
Gandi yang mendengar kalau Kakek , dan Neneknya setuju untuk membuka mata batinnya langsung tersenyum.
"Kakek,Nenek ,Gandi menyuruh kalian agar menutup mata dulu." Ucap Gayatri pada mereka.
Gandi lalu duduk di depan Kakek dan Neneknya. Dia juga memejamkan matanya sambil mengucapkan beberapa mantra. Beberapa menit kemudian Gandi telah selesai mengucapkan mantra, dia lalu menyuruh Gayatri agar memberitahu Kakek dan Neneknya untuk membuka matanya
"Kakek ,Nenek, sekarang buka mata kalian pelan-pelan ," kata Gayatri pada mereka.
Kakek dan Nenek Gandi lalu mengikuti instruksi Gayatri. Mereka membuka mata dengan pelan-pelan. Setelah membuka mata, mereka terdiam sambil menatap Gandi yang ada di depannya.
"Kamu pasti cucuku, wajahmu sangat mirib Ibumu." Ujar Kakek dan Nenek Gandi. Mereka lalu tersenyum bahagia melihat cucu mereka. Walaupun Gandi keturunan bangsa Wong Samar ( bangsa Jin ) ,tapi mereka tetap menerima dan menyayangi Gandi, karena di dalam tubuh Gandi masih ada keturanan darah manusia .
" Tunggulah dulu disini, Nenek akan mengambilkan makanan untuk kalian," kata Nenek Ratih yang langsung menuju ke dapur.
" Iya Nek," balas Gandi dan Gayatri bersamaan.
Tidak menunggu begitu lama Neneknya sudah datang membawa makanan untuk mereka .
"Ayo, makanlah ! " seru Nenek Ratih sambil terus tersenyum
" Iya Nek,"balas Gandi tersenyum
Nenek Ratih dan Kakek Parjo menangis melihat cucunya yang sedang makan. Sedangkan Gandi dan Gayatri merasa bingung melihatnya.
__ADS_1
" Kenapa Kakek dan Nenek malah menangis ? Apa kalian tidak senang bertemu denganku ? " tanya Gandi menatap Kakek dan Neneknya dengan alis mata terangkat.
" Nenek menangis karena merasa bahagia,rasanya semua ini seperti mimpi .Nenek merasa bahagia sekali mendengar semua ini. " Ucap Nenek Ratih
" Iya ,Kakek juga merasa sangat bahagia, Kakek juga merasa berhutang budi kepada Raja Wong Samar ( Raja Jin ) karena sudah menyelamatkan putri kami," terang Kakek Parjo
" Pantas saja dulu saat Ibumu meninggal , Kakek dan Nenek langsung melakukan upacara metuunan, tetapi leluhur kami bilang kalau di sana tidak ada rohnya Kadek Ayu . Kami waktu itu merasa bingung, karena putri kami sudah meninggal ,dan seharusnya roh putri kami sudah bersama dengan leluhur kami ,tapi mereka malah bilang kalau putri kami masih hidup. Waktu itu kami merasa bingung harus bagaimana. Kami waktu itu hanya meminta kepada Tuhan, kalau putri kami masih hidup ataupun sudah meninggal ,setidaknya diberi petunjuk." Tutur Nenek Ratih.
" Nenek , apa itu upacara metuunan ? " tanya Gayatri.
"Menurut umat Agama Hindu khususnya yang ada di bali upacara metuunan atau Nunas Raos adalah tradisi yang sudah ada sejak turun temurun dan sampai sekarang masih di lestarikan oleh masyarakat Hindu. Upacara metuunan atau Nunas Raos merupakan suatu upacara yang dilakukan oleh masyarakat bali untuk meminta atau memohon petujuk kepada leluhur atau roh mendiang keluarga. Dalam upacara ini diyakini oleh masyarakat bali bisa melakukan komunikasi dengan roh leluhur atau keluarganya yang sudah meninggal dunia melalui perantara Balian ( dukun ) . Upacara ini biasanya dilakukan oleh masyarakat hindu di Bali ketika sebelum dan sesudah upacara kematian( pengabenan ) dari keluarga mereka. Tujuan mereka melakukan upacara ini sangatlah macam-macam, yaitu ada yang bertujuan ingin mencari tahu penyebab kematian keluarganya,ada yang bertanya mengenai keluarganya yang belum bisa di temukan, dan ada juga karena ingin mencari tahu apakah orang yang meninggal memiliki permintaan kepada keluarganya." Jawab Nenek Ratih menjelaskan
" Wah,hebat dong Nek ! Jadi kita bisa berkomunikasi dengan roh seseorang yang sudah meninggal," sahut Gayatri.
" Tapi waktu itu kami begitu lama memanggil roh Ibunya Gandi, karena kami kira dia sudah meninggal , lalu turun roh leluhur kami yang lain. Mereka memberitahu kami kalau di sana tidak ada roh Ibu Gandi ,dan mereka bilang Ibu Gandi masih hidup, dan ternyata memang benar." Balas Nenek Ratih
" Tapi Gandi harus hati-hati , jangan sampai Ayahmu tahu dan marah dengan Gandi. Kalau bisa tolong yakinkan dia kalau kami sudah menerima semuanya dengan ikhlas," sahut Kakek Parjo
" Iya Kek," jawab Gandi tersenyum
" Oh iya, apa kalian sudah berteman lama ? " tanya Nenek Ratih
" Iya Nek, kami sudah berteman lama. Dan Gandi adalah temanku yang sangat baik, dia sering menolongku selama ini," terang Gayatri
__ADS_1
" Itu bagus, kalian harus saling menolong dan jangan saling membenci,"puji Nenek Ratih
" Iya Nek, " jawab Gandi dan Gayatri.
"Oh iya Gandi , sekarang kamu sudah tahu kalau rumah kami ada disini ,dan kami juga sudah bisa melihat Gandi. Besok-besok sering-seringlah kemari ," kata Nenek Ratih
" Benar kata Nenekmu,biar kami tidak kesepian." Terang Kakek Parjo.
" Iya Kek, aku akan sering-sering kemari ," sahut Gandi sambil tersenyum.
" Dulu di sini pernah ada seorang Ibu yang menghilang di bawa oleh Wong Samar ( Jin ). Setelah beberapa bulan kemudian ada tetangganya yang melihat Ibu itu berbelanja di pasar dekat sini. Lalu tetangganya itu menegurnya dan menayakan Ibu itu kemana saja selama ini. Ibu itu seperti orang bingung di tanya seperti itu ,dan dia berusaha untuk menghindar. Lalu setelah itu dia menghilang di kerumunan masyarakat di pasar. Setelah itu keluarganya mencari Jro Balian ( dukun ) untuk mencari tahu keberadaan Ibu itu , dan ternyata Ibu itu di bawa oleh bangsa Wong Samar ( bangsa Jin ), lalu keluarganya membuat upacara agar Ibu itu segera kembali bersama keluarganya. Dan untung upacaranya berjalan lancar dan Ibu itu akhirnya kembali," tutur Nenek Ratih.
" Di bangsa kami memang ada wong samar ( bangsa Jin ) yang jahat Nek , sama seperti di dunia manusia. Di sini, sifat manusia ada yang jahat dan ada juga yang baik. Di tempat kami juga seperti itu. Selama ini Ayah sudah menghukum orang-orang yang seperti itu, tapi kadang ada saja yang masih melakukan itu,"ungkap Gandi
"Apa Nenek dan Kakek akan membuat upacara agar Ibunya Gandi kembali ?" tanya Gayatri penasaran
" Iya Nek ,Kek, apa kalian akan melakukan itu ? Kalau kalian melakukan itu maka Ayah pasti akan menghukumku. Tapi aku juga tidak bisa melarang kalian , karena memang sudah seharusnya Ibu kembali ke dunia manusia," balas Gandi dengan sedih.
" Nenek dan Kakek sebenarnya bisa saja melakukan itu, tapi Ibumu pasti tidak akan setuju karena dia pasti tidak akan mau berpisah dengan suami dan anaknya,"terang Nenek Ratih.
"Iya ,Nenek benar. Kalau Ibu memang berniat ingin pergi dari sana pasti sudah di lakukan dari dulu, tapi dia tidak melakukannya " jawab Gandi.
Setelah mengobrol begitu lama, Gandi dan Gayatri akhirnya pamit ingin pulang.
__ADS_1
" Gayatri, terimakasih karena sudah membantu Gandi mencari rumah Kakek dan Neneknya. Berkat Gayatri kami jadi tahu kalau putri kami masih hidup," ucap Kakek Parjo
" Iya sama-sama Kek, " jawab Gayatri tersenyum