MELIK

MELIK
Menakut-nakuti


__ADS_3

Setelah sampai di belakang rumahnya, Kakek Danar melihat ada dua sosok yang sedang menari-nari dengan menaikan satu kakinya secara bergantian sambil mengibas-ngibaskan kain putih .


Mata Kakek Danar terbelalak lebar melihat Nenek Tari dan Ketut Erni yang sedang melakukan ritual ngeleak.


Saat ini sosok Nenek Tari dan Ketut Erni hampir berubah wujud menjadi Leak. Dari rambutnya muncul api. Kakek Danar begitu sedih melihat istri dan anaknya melakukan ritul itu.


" Ya Tuhan , ternyata mereka begitu tega padaku," gumam Kakek Danar sambil meneteskan air mata.


Suasana di belakang rumah Kakek Danar begitu sunyi, dingin,dan gelap. Aura di sana juga terasa begitu mencekam.


" Kkuuuuuukkk....kuuuuuuuuukkk.... kkuuuukkkkk....kuuuuuuuukkkk... kkuuuuuukk...kuuuuuuuukkk," suara monyet hitam yang berada di atap rumah terus mengawasi jenazah Kakek Danar.


Gayatri dan Gandi mengintip Kakek Danar yang sedang melihat Nenek Tari  dan Ketut Erni yang sedang melakukan ritual ngeleak di balik pohon mangga besar. Mereka tidak sadar kalau di sana ada beberapa Leak yang sedang mengawasi jenazah Kakek Danar. Mata Gayatri dan Gandi hanya fokus menatap ke depan saja. Mereka tidak tahu kalau di belakangnya ada Leak berwujud menyeramkan dengan mata besar, bergigi taring dengan perawakan yang tinggi dan besar, serta berbulu dengan lidah yang menjulur panjang.


Di samping kanannya ada Leak berwujud bola api , sedangkan di atasnya ada seorang nenek dengan kuku yang sangat panjang, lidah yang begitu panjang , bola mata berwarna merah , serta rambutnya yang begitu panjang . Nenek itu duduk di batang pohon mangga sambil menatap Gayatri yang ada di bawahnya.


Roh Kakek Danar begitu terkejut melihat cucunya di kelilingi Leak. Ketika melihat Gayatri berada di tempat yang gelap, dia baru menyadari kalau cucunya itu sedikit berbeda dari anak lainnya. Roh Kakek Danar melihat kepala gayatri mengeluarkan cahaya yang begitu terang serta di dahinya ada tulisan aksara bali kuno. Dari tubuh Gayatri muncul begitu banyak ular-ular kecil dan berwarna-warni. Ular itu keluar sebentar lalu masuk lagi ke dalam tubuh Gayatri. Ular itu seperti tinggal di dalam tubuh Gayatri.


" Ya Tuhan , sepertinya para Leak itu menginginkan Gayatri ," pikir Kakek Danar.


Kakek Danar lalu menghampiri Gayatri dan Gandi.


" Kenapa kalian ada di sini ? Lihatlah itu ." Kakek Danar menunjuk ke arah Leak yang ingin mendekati Gayatri.


Gandi dan Gayatri langsung terbelalak lebar melihat Leak -Leak itu.


"Hi...hi...hi ," suara Leak berwujud Nenek tua tertawa di atas mereka. Gayatri dan Gandi semakin terkejut melihatnya.


" Gayatri ?  Ayo, kita masuk ke dalam! " ucap Gandi


Gayatri lalu masuk ke rumah Nenek Tari di ikuti oleh Gandi , dan roh Kakek Danar.


Sampai di dalam Kakek Danar meneteskan air matanya lagi sambil menatap jenazahnya sendiri.


"Kakek, tolong jangan menangis lagi. Kakek harus ikhlas menerima semuanya,"kata Gayatri sambil menatap Kakek Danar.

__ADS_1


" Kakek hanya kecewa dengan Nenekmu. Sekarang lebih baik beritahu Bapakmu kalau Nenek Tari sedang melakukan ritual ngeleak di belakang rumah ini. Nanti keburu mereka selesai melakukan ritual.Sebab sangatlah sulit memberitahu orang lain kalau Nenekmu bisa ngeleak,apalagi kita tidak memiliki bukti apapun," ungkap Kakek Danar.


" Apa yang Kakek ucapkan memang benar. Kalau begitu aku akan menemui Bapak dulu," balas Gayatri yang langsung mencari Bapaknya.


Gayatri melihat Bapaknya sedang mengobrol dengan Kakek Parjo.


Gayatri langsung berlari mendekati Bapaknya.


" Pak, ayo ikut aku sebentar," ucap Gayatri sambil menarik tangan Bapaknya.


" Ada apa ,Nak ? Memangnya Bapak harus ikut kemana malam-malam begini ?" tanya Bapaknya sambil menatap Gayatri.


" Nenek Tari sedang melakukan ritual Ilmu Leak di belakang rumah," kata Gayatri


Wayan Rasta terlihat begitu terkejut mendengar ucapan Gayatri, sedangkan Kakek Parjo terlihat biasa-biasa saja mendengarnya


" Gayatri, kenapa kamu bicara seperti itu pada Nenek ? Mana mungkin Nenek belajar ilmu Leak," ujar Wayan Rasta.


Dia tidak percaya dengan apa yang Gayatri ucapkan.


" Wayan,lebih baik kamu lihat dulu ke belakang . Apa salahnya melihat sebentar ? " ujar Kakek Parjo


Wayan Rasta lalu pergi ke belakang rumahnya di ikuti oleh Gayatri ,Gandi dan roh Kakek Danar.


Ketika mereka sampai di belakang rumah, Nenek Tari dan Ketut Erni sudah tidak ada di sana.


" Gayatri ? Kamu bilang Nenek sedang melakukan ritual Ilmu Leak disini. Lalu kenapa tidak ada siapapun di sini ? " tanya Wayan Rasta pada putrinya.


" Tadi aku beneran melihat Nenek di sini . Mungkin dia sudah selesai melakukan ritualnya," balas Gayatri


" Gayatri, dengarkan Bapak. Nenek tidak mungkin melakukan hal seperti itu. Mungkin kamu melihat orang lain yang sedang melakukan ritual Ilmu Leak di sini. Lebih baik sekarang kamu tidur karena ini sudah larut malam." Wayan Rasta langsung masuk ke dalam meninggalkan Gayatri.


" Gayatri, sepertinya mereka sudah selesai melakukan ritual," ucap Gandi 


" Kamu benar. Sepertinya Bapak tidak percaya dengan ucapanku kecuali kita memiliki sebuah bukti,"balas Gayatri menunduk dan cemberut.

__ADS_1


" Sudah jangan sedih. Kalian bisa mencari buktinya lain kali," terang Kakek Danar.


" Kakek benar Gayatri," sahut Gandi


" Lebih baik sekarang kalian tidur, karena ini sudah larut malam," ujar Kakek Danar


" Iya Kek," jawab Gayatri dan Gandi bersamaan.


Roh Kakek Danar pergi ke kamarnya, dia berencana ingin menakut-nakuti Nenek Tari.


Setelah sampai di kamarnya, dia melihat Nenek Tari yang sedang tidur begitu nyenyak.


" Hik...hik...hik..." Kakek Danar menangis di samping Nenek Tari.


Nenek Tari langsung terbangun saat mendengar suara tangisan yang begitu keras.


" Siapa yang menangis ? " gumam Nenek Tari terlihat bingung


" Hik...hik..hik..."


" Kok suaranya mirib Pak Danar ? " pikir Nenek Tari dengan wajah yang sudah terlihat pucat pasi.


" Ini seperti bau parfum milik Pak Danar. Tapi kenapa masih ada bau parfum Pak Danar ? Padahal di kamar ini sudah tidak ada pakaian Pak Danar ,dan aku juga sudah membersihkan kamar ini," gumam Ibu Tari karena tiba-tiba dia mencium bau parfum yang sering di gunakan oleh suaminya.


" Hik...hik...hik..." Kakek Danar menangis semakin keras lagi membuat Nenek Tari semakin ketakutan.


" Dia memang sungguh keterlaluan. Sudah mati juga masih menggangguku," gerutu Nenek Tari dengan sangat kesal.


Dia lalu keluar dari kamarnya dengan berlari. Wayan Rasta yang baru saja keluar dari kamar mandi tidak sengaja melihat Ibunya berlari dengan wajah yang tampak ketakutan.


" Ibu , kenapa Ibu berlari ? Wajah Ibu juga tampak ketakutan," ujar Wayan Rasta yang tampak bingung.


" Tadi Ibu mendengar ada yang menangis di kamar , dan suaranya sangat mirib dengan suara Bapakmu, " ucap Ibu Tari dengan nafas terengah-engah.


" Pasti itu Bapak ,Bu. Mungkin dia belum bisa menerima semua ini. Kalau begitu lebih baik Ibu tidur bersama Gayatri atau Ketut Erni," saran Wayan Rasta.

__ADS_1


" Iya kamu benar. Kalau begitu Ibu pergi ke kamar Ketut Erni saja," jawab Ibunya


__ADS_2