MELIK

MELIK
Di antar pulang


__ADS_3

Sebelum Gayatri pulang ,Kakek Parjo memetik buah di kebunnya untuk di berikan kepada Gayatri sebagai ucapan terimakasih. Gayatri pulang di antar oleh Kakek Parjo menggunakan sepeda motornya. Sedangkan Gandi sudah pulang duluan ke Kerajaannya karena Ayahnya tiba-tiba memanggil.


" Terimakasih ya Kek, Kakek sudah mengantarku dan juga memberikan buah untukku," ucap Gayatri ketika dia sudah sampai di depan rumahnya.


" Iya ,sama-sama. Kakek langsung pulang dulu ya ? " kata Kakek Parjo sambil tersenyum


" Iya Kek, hati-hati . "Balas Gayatri yang ikut tersenyum


Gayatri lalu masuk ke halaman rumahnya. Gadis itu pulang membawa buah pepaya , jagung , jambu biji , dan buah mentimun .


" Tok..tok..tok...Om swastyastu ," ucap Gayatri mengetuk pintu sambil mengucapkan salam


" Om swastyastu ," balas Luh Ani sambil membuka pintu rumahnya.


"Gayatri, barusan kamu di antar sama siapa Nak ? Tadi Ibu tidak sengaja melihat dari jendela kalau kamu turun dari sepeda motor, " ujar Ibunya sambil melihat ke arah tangan Gayatri yang sedang membawa buah.


" Di antar sama Kakek temanku ,Bu." Ucap Gayatri sambil menatap Ibunya


" Lalu itu apa ? " tanya Ibunya sambil menunjuk ke arah tangan Gayatri yang sedang membawa banyak buah.


" Ini buah ,Bu. Kakek temanku yang memberikannya,"jawab Gayatri sambil memberikan buah itu pada Ibunya.


" Wah , mereka baik sekali. Apa kamu sudah mengucapkan terimakasih pada mereka ? " tanya Ibunya


" Sudah ,Bu. "Sahut Gayatri


" Ya sudah , kalau begitu ayo masuk ! " Balas Ibunya

__ADS_1


Luh Ani lalu memotong buah pepaya yang barusan di bawa oleh Gayatri


" Ayo, di makan dulu buah pepayanya." Kata Ibunya sambil menaruh buah pepaya yang sudah di potong-potong


"Wah, sepertinya enak sekali." Kata Gayatri yang langsung menghampiri Ibunya.


" Jangan lupa berdoa dulu sebelum makan," kata Luh Ani.


" Iya ,Bu ." Jawab Gayatri yang langsung mengucapkan doa.


Setelah selesai makan buah pepaya , Gayatri lalu membantu Ibunya membuat canang untuk di jual.


Menurut umat Agama Hindu khususnya yang ada di bali kata CANANG berasal sukukata ' CA ' yang artinya indah, sedangkan kata 'NANG' artinya tujuan. Sehingga hal ini dapat didefinisikan kalau canang merupakan sarana untuk mencapai tujuan yaitu keindahan kehadapan Tuhan.


Setiap pagi dan sore dia menjual canang di depan rumahnya. Setiap hari dia membuat canang sekitar 2000 picis.Dan Gayatri selalu membantu Ibunya membuat canang atau membawakan pesanan para tetangganya . Sedangkan Wayan Rasta saat ini berada di kebun sebelah rumahnya, dia sekarang ini lagi sibuk memanen buah pisang.


" Bu, sebenarnya gelang yang aku pakai ini Ibu dapat dari mana ? " tanya Gayatri sambil membungkus canang.


" Aku hanya penasaran saja ,Bu. Soalnya berkat gelang ini mereka jadi tidak bisa menggangguku. Coba kalau aku tidak memakai gelang ini, mungkin mereka tidak akan membiarkan aku hidup dengan tenang,"ujar Gayatri


" Gelang ini di berikan oleh Jro Balian ( dukun ) saat kamu masih bayi." Kata Ibunya


" Ibu, sebenarnya siapa itu Jro Balian(dukun) ? Soalnya kalian sering menyebut namanya ,tapi aku tidak tahu siapa itu Jro Balian( dukun ). Dan namanya juga sangat terkenal di masyarakat, " ucap Gayatri.


" Jro Balian (dukun ) adalah orang yang mempunyai kemampuan untuk mengobati orang sakit." Jawab Luh Ani menjelaskan


" Dari mana dia mendapatkan kemampuan itu ,Bu ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat

__ADS_1


" Kemampuan seorang Jro Balian (dukun) dapat di peroleh dengan berbagai cara ,dan itu dapat di lihat berdasarkan tujuan dan pengetahuan yang di miliki oleh seorang Balian (dukun). Berdasarkan tujuannya ada dua jenis Balian ( dukun ),yaitu Balian Panengen ( baik ) dan Balian Pangiwa ( jahat ). Balian Panengen adalah Balian yang tujuannya mengobati orang yang sakit sehingga menjadi sembuh. Balian( dukun ) ini tidak membedakan orang , mau yang berobat orang jahat atau baik ,dia tetap akan mengobati. Sedangkan Balian (dukun) Pangiwa adalah Balian yang tujuannya membuat orang yang sehat menjadi sakit, dan orang yang sakit menjadi bertambah sakit." Tutur Luh Ani


" Berarti kita harus berhati-hati kalau ingin mencari seorang Jro Balian (dukun) ya ,Bu ? " tanya Gayatri sambil menatap Ibunya.


" Iya tentu," balas Ibunya


" Lalu kalau seorang Jro Balian( dukun) di lihat berdasarkan pengetahuannya maksudnya bagaimana ,Bu ? " tanya Gayatri lagi


"Kalau berdasarkan pengetahuannya dapat terbagi dalam 4 jenis, yaitu Balian Kapican , Katakson, Usadha, dan campuran. Balian( dukun ) Kapican adalah Balian ( dukun ) yang mendapat keahlian karena memperoleh suatu benda bertuah dan berkhasiat yang dapat di pergunakan untuk menyembuhkan orang sakit .Biasanya benda tersebut di dapat dari firasat baik berupa mimpi atau petunjuk yang lainnya. Biasanya benda yang di dapat berupa batu permata ,keris ,cincin dan yang lainnya. Contoh seperti tetangga sebelah rumah kita." Ungkap Luh Ani


" Apa yang di dapat oleh tetangga kita, Bu ? " tanya Gayatri dengan alis mata terangkat.


" Dia bermimpi memetik buah kelapa di kebunnya. Di kebunnya dia hanya memiliki 2 pohon kelapa. Pertama dia tidak menghiraukan mimpinya itu , karena menurutnya kalau itu hanya bunga tidur , akan tetapi setiap dia tidur mimpi itu terus datang , hingga akhirnya dia memutuskan untuk memetik semua buah kelapa yang ada di kebunnya. Buah kelapa yang di petik langsung di kupas, dan sudah pasti isinya daging dan air kelapa , tapi hanya satu buah kelapa yang isinya berbeda. " Tutur Luh Ani


" Memang isinya apa,Bu ? "tanya Gayatri


" Di dalam buah kelapa itu tidak berisi daging dan air kelapa , tapi isinya adalah sebuah minyak dengan jumlah banyak,kira-kira jumlahnya ada sekitar 1 botol aqua yang isinya 1500 ml. Minyak ini mirib minyak goreng ,hanya saja baunya sangat aneh. Lalu dia bermimpi di cari sama leluhurnya, dan leluhurnya menyuruh agar menggunakan minyak itu untuk mengobati orang sakit. Lalu akhirnya dia menggunakan obat itu untuk mengobati orang sakit. Dulu Nenekmu pernah sakit lalu di bawa kesana. Dan ternyata Nenekmu beneran sembuh. Tapi tidak langsung sembuh. Nenek ke sana seminggu 2 kali, dan dia rutin ke sana hingga dia sembuh total," terang Luh Ani sambil menjahit canang


" Aku kira langsung bisa sembuh," kata Gayatri


" Mana ada seperti itu, semua pengobatan harus di lakukan secara bertahap," ucap Luh Ani


" Wah, hebat sekali ya Bu. " Kata Gayatri


" Ya tentu, kalau Tuhan sudah berkehendak maka apapun bisa terjadi." Terang Luh Ani sambil tersenyum


"Lalu kalau Jro Balian ( dukun ) Kitakson itu bagaimana ,Bu ? " tanya putrinya lagi

__ADS_1


" Bukan Kitakson Nak , tapi namanya Katakson . "Ucapnya


" Ya itu maksudnya,Bu. Aku tadi lupa namanya karena namanya sedikit aneh," sahut Gayatri sambil tersenyum.


__ADS_2