalau keris itu masuk ke dalam tubuh seseorang maka dia akan langsung sakit parah lalu setelah itu meninggal.
Mereka lalu melempar keris itu , namun tiba-tiba saja keris itu malah terpental ke belakang hingga mengenai satu sosok Leak hingga Leak itu kesakitan dan menghilang.
Mereka tidak tahu kalau pemujaan tersebut sudah di lindungi oleh Dewa Siwa. Siapapun yang selalu berada di jalan kebenaran maka Dewa pasti akan selalu bersamanya.
***********
Setelah selesai melakukan ritual Ngeleak ,wajah Ketut Erni terlihat begitu panik melihat Neneknya yang terluka parah. Dia terus menangis terisak-isak melihat Ibu dan Neneknya yang terluka parah. Dia juga sangat ketakutan sekali. Dia takut nasibnya sama seperti Nenek dan Ibunya.
Ibu Tari yang berbaring kesakitan menatap putrinya yang sedang menangis. Dia ingin mengatakan sesuatu pada putrinya , tetapi dia begitu kesulitan untuk bicara.
" Ketut, cepat kamu hubungi semua Kakakmu ! Ibu ingin minta maaf pada mereka," ucap Ibu Tari disaat kondisinya semakin parah. Suaranya terdengar begitu pelan namun masih bisa di dengar oleh Ketut Erni.
" Tapi aku takut ,Bu," balas Ketut Erni yang terus menangis.
" Kakakmu bukan orang yang kejam , jadi kamu tidak usah takut padanya,"
Setelah mengatakan itu , Ketut Erni langsung menghubungi semua kakaknya.
Tak menunggu begitu lama Wayan Rasta sudah sampai di rumah Ibunya. Dia datang lebih cepat karena rumahnya berada tidak jauh dari rumah Ibunya, sedangkan dua saudara laki-lakinya saat ini tinggal di kota.
Wayan Rasta datang bersama istri, anaknya , Kakek Parjo , dan juga Nenek Ratih.
" Ketut, di mana Ibu ? " tanya Wayan Rasta dengan wajah yang begitu khawatir. Walaupun dia marah dengan apa yang Ibunya lakukan, tetapi setelah mendengar kondisi Ibunya dari Gandi , perasaannya langsung tidak tenang , namun dia berusaha menyembunyikan perasaan itu.
__ADS_1
Setelah mendengar kondisi Ibunya , dia terus melihat ke arah ponselnya . Berharap Ketut Erni segera menghubunginya.
" Ibu ada di kamarnya ,Bli," sahut Ketut Erni menunduk.
Mereka lalu menuju ke kamar Ibunya.
" Wayan, kamu sudah datang ? Tolong maafkan , Ibu ! Selama ini Ibu selalu jahat dan selalu membeda-bedakanmu. Tolong , maafkan juga adikmu ! Adikmu belajar Ilmu Leak karena Ibu,"
" Ibu tenang saja. Aku sudah memaafkan kalian. Lalu apa yang harus aku lakukan agar Ibu dan Nenek tidak kesakitan seperti ini ? " tanya Wayan Rasta dengan bingung.
" Ibu dan Nenekmu sudah tidak bisa di tolong lagi , tapi kami juga tidak bisa meninggal kalau Ilmu Leak yang ada di tubuh kami belum di wariskan,"
" Kalau begitu Ibu boleh mewariskan Ilmu Ibu padaku," kata Wayan Rasta seraya menatap Ibunya dengan air mata yang sudah menetes.
" Maaf ,nak. Kami tidak bisa mewariskan Ilmu Ibu padamu. Ilmu ini hanya bisa di wariskan pada orang yang Ibu sayangi selama hidup Ibu, tapi selama ini Ibu selalu membencimu. Ilmu ini hanya bisa di wariskan ke pada adik-adikmu, " terang Ibu Tari
" Bli Wayan, tolong maafkan aku ! Aku janji tidak akan melakukan hal seperti ini lagi," ucap Ketut Erni seraya berlutut di kaki Wayan Rasta.
Dua hari kemudian, kedua adik laki-laki Wayan Rasta yang tinggal di kota akhirnya telah sampai di rumah Ibunya. Dan Ilmu Leak Ibu Tari dan juga Neneknya di wariskan pada kedua adiknya itu.
Setelah Ilmu Leaknya di wariskan, mereka lalu menghembuskan nafas terakhirnya.
Dua minggu kemudian, setelah kematian Ibu Tari tidak ada lagi yang mengganggu keluarga Wayan Rasta. Apalagi saat ini Gayatri sudah tidak makan daging lagi, jadi mahkluk halus dan para Leak tidak bisa mengganggunya.
********************
Di Kerajaan Wong Samar, Kakek Awo sedang marah-marah dengan Raja Wong Samar.
" Ini semua gara-gara kamu ," teriak Kakek Awo seraya menatap tajam pada putranya
" Maafkan aku ,Ayah." Raja Wong Samar menunduk .
__ADS_1
" Kalau begitu kamu suruh Gandi meninggalkan gadis itu," teriaknya lagi.
" Gandi tidak mau meninggalkan gadis itu , Ayah. Dia lebih memilih mati dari pada berpisah dari gadis itu,"
" Kalau begitu hanya ada satu cara agar Gandi berpisah dengan gadis itu," ucap Kakek Awo dengan tegas.
" Cara apa itu Ayah ? " tanya Raja Wong Samar seraya menaikkan sebelah alisnya.
" Kita harus menghapus nama gadis itu dari pikiran Gandi. Namun, Ayah sedikit lupa dengan ilmu penghapus pikiran tersebut. Tapi Ayah akan coba mempelajari ilmu itu lagi. Hanya saja, kemungkinan setelah nama gadis itu terhapus dari pikiran Gandi, sifat Gandi akan sedikit berubah,"
" Sedikit berubah bagaimana maksud Ayah? " tanya Raja Wong Samar dengan cemas.
" Ayah juga tidak tahu. Tapi kita terpaksa harus menggunakan Ilmu tersebut karena hanya itu jalan satu-satunya. Apa kamu mau rakyat kita terus berdemo dan menghancurkan kerajaan kita ?"
" Baiklah. Aku setuju dengan saran Ayah itu. Lalu kapan kita akan melalukannya ? "
" Nanti malam Ayah akan mempelajari Ilmu itu lagi. Lalu besok malam ketika Gandi tidur , Ayah akan diam-diam menghapus nama gadis itu dari pikiran Gandi," terang Kakek Awo seraya bangkit dari tempat duduknya.
Besok malamnya , ketika Gandi tertidur lelap , Kakek Awo secara diam-diam masuk ke kamar Gandi. Dia lalu duduk di samping Gandi sembari mengucapkan mantra. Satu jam kemudian Kakek Awo telah selesai menghapus nama Gayatri dari pikiran Gandi. Semua kenangan yang berhubungan dengan Gayatri telah di hapus olehnya .
Kadek Ayu dan Lio meneteskan air matanya melihat semua itu. Mereka begitu kasihan pada Gandi dan Gayatri.
" Mulai besok akan muncul Gandi yang baru. Dan mulai besok jangan ada yang menyebut nama gadis itu di tempat ini. Apalagi kalau sampai menceritakan semuanya pada Gandi. Kalau sampai ada yang menyebut nama gadis itu dan menceritakan semuanya pada Gandi, maka orang tersebut harus siap di hukum mati," kata Kakek Awo dengan tegas
" Besok kamu harus pergi ke rumah Gayatri. Suruh orang tuanya untuk menghapus nama Gandi dari pikiran putrinya. Aku tidak mau kalau gadis itu mencari Gandi kemari dan semua rencana kita menjadi gagal," terang Kakek Awo pada Raja Wong Samar.
"Mana mungkin mereka bisa menghapus nama Gandi dari pikiran Gayatri ? Itu tidak mungkin Ayah,"
" Suruh mereka mencari Jro Balian ( dukun ) yang sangat sakti. Bagi seorang Jro Balian yang sangat sakti itu tidaklah sulit baginya. "
" Baiklah ,Ayah. Besok aku akan pergi kesana,"
__ADS_1