MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA

MENANTI CINTA DIANTARA CINTA MEREKA
Bab 11 : Talak untuk Helena


__ADS_3

Helena masih mencoba untuk menetralisir rasa takut.


Helena memejamkan mata, dia mengingat kata-kata dari Alvino yang mengatakan bahwa Helena harus mencoba untuk menerima takdir.


Helena mendekati Ernesto, dan memeluknya.


"Maafkan aku, aku tahu, tidak seharusnya aku masih mencintai pria lain sementara aku sudah menjadi istri mu."


"Beri aku waktu, dan aku berjanji akan menjadi istri yang kamu inginkan."


Ernesto yang sudah merasa marah dan kecewa langsung menghempaskan tangan Helena.


"Aku tidak bisa menjalin dengan wanita yang masih mencintai pria lain."


"Ernesto, berikan aku kesempatan."


"Aku sudah memberikan kesempatan itu, tapi sepertinya kamu tidak ingin menggunakan kesempatan itu.,"


"Ernesto, beberapa hari saat kamu mengajak untuk jalan-jalan. Kamu saling membuat aku merasa bahagia dan merasa untuk memulai kehidupan yang baru. Tapi, kenapa sekarang sifatnya sudah berubah?"


Ernesto terdiam...


Flash back malam sebelum pernikahan...


Ernesto datang ke rumah Helena untuk menanyakan apakah cincin yang dikirimkan kepadanya sudah pas atau belum.


Ernesto berpikir jika cincinnya kurang besar atau kurang kecil akan langsung ditukar sebelum acara pernikahan.


Saat Ernesto tidak bisa menghubungi ponsel Helena, dia memutuskan untuk datang langsung menemui Helena dan betapa terkejutnya Ernesto, saat dia mengetahui bahwa Helena berharap Alvino akan membawanya pergi.


Ernesto, mendengar dengan jelas bahwa Helena tidak menginginkan pernikahan.


Ernesto yang memang memiliki sifat tempramental, langsung pergi dari rumah Helena menuju bar.


Di sana, Ernesto bertemu dengan sahabat Helena yang lama.


"Lah, bukannya lu mau nikah besok ya?" Tanya Selfia.


"Hem.."


"Kenapa ada disini?"


"Selfia, apa kamu tahu seberapa besar cinta Helena pada pria yang sempat dikabarkan menjadi kekasihnya?"


Selfia yang sebelumnya menaruh perasaan pada Ernesto, melihat ini adalah kesempatan yang bagus untuk mendaur ulang perasaan Ernesto terhadap Helena.


"Kenapa tiba-tiba kamu ingin tahu tentang Helena?"


"Jawap saja, aku tahu kamu adalah sahabat dekat dari Helena jadi kamu pasti tahu mengenai pria yang digadang-gadang menjadi pasangan Helena."


"Bukan di gadang gadang, tapi saat itu Helena memang benar-benar menjalin hubungan dengan seorang pria yang bernama Alvino."


"Lalu, apa yang terjadi dengan hubungan mereka?"


"Waktu itu, aku mendengar sendiri bahwa Alvino harus pulang ke negaranya karena sang ayah jatuh sakit. Lalu, Helena sendiri bercerita kepadaku bahwa Alvino sudah dinikahkan oleh keluarganya."


"Jadi?"


"Mau bagaimana lagi, Alvino tetap bersikukuh memutuskan hubungannya dengan Helena."


"Dan Helena..."

__ADS_1


"Dia masih sangat mencintai pria itu Dan berharap bahwa pada itu akan datang untuk menjemputnya. Apalagi, saat di Turki Helena tidak sengaja bertemu dengannya bahkan bertemu dengan istrinya."


Ernesto terlihat menghela nafas panjang, sambil meminum minuman alkohol yang ada di hadapannya.


"Kamu juga kenapa tiba-tiba memutuskan untuk menikahi Helena?"


"Entahlah.."


"Kok gak tahu, kabarnya kamu sendiri yang ingin menikahi Helena."


"Iya sih, saat itu orang tuaku mengatakan bahwa Helena sering mengurung diri di dalam rumah dan berharap aku bisa membuatnya kembali menjadi Helena yang sebelumnya."


"Lalu?"


"Aku menghabiskan waktu hampir setiap hari bersama Helena, dan kenyataannya bahwa Helena sudah kembali ceria. Aku pikir, dia sudah merelakan kepergian pria itu dan siap untuk memulai hidup yang baru."


"Helena bisa merelakan orang yang mampu membuatnya jatuh cinta setengah mati? hahaha. Itu hanya ada dalam mimpi." Pekik Selfia.


"Sudah, lebih baik batalkan saja pernikahannya daripada nanti kamu menyesal."


"Ya nggak bisa gitu dong. Pernikahan nya akan dilangsungkan besok, masak iya mau di batalin." Pekik Ernesto.


"Dengar, aku berteman dengan Helena sudah lebih dari 5 tahun. Aku paham betul bagaimana sikap Helena. Jika kamu tidak percaya padaku bahwa Helena masih mengharapkan dan mencintai pria bernama Alvino. Buktikan saja saat malam pertama kalian."


Flash back mati...


Hasutan Selfia benar-benar sudah merasuki pikiran Ernesto.


Ernesto merasa dibohongi dan merasa dikhianati oleh Helena.


"Helena, aku akan memberikan kamu kesempatan satu lagi."


"Benarkah?"


Helena yang awalnya memeluk erat tubuh Ernesto, perlahan pelukan itu mulai melonggar.


Ernesto menunggu dengan senyuman karena mengira Helena akan bersiap untuk melayaninya.


Namun, saat Ernesto berbalik dia melihat Helena justru menutupi tubuhnya.


Ernesto yang sudah tidak tahan langsung kembali mencoba untuk menggauli Helena.


"Ernesto, apa yang kamu lakukan?"


"Helena, apa kamu tidak tahu berapa lama aku menunggu agar bisa memiliki mu seutuhnya?"


"Ernesto.."


"Aku menginginkan kamu sekarang.."


"Ernesto, hentikan. Aku mohon."


Plak !!!


Ernesto tidak tahan lagi, dia mendaratkan pukulan di pipi Helena.


"Kamu benar benar menguji kesabaran ku, Helena. Sekarang, pergi dari hadapan ku."


"Ernesto..."


"Mulai malam ini, kamu bukan lagi istri ku."

__ADS_1


Jeder !!


Bagai di sambar petir, hati Helena langsung hancur seketika. Bagaimana tidak, belum genap 24 jam dia menikah, dia sudah di talak.


Menjadi janda di negara itu merupakan aib yang sama besar, kecuali di pria meninggal dunia atau selingkuh.


"Ernesto, kamu tidak benar-benar dengan ucapanmu?"


"Apa menurutmu, aku pernah bermain-main tentang ucapanku?"


"Ernesto..."


"Pergilah Helena, dan jelaskan kepada orang tuamu apa yang membuat aku menceraikan kamu di malam pertama pernikahan kita."


Helena tidak kuasa menahan tangannya, malam itu juga dia segera keluar dari rumah baru yang dia tempati dan berjalan pulang menuju rumahnya.


Jarak yang cukup jauh, ditambah hujan malam itu, tidak membuat Helena berhenti.


Helena terus berjalan di tengah guyuran hujan nggak sebuah mobil berhenti tepat di depannya.


"Selfia..."


"Masuklah, apa yang kamu lakukan di tengah hujan begini?"


Helena segera masuk ke dalam mobil.


"Kamu mau ke mana biar aku antarkan."


"Pulang."


"Ke?"


"Ke rumah orang tua ku." Pekik Helena.


"Serius, bukankah kamu baru saja menikah dan kenapa kamu memutuskan untuk pulang ke rumah orang tuamu?"


Helena terdiam..


"Helena..." Panggil Selfia.


"Hiks hiks...., aku sudah di talak. Aku sudah menjadi janda di malam pertama."


"Ya Tuhan Helena, apa yang kamu lakukan sehingga Ernesto menceraikan kamu?" Pekik Selfia.


"Ernesto menginginkan hak nya. Aku memintanya untuk menunda itu, tapi rupanya Ernesto tidak menerima keputusanku terutama saat aku mengatakan bahwa aku masih mencintai Alvino."


"Tunggu, apa kamu mengatakan jika kamu masih mencintai Alvino, dimalam pertama kalian?" Tanya Selfia dan Helena menganggukkan kepalanya.


"Astaga Helena, kamu bodoh banget sih, seharusnya sebagai seorang istri yang baik, kamu tidak mengatakan hal itu kepada laki-laki yang sudah resmi menjadi suami kamu. Kamu mengatakan alasan atas belum siap nya kamu melayaninya."


"Aku harus bagaimana, Ernesto memaksa aku dan aku secara spontan meminta tolong dan menyebut nama Alvino."


"Aku harus bagaimana?" Pekik Helena.


"Untuk masalah yang satu ini. Maaf, aku tidak bisa membantu kamu Helena."


Helena terdiam, dia harus menyusun kata yang tepat untuk dia katakan pada orang tuanya.


...----------------...


...----------------...

__ADS_1


...----------------...


__ADS_2